
🍁 Happy Reading 🍁
Pukul 16.00
Setelah bermain dan berkeliling rumah sakit bersama Rico, kini Alma sudah tertidur kembali karena lelah.
"Pulang lah, ini sudah sore kamu sudah lama sekali disini." ucap Abbey.
"Kamu saja yang pulang, biar hari ini aku yang akan menjaga Alma." jawab Rico.
"Kamu kan bukan pengangguran Co, jadi pulang lah, urus pekerjaan mu, biar aku yang jaga Alma." balas Abbey.
"Anggap saja hari ini aku libur, jadi sekarang kamu yang pulang dan beristirahat di rumah." Rico masih kekeh ingin menjaga Alma di rumah sakit.
"Aku bisa beristirahat disini. Bukannya kamu menyewa kamar ini agar aku bisa beristirahat?" balas Abbey.
"Ya sudah, kalau begitu kita berdua yang menjaga Alma disini. Beres kan?" balas Rico.
"Cih..." Abbey berdecih sambil memutar bola matanya malas.
"Terserah kamu lah!" ucap Abbey.
Rico berdiri dari duduknya yang ada disebelah ranjang Alma dan berjalan mendekati Abbey yang duduk disofa kemudian duduk di sebelah Abbey.
"Bey..."
"Hemh..."
"Apa kamu tidak ingin memberitahu Alma tentang aku?" Tanya Rico.
"Suatu saat akan aku beritahu, tapi tidak sekarang. Aku tidak tahu bagaimana caranya memberitahu dia." jawab Abbey.
"Tidak masalah, aku akan menunggu." balas Rico.
__ADS_1
"Dan soal pengobatan Alma, apa kamu tidak mau membawa Alma berobat di Singapura saja?" tanya Rico.
"Pengobatan disana mahal Co, kalau asuransi kesehatan yang aku punya berlalu disana sih tidak jadi masalah. Belum lagi biaya hidup dan tempat tinggal. Kalau disini kan aku bisa tinggal di rumah singgah yang gratis." jawab Abbey.
"Kan ada aku Bey! Aku Ayahnya Alma, jadi kenapa kamu harus memikirkan soal biaya? Aku yang akan membiayai semuanya, biaya rumah sakit, biaya hidup dan kamu bisa memakai apartemen ku yang ada disana." balas Rico.
Abbey menatap mata Rico dalam-dalam.
"Tidak usah, aku tidak mau merepotkan mu." tolak Abbey.
"Apa? Merepotkan? Aku Ayahnya Alma! Jadi aku sama sekali tidak merasa di repotkan oleh kamu dan Alma." balas Rico.
"Bukan begitu Co, aku hanya tidak mau kamu di gosipkan. Jadi lebih baik kamu tidak usah melakukan apa-apa untuk kami." jawab Abbey.
"Cih! Dalam situasi seperti ini kamu malah memikirkan gosip! Aku sama sekali tidak peduli dengan gosip, yang aku pikirkan hanya kesehatan anak ku!" balas Rico.
"Terserah kamu setuju atau tidak, aku akan membawa anak ku berobat ke Singapura." kata Rico lagi.
"Co..."
"Baiklah, kita bawa Alma ke Singapura." akhirnya Abbey pun mengalah.
Barulah Rico bernafas lega.
"Kalau begitu, aku akan bicara dengan dokter-nya Alma." ucap Rico sambil berdiri dari duduknya lalu keluar dari kamar rawat Alma.
🍁 🍁 🍁
Tiga hari kemudian.
Rumah Singgah.
Hari ini adalah hari keberangkatan Alma ke Singapura untuk berobat.
__ADS_1
Semua tim kreatif Rico, Rico kerahkan untuk membantu membereskan barang-barang Alma dan Abbey.
Rico sudah menceritakan semuanya pada Runi dan tim kreatifnya tentang Alma dan penyakit Alma. Mereka sangat menyayangkan Rico harus bertemu kembali dengan Abbey dan Alma dalam keadaan seperti ini. Tapi mungkin ini lah cara Tuhan untuk mempersatukan mereka kembali.
"Abbey..." panggil Iyan begitu melihat Abbey.
Abbey tersenyum melihat Iyan dan tim Rico yang lain.
Sesampainya di dekat Abbey, Iyan berniat ingin memeluk Abbey, tapi dengan cepat Rico menahan Iyan dan memberi tatapan tajam pada Iyan.
Jangan peluk-peluk! Abbey punya ku! kira-kira begitulah arti tatapan tajam Rico pada Iyan.
"Akhirnya kita ketemu lagi Bey." ucap Iyan.
"Mmm..." balas Abbey sambil tersenyum.
"Hai Bey..." sapa Runi.
"Mbak Runi..." balas Abbey sambil mendekati Runi dan memeluk Runi. Kalau dengan Runi, Rico tidak jadi masalah.
"Mbak Runi boleh meluk Abbey, masa kita gak boleh!" dumel Iyan.
"Ganti dulu jenis kelamin mu baru boleh meluk Abbey ku!" balas Rico menggeram.
Iyan dan yang lainnya kompak memutar bola matanya malas mendengar jawaban Rico.
"Oh iya yang namanya Alma mana?" tanya Iyan.
"Ada di kamarnya." Jawab Rico.
"Ayo masukkan semua barangnya ke mobil. Biar aku panggil Alma." perintah Rico.
Iyan dan yang lainnya pun mengambil barang-barang Abbey dan Alma sedangkan Rico masuk ke dalam rumah untuk membawa Alma yang badannya masih lemas.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...