
Reva hanya cemberut dan ikut masuk ke apartemenn
(GA ADILLLLL!!!!!) batin Reva
Sampai di kamar Azka sudah di kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Reva merebahkan tubuhnya di kasur dan memejamkan mata.
"Hadueh capek banget hari ini" kata Reva Dari kamar mandi Azka berteriak
"Vaaaaaaaa mandi ga lo?!"
(Di pikir-pikir Azka ternyata ganteng hehe, baik, perhatian emmm ja d i s a y a n g. Apaan dih nyuruh-nyuruh mandi aja) hayalan Reva
"La kan masih di pakek lo tolol, masa iya mandi bareng"
"Emang mau?"
"O G A HHHHHH amit-amit dih" teriak Reva
Beberapa menit kemudian Azka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana boxer sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk di lehernya. Azka langsung menuju lemari mengambil kaos dan berkata
"Vaa mandi"
"Va?"
"Yee putri tidur udah tepar nih di kandang" kata Azka dengan tawa kecil
Lalu Azka ikut naik ke kasur di samping Reva
Ia memandangi wajah Reva sejenak
(Ya ampun beruntung banget ada cewe yang pinter, cantik dan lucu kaya lo......... Sejak kapan lo secantik ini.... Ih ngapain sih gue ya ampun Azka bangun jangan mikir yang aneh-aneh) batin Azka sampil memukul-mukul kepalanya pelan dan berlanjut memikirkan ide-ide untuk mengerjai Reva
"Mau gue apain nih bocah🤔"
"Cubitin ae pipinya wkwk"
Azka mulai menoel-noel pipi Reva kiri kanan
Tapi Reva tidak bangun-bangun. Azka sudah mencubit semua bagian di wajahnya tetapi hasilnya tetap Reva masih setia di alam mimpinya
"Ya allah Reva sayang.....bangun isteri akoh yang cantik tidak malas dan pintar G U E UDAH DI TUNGGU PAPA SAMA AYAH DI KANTOR!" teriak Azka tetapi Reva hanya bergerak, mencari zona nyamannya
"Va bangun atau gue cium?" Bisik Azka tepat di telinga Reva.
"Oke ga bangun nih gue cium beneran"
Muka Azka semakin dekat dengan wajah Reva.
Pelan-pelan ia mendekatkan wajahnya dannnnnnnnnn
HAAAAAPPPPPPPPPP...........
Tergigitlah pipi bakpao Reva yang mulus nan putih tersebut
PLLLAAAAAAKKKK.............
Spontan tertaboklah muka alus Azka menjadikan muka tersebut tercap tangan Reva merah
"Aduuuuuuh sakit goblok!" Teriak mereka berdua
__ADS_1
Azka: "kok lo nabok gue sih (sambil mengelus-elus pipinya karena terasa perih)"
Reva: "(peraba pipinya terasa bekas gigi Azka yang mengecap di pipinya) lah lo ngapain gigit pipi gue sakit peak! Hiks hiks hiks" kata Reva sambil mengeluarkan air mata
Azka: "eeeeh ee sakit banget ya? Maaf........" Kata Azka penuh penyesalan dan meraba pipi Reva
Reva: "ya sakit lah hiks"
Azka: "Maaf baby......." Memeluk Reva
Tetapi Reva tak mau kalah!
Saat di peluk,Reva menggigit bahu Azka sangat kencang.
"Addd u hhhh" rintih Azka pelan dan langsung menutup hidung Reva. Itu membuat Reva membuka mulutnya
"Haaaaaaaaaa haa haa haa lepas. Ga bisa napas nih" memukul-mukul tangan Azka
"Ya ampun Va lo gigit gue sampe jas gue lecek gini???? ambilin yang lin apa gue hajar di sini lo?😡"
"Hehehe siap bos bentar" Reva langsung berlari sebelum di hajar oleh Azka
Reva pintar dalam memilih model pakaian
Reva memilih jas warna coklat dan T-shirt warna hitam
"Informal aja ya? Ketemu sama ayah and papa kan?" kata Reva mendekati Azka
"Boleh deh.... Mau ikut?"
"Yaudah yuk,aku ganti baju dulu"
Akhirnya mereka berdua sudah siap
Azka tak mau kalah ia juga menggunakan setelan jas cream di tambah T-shirt hitam dan menggunakan sneakers putih
Azka mengajak Reva untuk keluar
"Yuk Va"
"Okee"
Azka menggunakan mobil sportnya yang berwarna hitam. Di dalam mobil Reva bertanya
Reva: "emang mau bahas apa sih Ka?"
Azka: "ga tau juga sih katanya penting"
Reva: "aku juga di wa sama ayah suruh ikut kamu haha kebetulan banget ya kan"
Azka: "oh ya?"
Reva: "heem nih (melihatkan hpnya kepada Azka)"
Sepanjang perjalanan mereka berbincang dan 40 menit kemudian mereka sampai di kantor ayah Reva.
Reva turun terlebih dahulu banyak karyawan-karyawan perusahan yang melongo melihat kecantikan Reva
Disusul dengan Azka turun dari mobil para karyawati histeris melihat Azka yang tampak cool dan ganteng.
Saat masuk ke kantor banyak orang yang menyapa, meminta nomer telfon dan lain-lain
__ADS_1
Azka: "susah ya jadi orang ganteng" bisik Azka
Reva: "bersyukur aja" mengedipkan matanya
Azka dan Reva ingin langsung masuk ke ruangan Ayahnya tapi ternyata tidak bisa
Ia harus melewati bagian resepsionis dulu
Resepsionis: "maaf permisi anda tidak boleh masuk ke ruangan ini sembarangan. Atau sebelumnya sudah ada janji bersama bapak Adimas?"
Mereka berbisik
Reva: "oh iya gue lupa kan mereka ga tau siapa kita wkwk"
Azka: "lagian lo bego banget langsung nyelonong aja"
Reva: "oh iyaa saya dengan bapak Adimas sudah membuat janji"
Resepsionis: "sebentar saya panggilkan dahulu mohon tunggu di sebelah sana" ucapnya ramah
Resepsionis menghubungi Sekertaris ayah dan mengatakan
Resepsionis: "baiklah kalian boleh masuk"
Reva&Azka: "Thank you"
Sampai di dalam ruangan Ayah Reva
Reva dan Azka mencium tangan kedua ayahnya tersebut dan mereka langsung duduk
Azka: "ada apa yah?pah?"
Adimas: "sebenarnya seperti ini ayah menanam saham di perusahaan Pak Darnau. Ayah udah infestasi di proyek itu sebesar 1 M dan ini berkasnya. Apakah kalian mau mengurusnya?"
Reva: "terus ayah ngapain nyuruh Reva kesini juga"
Ayah: "oh ya kamu bisa kan bantuin Azka? Dan ada tugas sedikit buat kamu dari Papa Hermawan"
Papa: "jadi gini Reva ayah juga udah nanem infestasi di perusahaan Rohim. Papa infestasi di proyek tersebut 500 jt. Karena itu perusahaan kecil jadi papa serahkan ke kamu oke?"
Reva: "baik pa"
Adimas: "oh ya besok hari minggu ada acara pesta yang di gelar oleh perusahaan Magasta di singapur. Apakah kalian bisa berangkat?"
Azka: "mmm gimana?" Melirik Reva
Reva: "nanti aku hubungin deh yah, pa"
Adimas: "baiklah kalian boleh pulang. Dan Azka?? Reva apakah kalian mau mengurus kedua infestasi tersebut?"
Reva: "akan kami coba ayah"
Azka dan Reva pamit kepada Ayah dan Papa untuk pulang
Azka dan Reva masuk mobil dan melesat menuju supermarket untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan.
Thanks semuanya udah mau baca karya aku
Jangan lupa vote, like dan comment
Aku masih perlu belajar banyak dari kalian
__ADS_1
I love you readers😍😍😍