Kelembutan Yang Asing

Kelembutan Yang Asing
##Bab 1 Berselingkuh


__ADS_3

Aku


dan Candra Kurniawan adalah pasangan suami istri. Saat aku berusia 19 tahun


sebelum lulus dari universitas, aku sudah menjadi istrinya. Sudah empat tahun


kami bersama. Selama bertahun-tahun, dia sangat mencintaiku. Aku pikir siapa


pun akan selingkuh, terkecuali Candra. Semua orang akan bercerai, Candra dan


aku tidak akan pernah bercerai. Sampai hari itu, seseorang mengirimku MMS aneh


yang membuat hidupku seakan terjatuh ke neraka.


Hari


itu, Candra menemani klien dan belum kembali meski sudah larut. Aku sedang


menonton drama


percintaan


di ruang tamu sendirian. Ponsel di sofa tiba-tiba bergetar, lalu aku melihat


sebuah foto muncul di layar ponsel.


Dalam


foto itu, terlihat sepasang lelaki dan wanita yang mengelilingi seorang gadis


kecil berusia dua atau tiga tahun. Gadis kecil itu mengenakan mahkota ulang


tahun di kepalanya dan tersenyum manis. Lelaki di sebelahnya hendak membantunya


meniup lilin di kue ulang tahun. Mataku tertuju pada lelaki itu, bukankah itu


Candra? Aku cepat-cepat melirik wanita di foto itu lagi, kali ini aku sedikit


sulit bernapas, bukankah wanita itu ...


Aku


teringat kejadian bertahun-tahun lalu. Saat itu, Candra dan aku baru saja


menikah. Saat aku pergi ke apartemennya untuk mengemasi barang-barang, aku


melihat sebuah dompet di atas meja ranjangnya. Dompet itu penuh dengan debu,


terlihat jelas dompet itu sudah lama tidak disentuh. Aku merasa penasaran lalu


membuka dompet tersebut, mataku langsung tertuju pada foto yang tersimpan di


tengah dompet tersebut.


Wanita


di foto itu berambut keriting, berpakaian gaya asing, modis dan cantik. Siapa


wanita itu?


Tepat


ketika Candra datang, aku melemparkan dompet itu kepadanya dengan curiga.


Candra


adalah seorang mahasiswa cerdas lulusan dari Universitas A yang merupakan


universitas terkemuka di negeri ini. Candra adalah orang yang terkenal selama


masa kuliahnya, dia mulai berbisnis di tahun kedua. Saat lulus dari perguruan


tinggi, siswa lain putus asa mencari pekerjaan, tapi dia sudah memiliki banyak uang,


bagaimana mungkin lelaki seperti itu tidak memiliki pasangan sebelumnya? Aku


tidak percaya sedikit pun dengan hal itu.


Aku


diam-diam memperhatikan ekspresi Candra dengan perasaan cemburu, foto yang


dimasukkan ke dompet, wanita itu pasti merupakan wanita yang sangat berharga


untuk Candra. Apakah dia cinta pertamanya?


Namun


aku hanya melihat Candra mengernyit lalu membuat foto dan dompet itu ke tempat


sampah, "Barang yang sudah bertahun-tahun lalu, seharusnya sudah dibuang

__ADS_1


sejak lama."


Dia


berkata dengan acuh tak acuh, lalu berbalik untuk mengemasi barang-barang


lainnya.


Melihat


reaksinya yang acuh tak acuh itu, aku merasa lega. Mungkin wanita itu hanyalah


wanita yang tidak penting baginya, keduanya mungkin sudah lama tidak


berhubungan. Sekarang aku adalah wanita yang dicintai Candra. Setelah menikah,


dia juga sangat setia pada pernikahan kami. Untuk apa aku memikirkan masa


lalunya?


Meskipun


aku tidak ingin memikirkannya, aku tetapi merasa penasaran. Saat Candra tidak


berada di tempat, aku bertanya pada salah satu teman Candra, Gabriel Halim yang


berusia satu tahun lebih muda dariku. Dia adalah salah satu teman Candra yang


cocok denganku.


Gabriel


mengatakan ketika Candra kuliah, dia memiliki seorang pacar, mereka pacaran


sampai lulus kuliah. Akan tetapi, wanita itu sangat egois, dia bukan hanya


tidak memikirkan perasaan Candra, bahkan dia sering berpura-pura sakit untuk


menguji Candra. meskipun Candra memohon, dia tetap menggugurkan janin berusia


lima bulan.


Janin


yang berusia lima bulan sudah bisa bergerak. Saat Gabriel bercerita, terlihat


kilatan penyesalan yang mendalam di matanya, bahkan orang lain saja merasa


sedih, apalagi Candra yang merupakan ayah dari anak itu, Candra patah hati dan


Aku


menghela napas dalam diam, aku merasa kasihan pada Candra. Untungnya, wanita


itu hanya masa lalu Candra dan aku yang bersama Candra di masa depan.


Memikirkan hal ini, hatiku menjadi ceria.


Namun


apa yang aku pikir terlalu sederhana, bagaimana mungkin Candra bisa dengan


murah melupakan wanita yang fotonya diletakkan di dalam dompet?


Saat


aku memikirkan hal itu, nomor yang sama kembali mengirimkanku pesan, 'Yuwita


Kusuma, ini adalah anakku dan Candra. Di reuni kelas tahun itu, Candra


memelukku dan berkata jika dia tidak pernah melupakanku. Menikahimu hanya


karena kebutuhan fisik, dia berharap bahwa aku bisa kembali padanya. Hari itu,


kami berhubungan hingga langit menjadi gelap, anak ini tercipta di hari itu.


Orang tua dan teman masa kecilnya mengetahui masalah kami. Setiap bulan Candra


akan datang ke sini untuk mengunjungi kami. Omong-omong, dia juga akan datang


besok. Kami akan membahas tentang pernikahan. Bagaimanapun juga, Julia sudah


beranjak besar, sudah waktunya untuk memberikan sebuah keluarga padanya.


Yuwita, apakah kamu menunggu Candra yang mengusirmu?'


Seketika


aku sulit bernapas, di benakku terlintas senyum bangga Stella Sanjaya. Gambar


Candra, Stella dan anak itu yang sangat dekat, ada sesuatu yang melonjak di

__ADS_1


hatiku, Stella, putri mereka, reuni teman sekelas .... Pandanganku menjadi dan


aku hampir tidak bisa bernapas.


Aku


dan Candra termasuk pernikahan yang sangat cepat, kami memiliki hubungan secara


tidak sengaja. Dia bertekad untuk bertanggung jawab, jadi setelah tiga bulan


kemudian mendapat ijazah perguruan tinggi, aku langsung menikah dengannya.


Setelah


kami menikah, dia sangat memanjakanku dan aku juga sangat mencintainya. Hari


itu, kami berhubungan di pagi hari, lalu dia pergi ke reuni teman kelas pada


siang hari. Saat kembali, waktu sudah tengah malam, tubuhnya berbau alkohol dan


begitu memasuki pintu, dia langsung menciumku dan berbisik, "Yuwita, aku


mencintaimu."


Aku


menolehkan kepala sambil tertawa dan berkata, "Candra, apa kamu sudah


gila? Aku tahu kamu mencintaiku. Cepat mandi dan tidur."


Namun,


dia masih tetap memelukku, lalu membenamkan kepalanya di leherku. Jika dipikir


sekarang, kelakuannya itu pasti karena rasa bersalah pada istrinya ini.


Saat


reuni teman kelas, dia berhubungan dengan mantan pacarnya, kenapa dia masih


tidak tahu malu berkata mencintai istrinya?


Aku


memegang ponsel dan menatap gadis di foto dengan mata yang sama dengan Candra.


Bagus sekali Candra.


Setiap


bulan pergi ke Kota Canis dengan alasan perjalanan bisnis, setidaknya pergi


dari tiga hingga lima hari. Aku tidak pernah ragu dengan alasan perjalanan


bisnisnya. Ternyata dia pergi ke Kota Canis untuk mengunjungi cinta pertama dan


putrinya. Dia sudah memiliki rumah di sana. Selama empat tahun aku hidup dalam


kebohongan. Hal yang lebih menjengkelkan adalah orang tua dan teman masa kecil


Candra mengetahuinya. Hanya aku satu-satunya orang bodoh yang tidak tahu


apa-apa.


Aku


menggertakkan gigi, hatiku seakan meneteskan darah. Saat itu, aku ingin


mengambil pisau dan membunuh Candra.


Saat


tengah malam, Candra baru kembali. Aku tidak bertanya apa pun, aku hanya terus


memelototinya.


Candra


menyunggingkan senyum dari sudut bibirnya, wajahnya terlihat semakin menawan.


"Ada apa, tidak senang?"


Aku


hanya tersenyum dingin sambil menatap wajahnya yang tampan dan anggun itu.


Mataku mengarah pada jakunnya. Pada saat ini, aku benar-benar ingin mencekik


lehernya.


Mungkin

__ADS_1


karena dia telah minum, Candra tidak sadar dengan rasa dingin dan kebencian di


mataku. Bibir tipis dan panas itu langsung menciumku.


__ADS_2