Kenyataan Tak Terduga

Kenyataan Tak Terduga
Episode 25


__ADS_3

Miya mendekati Reva


Miya "apaan dah?"


Reva "kesono yuk (menunjuk ke stand spageti)


Miya "hayuk gas"


Reva dan Miya menuju ke stand spageti untuk mengambil spageti. Selesai mengambil mereka bergabung di meja Zaky dan Ferdi mereka juga sedang makan.


Azka, Kevin dan Arivin mereka sedang berbincang-bincang hangat tentang perusahaan keluarganya dan perusahaan yang mereka bangun.


Pricila and the gank berjalan menghampiri Azka dan teman-temannya yang sedang minum


Biasalah cari perhatian wkwk


Pricila "Hay Azka........ (Memegang bahu Azka dan mengelusnya)"


Azka "(menepis tangan Pricila dari bahunya) apaan lo?" Tatapan dingin


Pricila "gue boleh ikut gabung kalian ga?"


Ketiga cowok tersebut hanya melihat Pricila datar, mereka tidak menjawab boleh atau tidak tapi Pricila tetap tidak pergi.


Keluarga Magasta sudah datang, semua tamu undangan di persilahkan duduk di meja yang sudah di siapkan.


Azka duduk di samping Papanya. Di meja tersebut terdapat 5 kursi yang mengelilingi


Kursi tersebut di isi oleh


Azka, Hermawan,Adimas,Kevin dan Aryana (ayah Kevin)


Mereka membahas tentang bisnis 'bisnis terosssss wkwk'


Sedangkan Reva


Reva duduk di tengah kedua mamanya Rita dan Erna


Sama halnya dengan Azka....... Meja Reva di kelilingi 5 kursi dan kursi tersebut di tempati oleh


Reva, Rita,Erna, dan Miya


Saat acara pembukaan sudah selesai mereka melanjutkan makan-makan. Reva melihat ibu Sisila dan Sisila berjalan mendekati mejanya.


Siti "hallo nyonya Erna.....nyonya Rita (cipika cipiki) bagaimana kabarnya?"


Erna "eh hayy baikk......"


Rita "hay iyaa baik......"


Reva dan miya ikut bersalaman. Lalu Siti memperkenalkan Sisila kepada Erna dan Rita


Siti "Perkenalkan ini putri saya Sisila Magasta"


Sisila "hai tante (mencium tangan Erna dan Rita)

__ADS_1


Siti "ini siapa ya (melihat Miya dan Reva)


Erna ingin menjawab tapi di tahan oleh Reva


Reva "Ehem perkenalkan saya Reva" tersenyum


Miya "saya Miya putri dari keluarga Khoirul"


Siti "Pebisnis baru ya?" dengan sombong


Reva "emh? Iya tante"


Siti "bisa pindah ketempat lain? Kamu berdua tidak pantas duduk di samping nyonya Rita dan Erna. Pebisnis baru emang tingkahnya seperti ini ya cari muka?" tersenyum sadis😈


Rita dan Erna ingin menampar mulut Siti tetapi mereka di beri kode mata dengan Reva agar tidak melakukan apa-apa


Miya yang tidak mau mendengar ocehan orang sombong lagi. Ia menarik tangan Reva untuk pindah tempat duduk


Reva "(set dah horang kwaya swombongnya mwinta ampwun. Pantes sifat anaknya sama nular dari emboknya hiii.)" Batin Reva merinding


⭐Di meja mama⭐


Rita "sekolah di mana cantik?"


Sisila "di SMA HARAPAN BANGSA tante"


Erna "oh berarti satu sekolah sama Azka,Reva dan Miya ya?


Sisila "iya tante..... Oh ya tante Azka tidak ikut pesta?"


Reva dan Miya pindah ke meja yang jauh dari ayah dan mamanya. Ia pindah ke meja di pojok belakang. Siapa sangka Pricila and the gank yang sudah duduk pait di samping orang tuanya masing-masing. Berjalan menghampiri Reva


Pricila "hay jalaaaaang.........(tersenyum mengejek) udah lo itu mundur aja orang tua Azka juga ga bakal tertarik sama elo. Ya ga guys? Hahahaha"


Reva "yang jalang itu elo" sambil memakan cake


Sisila "apa? Lo bilang apa tadi? Ngaca lo!"


Reva "(sebenernya tubuh lo ada apanya sih Ka😡ada emasnya? ada berliannya? masa iya? kok gue ga tau🤔 orang jelek kaya gitu aja di rebutin) terus?"


Pricila "ngelawan lo ya?"menampar Reva tapi di tahan oleh Miya


Miya "dasar lo beraninya kroyokan minggir lo semua"


Akhirnya mereka pergi. Pesta selesai pukul 9 malam. Semua bubar...... Semua pergi kembali ke hotel masing-masing.


Reva yang sedaritadi diam membuat Azka bingung.


Azka "kenapa?" memegang tangan Reva


Reva "eh emh? Gapapa" tersenyum canggung


Akhirnya mereka sampai di hotel.


Sampai kamar Reva langsung berganti baju dan ingin tidur sebenernya ga ngantuk sih habis bingung mau ngapain wkwk.

__ADS_1


Azka memaninggil Reva dari ruang Tv


Azka "Vaaaa sini dong"


Reva yang hampir merebahkan badannya akhirnya bangun dan menuju ruang Tv


Reva "apaan dah?"


Azka "main PS kuy?"


Reva "Halah Ka.....Ka.......udah malem(meninggalkan Azka) HAYUK gas" dengan sumringah


Azka "dasar......(tertawa kecil)"


Mereka main PS berdua sampai larut malam. Sampai lupa siapa yang tertidru duluan.


Hari sudah pagi Reva bangun terlebih dahulu, terasa sesuatu melingkar di perut Reva dan badan Reva terasa berat.


Reva "set dahhhh ba da n be rat banget huft. Bang bangun bang sholat kuy" menepuk-nepuk pipi Azka


Azka "entar 5 menit lagi"


Reva "serah deh kalo gitu aku sholat duluan"


Azka "iya-iya"


Setelah selesai sholat Azka memesan sarapan kepada resepsionis. Ia memesan nasi goreng dan salad buah. Tak lama kemudian pesanan Azka datang, ia membayarnya dan membawanya ke balkon hotel dimana Reva duduk


Reva membuat coklat panas dan meminumnya di balkon hotel tersebut.


Tiba-tiba Reva berbicara sambil melamun


Reva "susah ya Ka jadi kita hehe :) "


Azka "susahnya?"


Reva "yah.....susah gue malah jadi pengen jadi orang biasa :) yang bisa bahagia tanpa memikirkan sesuatu. Yang bisa memiliki sesuatu dengan utuh dan bisa bersyukur dengn apa yang udah mereka milik. Tapi gue? Mau bahagia aja dimana-mana musuh. Gue udah berusaha jadi yang terbaik, gue udah berusaha ga ngeladenin mereka tapi apa? Susah Kaaa" tanhis Reva pecah


Azka yang mengetahui beban Reva tersebut memeluk Reva dan mengelus-elus punggungnya.


Thankyou readers udah mau baca karya aku


terus dukung karya aku ya😚😉


Jangan lupa untuk


✳️Like


✳️Vote


✳️Comment


aku masih butuh belajar dari kalian😊


Thank you ♥️

__ADS_1


I love you readers😍


__ADS_2