
2 bulan setelah acara pernikahan Ell dan Radit..
Sayaaaang.. tidak bisakah kau menunda keberangkatanmu.?
tanya Ell pada anak semata wayangnya.
Bunda.! Arga ingin lekas sampai dan menyelesaikan segala pembelajaran di sana,Arga ingin menjadi satu satunya orang yang dapat melindungi orang orang terdekat Arga, terlebih Bunda..
kata Arga.
Hey Boy!!
Apa kau meragukan kemampuan Ayah.?!
tanya Radit kemudian.
maksut Arga bukan begitu Ayah..
jawab Arga di iringi helaan nafas dan senyum kecilnya.
bukankah Ayah sudah berjanji akan membuatkan Arga adik adik yang lucu,?
kita akan bagi tugas Ayah,.
Ayah membuatkan Arga adik,sedangkan Arga akan cepat belajar menjadi pelindung.
Sayang,.kau harus tumbuh dewasa dulu baru bisa menjadi seperti yang kau inginkan,untuk sekarang,nikmati saja masa kanak kanakmu ini ya..
ucap Ell dengan memeluk erat Arga, Ell terharu akan kata kata putranya yang akan menjadi pelindungnya kelak.
Deru mesin dari suara burung besi terdengar di halaman belakang mansion Radit..
kak Diego,, tolong jaga Arga, jangan biarkan dia semakin menjadi sosok orang yang tidak aku kenal, cukup sekali saja aku melihatnya seperti itu kak..
ucap Ell kepada Diego,yang teringat akan sikap sadis Arga memperlakukan seseorang yang akan merusak acara pernikahannya 2 bulan yang lalu..
Maaf Ell,aku tidak bisa berjanji,tetapi mungkin aku bisa mengusahakan hal untuk antisipasinya.
kita tidak bisa memungkiri sesuatu yang sudah menjadi jalan takdirnya..
ucap Diego sambil memandang Arga yang terlihat sedang berpamitan dengan Baroon dan Birin,yang terlihat juga singa singa itu nampak tidak rela akan kepergian Arga..
cukup lama Ell berada di halaman belakang,meski burung besi yang membawa putranya pergi ke negara lain sudah tidak terlihat lagi.
__ADS_1
Radit melingkarkan kedua tangannya di perut Ell dari arah belakang,dan berkata,ayo kita masuk kedalam,percayalah putra kita akan baik baik saja,dan sekarang sudah waktunya aku mengerjakan tugas,ucap Radit di iringi kerlingan mesumnya,.
masuk bulan ke lima usia pernikahan Ell dan Radit..
pagi ini terdengar suara berisik dari halaman samping mansion Radit,terdengar suara para maid yang memohon dengan suara memelas..
Bagaimana ini.?!
ucap salah satu maid yang sudah gemetar menyaksikan nyonya mereka berada di atas pohon mangga..
Nyonyaaaa,!!
saya mohon turunlah nyonya,kalau sampai tuan tahu,tuan akan marah besar nyonya..
ucap maid satunya lagi.
Tidak akan..!!
kalian tenang saja,tuan kalian tidak akan mungkin kembali dengan cepat,dia sedang ada rapat penting di kantorny,jadi kalian tenang saja..
ucap Ell yang sedang duduk asik di salah satu dahan pohon sambil memakan buah mangga muda,.
terlihat Ell sangat menikmati aksinya itu,sedetik kemudian pandangannya beralih ke arah buah mangga yang terlihat jauh di atasny,Ell menelan ludah memandangnya..
diapun mulai berdiri dan terlihat akan memanjat lebih tinggi lagi untuk mendapatkan buah itu,.
ucap para maid yang bersautan meminta Ell untuk segera turun,mereka benar benar khawatir akan keselamatan nyonyanya itu,terlebih lagi mereka juga khawatir akan hukuman apa yang akan mereka dapatkan dari tuannya,karna telah lalai membiarkan nyonyanya memanjat pohon..
ini tidak bisa dibiarkan,jika terlalu lama di atas sana,aku takut akan terjadi sesuatu pada nyonya.!!
ucap kepala maid yang juga terlihat gelisah menatap ke arah istri tuannya itu..
lalu apa yang harus kita lakukan.!?
ucap maid yang paling muda di antara para maid.
tidak ada cara lain, aku akan mengabari tuan,saat ini keselamatan nyonya yang lebih penting,biarlah aku yang akan menangung amarah tuan..
Setengah jam kemudian,.
Radit berlari dengan tergesa gesa memasuki halaman samping mansionnya,Radit syok dan mulutnya menganga lebar menatap tidak percaya melihat istrinya yang berada di atas pohon mangga.
maafkan kami yang tidak becus menjaga nyonya tuan..!!
__ADS_1
ucap serempak para maid yang melihat keterkejutan tuannya..
ambilkan tangga,cepaaaat.!!!
perintah Radit dengan nada tinggi.
setelah mendengar penjelasan para maid tentang istrinya yang tidak mau turun, meski sudah di bujuk dengan berbagai cara,Radit pun berusaha memikirkan cara bagaimana merayu istrinya agar turun dari pohon itu.
Sayaaaang.!! turunlah, Arga menelfon dan ingin berbicara denganmu.
ucap Radit yang sontak membuat Ell menghentikan aksinya.
Benarkah..!!
tanya Ell memastikan.
iya sayang,ayo cepat turun..
kata Radit yang semakin meyakinkan Ell..
Mana.!!
kata Ell dengan menadahkan telapak tangannya meminta ponsel Radit,ketika sudah turun dari pohon mangga yang tinggi itu..
tapi bukan ponsel yang di dapatkan Ell,melainkan pelototan tajam dari Radit.
kau membohongiku.?
tanya Ell dengan raut wajah sedih dan tidak berdosa karna telah membuat Radit sport jantung.
jika aku tidak membohongimu, apa kau mau turun dari sana.?
jika aku tidak membohongimu, apa kau akan terus berada di sana.?
apa kau ingin aku lekas mati karna ulah ulahmu itu ha.!!
Radit terlihat sangat marah,dia tidak habis pikir,ada apa dengan istrinya, kemarin memanjat pohon kelapa,sebelumnya lagi, pergi menyelinap ke hutan yang berada di belakang mansion untuk memanjat tebing,juga hal hal gila lainnya lagi..
kenapa akhir akhir ini kau membuatku sakit kepala sayang,?
ada apa denganmu.?
ucap Radit yang sudah memeluk Ell dengan erat,karna Ell nampak mulai bersalah dan matanya juga nampak merah mengembun..
__ADS_1
Maaf..!!
ucap Ell lirih dibalik dada radit,diapun tidak mengerti apa yang membuatnya liar seperti itu..