Kenangan Pahit Di Paris

Kenangan Pahit Di Paris
Begadang


__ADS_3

Yovita telah tiba di Jakarta dengan perasaan yang hancur bagaimana tidak kesuciannya telah direnggut oleh pria yang tidak dikenal.


Tidak ada yang mencurigakan terhadap Yovita bahkan keluarganya tidak mengetahui apa yang terjadi terhadap putrinya itu.


''Bagaimana liburan mudi Paris, Yov?" tanya ibu sambil mengambil teh untuk suaminya sekaligus untuk Yovita.


''Menyenangkan Bu,'' jawab Yovita sambil tersenyum namun perasaannya begitu getir dirinya saat ini sedang bermasalah.


''Ayah dan ibu juga ingin ke sana tapi karena masalah tugas kantor menjadi terhalang,'' ucap ayah.


''Lain waktu pasti bisa kita ke sana ayah,'' balas ibu.


''Kita bertiga seharusnya ke sana bersama dan mengambil kenangan yang manis, ya kan Yovita?" tanya ayah lalu menatap putrinya itu yang dari tadi diem.


''Ya ayah,'' jawab Yovita gugup.


''Kamu ada masalah Yovita? Dari tadi kamu diam aja?" tanya ibu sambil meneliti wajah Yovita yang terlihat pucat.


''Yovita ingin istirahat Bu. Perjalanan dari sana ke sini begitu jauh membuat tubuhku lelah,'' alasan Yovita.


''Naik saja ke atas nanti ibu akan bangunkan waktu makan malam.'' Yovita mengangguk mengerti langsung beranjak dari sana.

__ADS_1


Kedua orang tuanya melihat gelagat putrinya itu aneh namun ditepis karena tidak mau berpikiran yang tidak-tidak.


Sesampainya di kamar Yovita langsung menuju ke kamar mandi membasahi seluruh tubuhnya yang sudah kotor.


Dia menangis diri sendiri karena tidak bisa menjaga tubuhnya hingga akhirnya pria itu mengambil segalanya.


''Apa yang harus kulakukan sekarang? Lambat laun ibu dan ayah akan mengetahui yang sebenarnya terjadi?" tangisnya.


Yovita terus menerus menangis sampai lupa waktu istirahat ya namun berbeda dengan pria yang berada di kota Paris sedang marah kepada seluruh karyawannya.


''Kenapa kamar itu tidak bersih masih banyak benda yang ditinggalkan wanita itu?" bentak Faris.


''Maaf Tuan, kami akan cek kembali,'' jawab manager.


''Setidaknya mereka tidak curiga kalau aku adalah salah satu penghuni kamar itu, mau ditaruh di mana wajahku?" tawa Faris.


Faris sama sekali bahkan tidak mau mencari tahu mengenai wanita yang bersamanya kemarin malam. Dia hanya berpikiran kalau Yovita adalah wanita bayaran yang dikirim madam Paris kepadanya.


Tapi itu semuanya tidak benar Faris salah betul mengenai Yovita sebenarnya dia adalah wanita baik-baik.


Satu bulan berlalu pasca kejadian di Paris, Yovita mengalami mual yang begitu hebat di kamar mandi ya.

__ADS_1


''Aku kenapa terus mual ya?" gumamnya.


''Yovita, kenapa belum turun nak?" panggil ibu sambil mengetuk pintu kamar Yovita.


''Ya Bu, Yovita akan turun,'' sahut Yovita.


Ibu tetap tidak curiga terhadap Yovita turun ke bawah untuk menemui suaminya sedang minum kopi.


''Yovita mana, Bu?" tanya ayah.


''Itu dia ayah,'' tunjuk ibu.


Kedua orang tuanya melihat Yovita heran karena wajah putrinya itu pucat tidak seperti biasanya.


''Kau sakit, Yovita?" tanya ibu.


''Tidak Bu, Yovita sehat kog,'' bohongnya.


''Tapi wajahmu kenapa pucat sekali?" tanya Ibu lagi.


''Kelelahan Bu. Yovita Minggu depan ujian beberapa hari ini aku selalu begadang,'' alasannya.

__ADS_1


''Jangan begadang terus Yovita, ingat kesehatan adalah nomor satu,'' peringat ayah.


''Ya ayah,'' jawab Yovita sambil tersenyum lalu mereka menikmati serapan pagi bersama namun, tiba-tiba Yovita mual hingga kedua orang tuanya menatapnya curiga.


__ADS_2