Kenyataan Tak Terduga

Kenyataan Tak Terduga
Perhatian


__ADS_3

Azka langsung menarik tangan Reva untuk keluar dari tempat tersebut. Di mobil Reva hanya diam dan menangis. Di pikirannya masih terngiang-ngiang ucapan yang Reihan katakan tadi. Reva berpikir (Apakah aku seburuk itu? Apakah aku jalang?). Reva takut bila ia mengecewakan Azka


Sesampai di hotel Azka membukakan pintu mobil untuk Reva dan menggandengnya untuk ke kamar. Di perjalanan ke kamar pun Reva hanya diam dan air matanya terus membanjiri pipinya. Sampai di kamar dan menutup pintu Azka menangkup wajah Reva dengan kedua tangannya


"Hai jangan nangis lagi" Azka menyeka air mata Reva dan memeluknya "nangis aja kalo pingin nangis"


Seketika Reva langsung menangis sejadi-jadinya


"Huaaa apa aku seburuk itu Ka?"


"Apa gue ga pantes buat kamu?"


"Apa gue ini jalang?"


"Kenapa gue kyk gini Ka?"


"Huaaaaaa"


"Hey hey Rev gue cuma bercanda jangan nangis kamu ga kaya gitu, itu hanya mulut sampah jangan di dengerin" sambil mengelus-elus punggung Reva "Ganti baju dulu gih" suruh Azka yang di turut i Reva


Setelah berganti baju mereka rebahan di kamar tangis Reva juga sudah mulai reda.


"Yaudah bobok ya" suruh Azka dengan senyum tipis


"Heemm :)"


"Udah ihh sini gue peluk" Azka langsung memeluk Reva dan mencium pucuk kepala Reva


Reva tidak marah, tapi ia merasakan kenyamanan dan aman di pelukan Azka. Tidak lama kemudian Reva terlelap dalam pelukan Azka


(Dasar cewek bodoh, tapi cantik juga kalo di liat, kasihan juga kalo nangis) gerutu Azka sambil mengusap pipi Reva pelan. Lalu tiba-tiba Hp Azka berbunyi ternyata ada panggilan dari Mamanya

__ADS_1


"Hallo mam?"


"Kamu dimana sayang?"


"Aku sama Reva udah di Hotel mam"


" Yaudah mama mau ke Hotel, mama pengen ngomong sama kamu"


"Oke mam"


Sampai di hotel mama dan papa Azka langsung masuk ke kamar Azka.


"AZKA"


"Stttttt" Azka menempelkan telunjuknya ke mulutnya "Reva udah tidur mam"


"Kamu buat masalah sama anak keluarga Kusuma ya?"


"Kenapa?"


"Karena dia bilang Reva itu jalang dan dia kata kalo aku udah bosen sama Reva dia mau aku kasih Reva kedia, dari tadi sampe saat ini dia masih nangis dan tidur sambil ngluarin air mata dia juga ngigau terus mam,pap"


"Ohhh dasar beraninya dia nyakitin menantu mama"


"Pokoknya kamu harus jaga Reva bagaimanapun caranya"


"Insyallah pap"


"Yaudah kalo gitu mama sama papa balik ke kamar dulu ya mau istirahat kamu juga langsung istirahat"


"Iya-iya"

__ADS_1


Setelah mengantarkan ortunya ke depan pintu Azka masih memikirkan Reva ia yang ingin menonton tv mengurungkan niatnya dan malah menghampiri Reva yang tengah tertidur. Reva tertidur tapi badannya berkeringat dan masih mengigau. Azka lalu menyentuh dahinya dan ternyata panas. Azka mencoba membangunkan Reva


"Revv bangun" menggoyangkan bahunya "Rev sayang bangun"


Reva mendengar suara Azka lalu sedikit membuka mata


"Hmmh?"


"Ke rumah sakit ya? Badan kamu panas"


Azka langsung menggendong Reva keluar untuk ke rumah sakit. Reva hanya menyandarkan kepalanya di dada Azka dan menutup matanya. Sampai di rumah sakit Reva di tangani oleh dokter dan Reva harus opnam. Reva hanya banyak pikiran dan kecapekan. Azka terus mendampingi Reva, ia hanya tidur dari kemarin dia belum sadar. Dan pada saat sadar


"Kaaa emhhh gue dimana"


"Hah? Oh di rumah sakit lo demam tinggi kemarin"


"Ohhh pengen es buah Ka"


"Lah bocah baru aja siuman mintanya es buah, besok ya kita balik ke jakarta dulu baru kita beli es buah"


"Janji?"


"Janji sayang" sambil mengelus rambut Reva


Reva sudah boleh pulang dari rumah sakit ia dari rumah sakit langsung menuju bandara karena sudah membeli tiket dan tidak dapat di batalkan.


2 jam berlalu mereka sudah sampai di jakarta


Sesampai di rumah mereka langsung merebahkan badannya di kasur. Reva langsung tertidur Azka yang melihatnya hanya tersenyum dan mencium pucuk kepalanya sambil berkata


"Gue sayang lo Va"

__ADS_1


__ADS_2