Kenyataan Tak Terduga

Kenyataan Tak Terduga
Episode 15


__ADS_3

Sesampai di apartemen Azka langsung mendobrak pintu apartemen Reihan,dan benar saja Reihan akan mencumbui Reva


"Jangan sentuh gue!"


"Pergi!"


"Pergi...... hiks hiks hiks"


"Lo bakal jadi milik gue Reva sayang" sambil mencium leher Reva


Reva terus memberontak dan menangis


Azka yang melihat itu langsung menarik Reihan dan mendorongnya hingga terjatuh. Azka memberikan jaketnya untuk menutupi tubuh Reva lalu Azka mendekati Reihan dan memukulinya samapai tidak bedaya


"Gue udah pernah bilang jangan sentuh cewek gue! ***"


Azka menggendong Reva yang ketakutan keluar dari apartemen dan masuk ke dalam mobil.


Sampai di parkiran apartemen Reva langsung membuka pintu mobilnya dan berlari menuju kamarnya. Azka langsung menyusul Reva ke kamar


Reva menghidupkan shower di kamar mandi dan menangis


"Kenapa nasib gue kaya gini terus?!"


"Kenapa"


"Kenapa"


"Tuhan ga adil"


Azka yang mendengar itu langsung terdiam


(Gue ga becus banget sih jagain dia, dia udah di titipin ke gue, Azka lo bodoh, bodoh, bodoh) sambil memukul-mukul kepalanya


Azka langsung memeluk Reva dan berkata


"Maafin gue Rev, maafin gue ga bisa jagain lo, mulai sekarang gue bakal ada di samping lo terus. Sekarang udah ya nanti kedinginan kalo lama-lama di sini"


Reva diam tapi menuruti perkataan Azka


Setelah mereka berganti pakaian Reva berbaring di kasur dan masih diam tidak seperti biasanya


Azka mendekatinya dan menyuruhnya untuk tidur


"Tidur ya?" Sambil memeluknya


Reva tidak menolak hanya kenyamanan dan rasa aman yang ia rasakan. Sampai akhirnya diapun tidur


"Gue janji Va gue bakal jagain lo semampu gue" ucap Azka lirih dan mencium pucuk kepala Reva


(Ga tau kenapa gue ga bisa bersikap dingin sama dia) gumam Azka.


Pagi-pagi Azka bangun ia melihat pemandangan indah pertama kalinya melihat sosok wanita yang sudah berstatus istrinya


Cantik, imut, putih,


(Kenapa jantug gue deg degan kenceng gini?) Gumam Azka

__ADS_1


Azka lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, selesai mencuci muka ia kembali ke tempat tidur membangunkan Reva. Tapi tiba-tiba


"Cupp" satu ciuman mendarat di pipi Reva


"Va bangun sekolah ga?"


"Revv"


"Gue cium lagi nih, muuuuuuuuuaaa"


Belum sempat mencium satu pukulan mendarat di pipi Azka


"PLAKKK"


"APAAN SI CIUM-CIUM, BUKAN MUKRIM BAMBANG!"


"YA AMPUN, PIPI KU SUDAH TERNODAI"


Azka memutar bola mata jengah, sambil menoyor kepala Reva


"Gue kan suami lo ege masa iya bukan mukrim"


"Ehh iya ya lupa"


"Dasarr oneng, sekolah ga?"


"Iya deh sekolah" dengan senyum sumringah


Reva cepat melupakan kejadian kemarin dengan Reihan. Ia tak mau ambil pusing ia hanya tau sekarang ia bahagia di samping Azka walaupun tidak terlalu Romantis


Sampai di sekolah semuanya berjalan seperti biasa Reva bahagia bertemu teman-temannya Azka sebagai ketua Osis yang kadanh di ruang Osis mengatur rapat seperti biasa


Dari tadi Reva hanya diam dan menundukkan kepala


"Rev lo sakit? lo laper? UKS? Kantin Rev? Lo kenapa?" Tanya Miya


"Bacot sih lo ah minggir sana perut gue sakit Miyaaa!! :("


"Gue beliin roti di kantin ya?"


"Iya deh boleh"


Miya dan teman-teman berpapasan dengan Azka


"Eh lah Reva kemana?"


"Dia sakit pertunya ini gue mau beliin makan"


"Oh oke tolong beliin ya"


Azka berlari kecil menuju kelasnya ia melihat Reva hanya memegang i perut dan menundukkan kepalanya langsung saja ia gendong tubuh Reva ke UKS. Reva yang kaget tubuhnya terangkat langsung teriak


"Wadooh badan gue kenapa"


"Stttttt diem kalo sakit ke UKS oneng"


Reva lega ternyata Azka yang menggendong ya. Banyak sorakan dari teman-temannya

__ADS_1


"CIEEE REVAA"


"PJ VA PJ"


"CIEEERR "


Disepanjang jalan pun banyak orang yang memperhatikan mereka. Banyak yang bertanya-tanya pada mereka sebenarnya ada apa antara mereka berdua. Walaupun mereka serasi


Azka meletakkan Reva di bankar dan bertanya


"Masih sakit Va?"


"Ehemmm kayanya mau dapet deh" jawab Reva masih menutup mata


"Pulang aja? Apa ke rumah sakit?"


"Ya masa iya cuma kaya gini ke rumah sakit ketawain dokter dong gur"


"Ya terus? Miya baru otw kesini beliin makan katanya"


"Iya tau, lo balik ke kelas aja sana biar gue kesini sendiri"


"Ntar aja"


Miya datang membawa tas Reva


"Nih anterin oulang aja sono ntar gue ijinin kalian"


"Oke deh makasih ya"


"Iya hati- hati kalian"


Miya pergi mengijinkan Reva dan Azka


"Bisa jalan?"


"Enggak :("


"Yaudah gue gendong ya"


"Tapi Kaaa....."


"Apa lagi?"


"Maluuu"


"Udah gapapa"


Sepanjang perjalanan menuju parkiran Reva hanya membenamkan kepalanya di dada Reva


"Malu Ka gue malu" ucap Reva lirih


Dan Azka hanya tersenyum.


Thank you gaes udah mau baca karya ku❤️❤️


Jangan bosen ya sama karya ku

__ADS_1


lope yu kalean.


__ADS_2