Kelembutan Yang Asing

Kelembutan Yang Asing
##Bab 5 Memberikan Anak pada Orang Lain


__ADS_3

"Apa


yang kamu takutkan? Stella yang meminta kita melakukan ini. Penjaga penjara


juga tahu, kalau mau menghukum pasti akan menghukum mereka terlebih


dahulu!"


Stella?


Sebelum aku pingsan, kata-kata Stella terngiang di benakku, "Aku akan


membuatmu hidup lebih lama di penjara, sampai kamu tua dan mati."


Ya,


dia meminta penjaga penjara menghasut para tahanan wanita yang membenciku untuk


menyiksaku dengan segala cara. Jika aku melawan, maka pasti akan terjadi


perkelahian. Orang yang mencari masalah akhirnya akan mendapatkan hukuman masa


tahanannya diperpanjang.


Saat


aku menyadari arti dari kata-kata Stella, mataku menjadi gelap dan aku tidak


bisa membuka mata lagi.


Ketika


aku bangun, aku sudah berada di rumah sakit. Penjaga penjara akhirnya takut


mendapat masalah dan melaporkan kepada atasannya. Aku dan anak di perutku


akhirnya bisa selamat.


Dengan


begini, kehamilan yang aku sembunyikan dengan susah payah diketahui oleh polisi.


Hal


yang sangat ironis adalah setelah aku dan Candra menikah, aku mencoba segala


macam obat pahit dan segala macam metode, tapi aku tetap tidak bisa hamil.


Setelah masuk penjara dan bercerai, aku malah menyadari aku sedang hamil.

__ADS_1


Janin


diperutku terselamatkan, pada saat yang sama polisi menemukan bekas luka di


sekujur tubuhku selain wajah dan kedua tanganku. Polisi bahkan lebih terkejut


dengan bekas luka di tubuhku.


Tahanan


wanita yang membalas dendam padaku dihukum dengan tegas, aku tidak tahu hukuman


apa yang mereka dapatkan karena tubuhku tidak memungkinkan aku meninggalkan


rumah sakit. Penjaga wanita juga mendapatkan hukuman serius, kabarnya dia


dipecat dari jabatannya.


Aku


meminta polisi untuk tidak memberi tahu Candra bahwa aku sedang hamil, tapi polisi


masih mencoba menghubungi Candra. Namun, informasi yang disampaikan oleh


seorang polisi yang menyampaikan berita adalah Candra berkata itu bukan


anaknya.


Dia


padanya. Selain itu, aku adalah wanita keji yang hampir membunuh kekasih dan


anaknya. Dia tidak akan ingin memiliki hubungan denganku lagi.


Saat


polisi mengucapkan kata-kata ini, aku yang berada di dalam kamar rumah sakit


mendengarnya dengan jelas. Saat itu, ujung jari dan hatiku bergemetar. Mataku


memerah, hati dan tubuhku terasa dingin.


Lelaki


itu adalah lelaki yang pernah aku cintai dengan sepenuh hati, lelaki yang


berhubungan intim denganku saat usiaku baru menginjak sembilan belas tahun


sebelum lulus kuliah, lelaki yang selalu membisikkan kata-kata menyentuh di

__ADS_1


telingaku. Dia sangat tidak berperasaan, janin di perutku adalah darah


dagingnya sendiri.


Meskipun


aku tidak ingin berhubungan dengannya lagi, itu tetap anaknya. Dia bukan hanya


tidak menginginkan anak ini, bahkan dia juga menyuruhku untuk menggugurkannya.


Dia bersikap sekejam ini, hatiku seakan terjatuh ke dalam gua es. Aku


bersumpah, Candra, asalkan aku keluar dari penjara ini, aku tidak akan pernah


membiarkanmu dan Stella hidup berbahagia.


Lima


bulan kemudian, aku melahirkan bayi laki-laki yang sehat dan gagah melalui


operasi caesar. Namun, sebagai tahanan aku tidak dapat merawat anak itu. Aku


adalah yatim piatu, jadi aku tidak memiliki kerabat. Aku meminta polisi untuk


mencarikan orang tua kepada anakku. Suami dan istri yang baik hati dan keduanya


memiliki pekerjaan yang stabil. Pria itu menderita azoospermia dan tidak bisa


melahirkan anak. Anak itu pun dibawa pergi oleh mereka.


Aku


hanya melirik anak itu sebentar, aku mengingat wajah kecilnya yang tembem,


suara tangisan dan tanda lahir biru di paha anak itu.


Aku


tidak meninggalkan tanda apa pun kepada anakku yang dapat membuktikan bahwa


kami adalah ibu dan anak. Aku tidak ingin ada jejak Candra dalam hidupku.


Meskipun tindakanku ini sangat kejam, aku memberikannya pada orang tua yang


bisa menyayangi dia, sehingga dia tidak perlu hidup menderita.


Cindy


pernah menangis dan ingin mengambil anak itu, tapi aku tidak memberikannya. Dia

__ADS_1


sudah sulit untuk menghidupi dirinya sendiri. Selain itu, ini adalah anak


Candra. Bagaimana mungkin aku membiarkan anak Candra menyusahkan sahabatku?


__ADS_2