Kekasih Rahasia Sang Selebgram

Kekasih Rahasia Sang Selebgram
Bab 58


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Keesokan harinya.


Sekarang Abbey, Rico dan Alma sudah berada di rumah sakit untuk memeriksakan kondisi Alma. Sebagai rumah sakit baru yang akan mengobati Alma, rumah sakit baru itu harus memeriksa ulang kondisi Alma agar Alma punya rekam medis sendiri dirumah sakit itu sekalipun Abbey sudah membawa rekam medis dari rumah sakit lama.


Dalam rekam medis yang dibawa Abbey menunjukkan bahwa dalam satu kali siklus kemoterapi, harusnya Alma melakukan pengobatan selama satu Minggu, ini baru dua hari yang Alma selesaikan karena suhu tubuh Alma yang tiba-tiba panas tinggi dan tidak bisa melanjutkan pengobatan hari ketiga sampai hari ketujuh. Yang artinya Alma harus mengulang siklus pertama lagi.


"Siklus pertamanya gagal yah, jadi kami akan mengulang siklus pertama." ucap dokter yang menangani Alma.


"Kenapa begitu dok? Kalau harus mengulang kan kasihan anak saya dok. Baru dua hari saja dia sudah tidak nafsu makan dan badannya lemas."


"Ya mau bagaimana lagi Nyonya, siklus pengobatan kemoterapi tidak boleh terputus walau hanya satu hari. Jadi kalau terputus satu hari, berarti harus mengulang dari hari pertama. Kalau siklus pertama berhasil, nanti tiga Minggu baru istirahat, kemudian masuk siklus kedua, dan begitu terus sampai sel kanker dinyatakan mati." jawab dokter.


Melihat kekhawatiran Abbey, Rico menggenggam tangan Abbey yang keringat dingin untuk memberi kekuatan pada Abbey.


"Jadi kapan bisa mengulang siklus pertama, dok?" tanya Rico.


"Kita ulang di bulan depan." jawab dokter.


"Jadi sekarang anak kami bisa istirahat di rumah?" tanya Rico.


"Sebenarnya bisa, tapi suhu tubuhnya ini cukup tinggi, jadi untuk hari ini kita rawat dulu disini, sekalian kita observasi dulu." jawab dokter.


Abbey terkulai lemas.


Melihat Abbey lemas, Rico langsung menarik Abbey dalam pelukannya.


"Kuatkan dirimu Bey demi Alma, kalau kamu lemah begini, pasti Alma juga sedih. Ayo kuat yok." ucap Rico sambil mengelus punggung Abbey.


"Benar Nyonya, Anda harus kuat. Karena kekuatan terbesar seorang anak adalah melihat orangtuanya juga kuat." ucap dokter.


"Siklus pertama dan kedua memang agak berat, bukan hanya anak kalian saja yang gagal, banyak juga yang gagal bahkan bukan hanya anak kecil, orang dewasa pun juga sering gagal melewati siklus ini. Tapi nanti masuk siklus ketiga dan seterusnya percayalah, tubuh mereka akan mulai terbiasa." ucap dokter.

__ADS_1


Abbey hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu kami permisi dulu." ucap Abbey.


Abbey dan Rico pun berdiri dari duduk mereka lalu keluar dari ruang dokter.


Baru beberapa langkah dari ruang dokter, tiba-tiba Rico menghentikan langkah kakinya lalu mengeluarkan dompetnya.


"Ini, pake kartu ini urus administrasi." Rico memberikan black card miliknya pada Abbey.


"Kamu mau kemana?" Tanya Abbey.


"Ada yang mau aku tanyakan pada dokter, tadi aku lupa menanyakannya." jawab Rico.


"Aku ikut kalau begitu." ucap Abbey.


"Gak usah, kamu urus administrasi aja. Udah sana, kasihan Alma pasti dia udah capek." jawab Rico.


Mau tidak mau Abbey mengambil black card Rico dan meneruskan langkahnya mengurus administrasi. Sedangkan Rico masuk kembali ke ruang dokter.


"Masuk." jawab dokter dari dalam.


Ceklek. Rico membuka pintu.


"Ada apa?" tanya dokter saat melihat Rico masuk lagi kedalam ruang kerjanya.


"Maaf dok saya mengganggu, tapi ada hal penting yang ingin saya tanyakan pada dokter." ucap Rico.


"Silahkan mau tanya apa." jawab dokter.


"Selain kemoterapi apa ada pengobatan lain?" tanya Rico.


"Ada, dengan donor sumsum tulang belakang." jawab dokter.

__ADS_1


"Apa ayah kandung bisa menjadi pendonor?" tanya Rico.


"Bisa, tapi tingkat kecocokannya hanya satu persen bahkan kurang. Yang artinya tingkat kesembuhan juga tidak optimal. Kami biasanya menyarankan dengan saudara kandung karena tingkat kecocokan diatas dua puluh persen yang berarti tingkat kesembuhan juga tinggi." jawab dokter.


"Walau tingkat kesembuhan lebih kecil bukan berarti menutup kemungkinan kalau anak itu bisa sembuh kan kalau mendapat donor dari ayah kandungnya dok?" tanya Rico.


"Ya benar, memang tidak menutup kemungkinan." jawab dokter.


"Kalau begitu, saya mau mendonorkan sumsum tulang belakang saya." ucap Rico.


"Anda serius?" tanya dokter.


"Saya sangat serius dok. Demi anak saya, jangankan sumsum tulang belakang, nyawapun rela saya korbankan untuk anak saya." ucap Rico.


"Kalau begitu, Anda baca-baca dulu prosedurnya dan resikonya dan kalau Anda setuju, Anda bisa menandatangani surat pernyataan. Setelah itu baru kita melakukan pemeriksaan pada Anda, apa sumsum tulang belakang Anda baik untuk di donorkan." Jawab dokter.


"Jadi kapan bisa dimulai pemeriksaan setelah saya menandatangani surat pernyataan?" tanya Rico.


"Jangan terburu-buru, Tuan, saran saya, sebaiknya Anda baca dan pelajari dulu sebaik-baiknya baru menandatangani surat pernyataan." jawab dokter.


Rico menganggukkan kepalanya.


"Baik dok, saya akan membaca dan mempelajari dulu." jawab Rico.


"Sus, berikan prosedur dan resiko donor sumsum tulang belakang pada Tuan ini." ucap dokter pada asistennya.


"Baik dok." jawab perawat.


"Mari Tuan, ikut saya." ajak pertama.


Rico dan perawat itupun keluar dari ruang dokter.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2