Kenyataan Tak Terduga

Kenyataan Tak Terduga
Episode 13


__ADS_3

Hari ini mereka masuk sekolah. Reva dan Azka sudah bersiap-siap, hari ini mereka berangkat menggunakan mobil karena Reva membawa paper bag banyak untuk temannya


Sampai di kelas


"REVAAAA gue kangen sama lo" teriak Miya dari bangkunya


"Gue juga huaaa"


Sambil berpelukan, lalu tiba-tiba Azka berdehem


"EHEMMM!"


"Eh iya ini baju dari Jogja kita kembaran ber 4 yaah"


"Makasih Revvvv"


Bel pelajaran berbunyi semua siswa sudah duduk di bangkunya masing-masing. Tiba-tiba Pak guru berkata


"Murid-murid berhubung bapak ada rapat di pusat, kalian megerjakan halaman bab 3 semua ya, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab semua murid


ANDDDD.....


"HORAAAAY JAM KOS ........ JAM KOS..... JAM KOS.... JAM KOSSS......"


"Lega guee akhirnya ga mikir matematika puseng mwah😍 gue mau tidur aja" ucap Miya "ini tadi kaga di kumpulin kan?"


"Enggak" jawab Lisa


Tetapi Reva hanya diam dan tetap mengerjakan tugas


Miya bertanya kepada azka


"Ka kekantin ya? Laper"


"Ga boleh"


"Huaaa pelit lo"


Akhirnya Miya mengadu ke Reva


"Rev masa iya ga boleh ke kantin sama Azka" sambil menggoyangkan tangan Reva


"Apasih lo gue lagi ngerjain nih jangan ganggu napa?"


"Huh bukan temen gue :("


Miya lalu sibuk dengan Lisa dan Ciara


Bel pulang berbunyi, Azka akan ke ruang Osis untuk rapat ia memberitahu Reva


"Rev gue mau kumpul Osis lo pulang apa nunggu?"


"Lama ga?"


"Lumayan sih"

__ADS_1


"Yaudah deh gue pulang aja"


"Okey hati-hati" mendekat dan ingin mencium Reva


"(PLAKKKK) malu ege main nyosor aja tu mulut jangan deket-deket gue!" gerutu Reva


"Hehehe biarin istri gue" bisik Azka


Dan ternyata Pricila sedari tadi mengawas i mereka, karena Pricila tau Azka di tampar Reva meskipun Azka tertawa Pricila menghampiri Azka dan


"Azka lo gapapa?" Sambil memegang pipinya


"Eh enggak" jawab Azka


"Cih gitu aja lebay lo" belalu sambil meninggalkan Azka dan Pricila


"Kok dia berani banget sih nampar kamu?"


"Emang gitu kelakuannya kan? Lagian juga gapapa"


"Tapi ini merah Ka" sambil mengusap pipi Azka yang merah


"Please jangan sentuh gue" Azka berjalan dan meninggalkan Pricila


Pricila yang mendengar kata-kata Azka seperti itu, ia menjadi sangat benci dengan Reva karena sudah membuat Azka berbeda.


Sampai di amartemen Reva merebahkan tubuhnya. Ia memikirkan perlakuan Pricila ke Azka tadi di sekolah.


(Kok dia baik bgt sih sama Azka, apa mungkin dia suka ya, eh tp knp gue jadi mikirin dia, dih amit-amit biarin aja mereka)


(Yah ga ada apa-apa di kulkas lagi, gue beli aja deh, eh tapi gue ga punya uang😭 missqueen selali aku jadi istrinya Azka) gumam Reva


(Apa gua telfon aja ya?, tapi kan dia lagi rapat, tapi kan gue laper)


Akhirnya Reva memilih untuk menelfon Azka


Hp Azka berdering, lalu Azka keluar dari ruangan


"Hallo"


"Ka gue mau masak tapi ga ada apa-apa di kulkas"


"Belanja oneng"


"Lah lo tau sendiri gue ga punya uang, missqueen banget gue jadi istri lo"


"Lo pikir cari duit gampang?"


"Terus gimana? Laper nih"


"Yaudah gue pulang"


"Emng rapatnya udah selesai?"


"Belom sih"


"Yaudah cepet selesaiin aja, terus langsung pulang"

__ADS_1


"Oke"


Azka meneruskan rapatnya dengan cepat, Setelah selesai Azka langsung mengambil tas dan memasukkan laptop dan beberapa lembar dokumen di tasnya.


"Buru-buru amat lo Ka" tanya Kevin


"Kucing gue belum gue kasih makan kasian, oh ya kunci lo bawa ya"


"Kucing?" Kevin bingung karena Kevin tidak pernah melihat kucing di rumahnya


"Ha ah" jawab Azka "Temen-temen gue balik duluan ya" Ucap Azka


"OKE KA HATI-HATI" jawab anggota Osis


Sampai di apartemen Azka melihat Reva di depan Tv


"Jadi ga?"


"Eh udah pulang, ya ayo"


"Ntar ganti baju dulu"


Setelah ganti baju mereka langsung menuju supermarket dan membeli barang belanjaan. Di supermarket Reva sedang memilih belanjaannya dan ia ingin mengambil camilan tapi terlalu tinggi,ia mencari Azka tapi tidak ada. Akhirnya Reva berusaha mengambil camilan dengan melompat tiba-tiba ia terpleset untung saja ada yang menangkapnya dan orang tersebut adalah Reihan


"Hai canti kita ketemu lagi"


Reva yang tau itu Reihan ia langsung menjauh dari Reihan


"Sorry, Thanks"


"Gapapa, apa emang ini takdir Tuhan buat nemuin kita lagi?"


Reva tidak menanggapi kata-kata Reihan.


Reihan terus membuntut i Reva, Reva merasa risih ingin sekali dia mengumpat tapi ia urungkan niatnya karena di tempat umum. Reva hanya ingin Azka datang itu lah do'a Reva. Tiba-tiba tangan Reva di genggam oleh Reihan, Reva ingin melepasnya tapi genggaman Reihan sangat kuat


"Lo mau ga jadi pacar gue?"


"Gue ga mau, lepasin gue"


"Kenapa? Kenapa lo milih Azka si bajingan itu?"


"Bukan urusan lo!"


"Kenapa!!!" bentak Reihan "Gue bisa dapetin apa aja yang gue mau!!!"


"Lepasin gue" tangis Reva


Azka melihat seseorang dari kejauhan sepertinya berkelahi tapi semakin dekat ia baru menyadari bahwa itu adalah Reva


(Hah Reva?) Azka langsung berlari dan mendorong Reihan untuk menjauh dari Reva


"Jangan sekali-kali lo sentuh cewek gue! Kalo enggak lo bakal tau akibatnya"


"Gue bisa dapetin apa aja yang gue mau tunggu aja" kata Reihan sambil berlalu


Reva yang menangis langsung di peluk oleh Azka dan di gandengnya pergi keluar dari supermarket.

__ADS_1


__ADS_2