
2hari semalam sudah Ell masih belum sadarkan diri..
Radit yang khawatir dengan keaadaan Ell,masih enggan meninggalkan kamar Ell..
kapan dia akan sadar,?
tanya Radit pada Ridwan yang sengaja melihat keadaan Ell..
sepertinya kalian memang berjodoh,.
ucap Ridwan yang tidak mnjawab pertanyaan Radit..
aku keluar dulu,kalau terjadi sesuatu langsung peluk erat dia saja..
ucap Ridwan yang lagi lagi membuat Radit bingung..
Ermmmhh.. terdengar suara lenguhan Ell sesaat setelah Ridwan menutup pintu kamar..
kau sudah sadar..!! tanya Radit dengan tersenyum..
Ell mulai mengerjapkan kedua matanya..
kau..kenapa kau yang ada disini.. ucap Ell dengan sedikit nada tinggi..
apa kau ingin orang lain yang melihat keadaanmu..!! tanya Radit..
Keluar.. keluar dari sini..!! pinta Ell dengan tatapan tajamnya..
dan tees.. terlihat darah segar keluar dari lobang hidung Ell..
apa yang terjadi..!! Radit panik melihat darah itu..
Aku bilang KELUAAAAR.!!!
bentak Ell kepada Radit..
sontak Radit teringat akan ucapan Ridwan sebelum keluar dari kamar Ell..
__ADS_1
Radit langsung merengkuh tubuh Ell dalam dekapannya,di peluknya dengan erat tubuh Ell yang terus berusaha berontak melepaskan pelukan Radit..
jadi ini maksutnya,apa dia malu karna aku menyaksikan efek dari kelebihannya itu.. dialog Radit dalam hatinya sendiri..
Tenanglah.. aku akan selalu bersamamu,aku tidak peduli bagaimana pun keaadaanmu.. ucapan Radit yang masih terus memeluk Ell..
Ell pun ketika mendengar ucapan itu,sudah mulai berhenti untuk berontak,bahkan sekarang,Ell berbalik membalas pelukan Radit,.
isak tangis terdengar lolos begitu saja dari mulut Ell,entah apa yang Ell rasakan sekarang,sampai akhirnya Ell pun tertidur lagi dalam pelukan Radit..
dengan perlahan,Radit merebahkan tubuh Ell dengan tangannya yang menjadi bantal untuk kepala Ell,Radit memiringkan tubuh Ell menghadapnya dan kembali memeluk Ell,sampai akhirnya Radit ikut tertidur di sebelah Ell..
kini jam dinding sudah menunjukkan pukul 4sore..
Radit terbangun lebih dulu,ditatapnya sejenak wajah Ell yang masih terlihat sedikit pucat,di kecupnya kening Ell perlahan,yang ternyata membuat Ell terbangun dari tidurnya..
Ell nampak malu ketika melihat keadaannya yang hanya memakai selimut dan berada dalam pelukan Radit juga..
Radit tersenyum melihat wajah Ell yang seperti kepiting rebus..
apa kau lapar..? tanya Radit dengan menyingkap anak rambut yang sedikit menutupi wajah Ell..
tidak lama kemudian..
Radit menyodorkan setangkup sandwich dan segelas susu hangat kepada Ell..
kata kakakmu,setelah sadar,kau tidak bisa langsung makan nasi,jadi aku buatkan ini saja..
Ell mengangguk dan menerimanya..
setelah selesai memakan sandwich dan meminum segelas susu itu,Ell menaruh nampannya di nakas sebelah tempat tidurnya..
tanpa Ell sadari,selimut yang menutupi tubuh bagian atasnya turun kepangkuannya,terlihat jelas gunung kembar milik Ell yang sangat bisa membuat Radit dan juniornya langsung gelisah..
Ell menatap Radit dengan heran,dan saat Ell tahu kemana arah tatapan Radit,Ell langsung buru buru menarik ke atas selimutnya lagi..
yaaaaacchh.. kok ditutup,aku kan belum puas melihatnya,bahkan menyentuhnya saja belum.. ucap Radit dengan ringannya..
__ADS_1
Ell pun mencoba berdiri dari ramjang untuk mengambil pakaian yang akan dikenakannya..
kau mau kemana..?
mau ambil baju,.
biar aku saja,kau jangan banyak bergerak dulu..
Radit berdiri dan berjalan ke lemari pakaian Ell,mengambil satu set lengkap baju rumahan dan kembali ke arah Ell lagi..
biarkan aku membantumu memakainya,aku janji akan berusaha menahannya.. ucap Radit dengan menaik turunkan kedua alisnya..
karna Ell hanya diam,Radit pun langsung membantu Ell mngenakan pakaian rumahnya..
Ell merasakan sensasi yang lain ketika kulitnya tersentuh tangan Radit,tubuhnya merinding, dan semakin merinding ketika Radit mencium leher samping Ell..
Radit merasa lucu dan yakin bahwa Ell terangsang dengan perlakuannya,dia malah terus dan terus lagi mencium leher jenjang itu..
Ell terus menggeliat dan malah memejamkan matanya,seakan akan Ell menikmati perlakuan Radit itu..
apa kau menginginkan apa yang aku inginkan juga.. tanya Radit berbisik di telinga Ell sambil sesekali menjilati telinga Ell, dan tangannya mulai meremas gunung kembar itu dengan lembut..
aku masih lelah,.ucap Ell menatap Radit dengan tatapan sayu..
kau cukup diam dan menikmatinya,biarkan aku yang bergerak sepenuhnya..
ucap Radit yang langsung merebahkan tubuh Ell kembali..
dengan lembut Radit menciumi kening,pipi,bibir dan terus turun kebawah dari bagian tubuh Ell..
dan akhirnya mereka pun melepaskan hasratnya masing masing dengan sebuah penyatuan antara dua badan..
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...