
Azka langsung mendekati Reva, sudah tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua. Dengan cepat Azka menyibakkan baju Reva untuk melihat bahunya.
Hati Azka merasa sakit sekali seperti teremas kuat,melihat bahu Reva yang merah, ia tau jika ini sangat sakit tapi dengan gigihnya Reva berusaha tidak apa-apa. Azka kecewa kepada dirinya karena tak bisa menjaga Reva dengan baik. Bisa-bisanya dia lengah dengan Reva sampai dia seperti ini.
Azka "ikut gue" keluar dari kamar ganti menggandeng tangan Reva paksa.
Saat keluar dari kamar ganti Ciara sudah kembali dari kelas dan membawa jaketnya.
Ciara "nih Rev pakek aja"
Reva "besok gue balikin,thanks ya"
Ciara "iya gapapa santai aja, ini lo mau kemana?"
Azka "ijinin gue sama Reva ya, mau ke rumah sakit" dengan wajah dingin dan datar yang menjadikan dua wanita tersebut meneguk ludah tak membantah
Ciara "o oke ati-ati"
Reva "ee bye Cik" tangan Reva di tarik oleh Azka
Reva "tapi ini kan gapapa Ka"
Azka hanya diam dan tetap berjalan sampai di parkiran. Di parkiran Azka membukakan pintu untuk Reva, awalnya Reva enggan untuk ke rumah sakit
Reva "ga mau ih"
Azka tetap diam dan mendudukan Reva dengan paksa di dalam mobil "diem lo" dengan sedikit penekanan yang membuat Reva tak berkutik.
Azka menyalakan mobilnya dan melesat cepat ke rumah sakit.
Di dalam mobil Azka menyuruh Reva untuk mengambil kemeja di jog belakang
Azka "ambilin kemeja di jok belakang"
Reva "yang ijo army ini apa yang biru?" Sambil membolak balik baju² Azka yang ada di dalam tas kecil
Azka "iya terserah pilih yg mana, terus copot baju lo ganti pakek kemeja itu, baju lo basah nanti masuk angin" berbicara tanpa melihat Reva
Reva "ha?😦" Speechless bentar "g ganti baju?"
Azka "kenapa?" Melihat dengan tatap jegah "lagian lo kan istri gue kenapa harus malu coba"
Reva "tapi kan keliatan kalo duduk di depan *****"
Azka " ya ampun mulutnya(menatap Reva dengan tatapan sinis yang hanya di balas Reva dengan cengir kuda)
__ADS_1
Reva berpindah tempat ke jog belakang, Reva membuka kancing bajunya satu persatu. Pertama-tama Reva enggan untuk membuka tapi ia berpikir lagi bodo amat dah.
Akhirnya mereka berdua sampai di rumah sakit Reva langsung di tangani oleh dokter spesalis kulit yang Azka pilih.
Azka menemani Reva di periksa di dalam ruangan, ia ingin mengetahui apakah parah atau tidak. Dan dia masih memikirkan siapa yang melakukan ini kepadanya.
Dokter "apa yang anda rasakan?"
Reva "sakit dok perih sih agak kebas kalo di sentuh"
Dokter "mmm berarti memang airnya sangat panas. Mungkin butuh beberapa hari untuk menghilangkan rasa perihnya, saya berikan obat dan ini resepnya (memberikan kepada Azka)"
Azka "Thanks dok kami permisi"
Mereka berdua keluar dari ruangan tersebut,Azka menyuruh Reva untuk duduk dan menunggu Azka saat membayar dan mengambil obatnya di apotek. Semua urusan sudah di selesaikan lalu mereka berjalan keluar menuju parkiran dan melesat meninggalkan rumah sakit
Azka "makan yuk? Di luar" ajak Azka tanpa menoleh ke Reva
Reva "mmm boleh"
Azka "tapi pulang dulu ya"
Reva "iya"
Keadaan di dalam mobil menjadi hening, Reva dan Azka merasakan sedikit canggung. Tak ada satupun dari mereka yang ingin memulai percakapan.
***Lama sudah ku menanti.....
Banyak cinta datang dan pergi....
Tapi tak pernah aku senyaman ini.....
Mungkin dirimulah cinta sejati....
Tak akan kuragu lagi....
Kujaga sampai ke ujung nadi...
Takkan kusia siakan lagi....
Buat hidupku lebih berarti....
Cintamu senyaman mentari pagi....
Seperti pelangi, slalu kunanti.....
__ADS_1
Cintamu tak akan pernah terganti.....
Selamanya di hati....
Aku bahagia, milikimu seutuhnya....
Aku bahagia, milikimu seutuhnya....
Aku bahagia, milikimu seutuhnya***.....
Sedari tadi Azka juga menikmati lagu yang di putar Reva dan sesekali memandang wajah Reva yang sedang asik menghayati lagu tersebut
Azka (Gue terharu sama lo Va, lo bisa sabar dengan perlakuan orang lain ke elo. Gue bangga sama lo, lo di jahati tapi diem aja. Padahal lo galak banget, Gue sayang sama lo Va, semoga kita bisa menua bersama)
Tak terasa....... perjalanan di dalam mobil tanpa percakapan tadi selesai , mereka sekarang sudah berada di basment apartemen. Reva keluar dari mobil bersama Azka. Reva menunggu Azka mengamambil tas mereka. Reva sudah berjalan mendahului Azka lalu Azka berlari kecil untuk menyamakan langkahnya.
Reva masuk ke apartemen dan merebahkan tubuhnya di sofa dan disusul oleh Azka. Mereka berdua sedang memejamkan mata sejenak untuk merilekskan tubuh mereka.
Azka "mandi sono lo kena kuah bakso juga, bauk!" Kata Azka dengan masih memejamkan mata dan menutup hidungnya
Reva "emang bauk?" menoleh ke Aska dan Mencium i tubuhnya sendiri untuk mendapatkan bau yang di maksud Azka "iya sih bau bakso hehe"
Azka "yaudah sono mandi, gantian apa mau mandi bareng?"
Reva "lah itu kan maunya elo! Ngarepppppp! Hahaha" sambil berlari ke kamar mandi.
Di kamar mandi Reva bersender di pintu dan terus memikirkan perkataan Azka yang membuat ia blushing dan senyum-senyum sendiri.
Thankyou readers udah mau baca karya aku
terus dukung karya aku ya😚😉
Jangan lupa untuk
✳️Like
✳️Vote
✳️Comment
✳️Follow akun mangatoon aku
aku masih butuh belajar dari kalian😊
Thank you ♥️
__ADS_1
I love you readers😍