Ketua Geng Motor Jatuh Hati

Ketua Geng Motor Jatuh Hati
Bab 13: Kesalahan


__ADS_3

Bab 13: Kesalahan


🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Waktu bergulir begitu cepat tidak terasa malam berganti pagi. Dea tertidur pulas akibat kelelahan meladeni keinginan Bryan begitu besar.


Ganas nya Bryan membuat Dea kewalahan. Pertama kali untuk Dea, selama bertahun-tahun menyerahkan begitu saja pada pria berstatus kekasih tanpa ikatan suci.


Jujur berat untuk Dea ikhlas semua itu awal. Namun melihat tersiksanya Bryan dengan alkohol yang di campur obat pera***a jadi tidak tega.


Bryan sadar lebih dulu, tersenyum melihat Dea di samping nya. Bayang-bayang pertempuran semalam masih terekam jelas di benak meski tidak sepenuhnya sadar, tapi sentuhan itu sangat nikmat.


Demi apapun hal terindah dan membahagiakan nya adalah bersama Dea. Kedepannya masalah datang menghantam nya dia akan memperjuangkan Dea.


"Aku mencintaimu Dea. Sangat mencintai mu. Terimakasih sudah hadir dalam hidup ku. Aku akan membuat menjadi wanita beruntung sudah memiliki ku bersamamu," ucap Bryan tersenyum menatap bahagia nya.


Hari ini adalah hari bersejarah yang akan selalu di ingat olehnya. Wajah cantik nan polos Dea di pandang dalam-dalam penuh cinta.


Tangan mengusap pipi lembut dengan pikirkan liar mengandaikan sesuatu yang jauh.


Cup.


"Pagi sayang," bisik Bryan mesra di telinga nya.


"By, kau sudah bangun?" sadar Dea terbangun karena bisikan pria tersebut.


"Hmmm, maaf dan terimakasih."


"Aku janji akan selalu bersama mu tidak akan meninggalkan mu," tambah nya lagi dengan serius.


"Aku percaya padamu By. Tapi kenapa kau bisa seperti ini?" tanya Dea bingung dia ingin tau sebenarnya apa yang terjadi.


Bryan menatap Dea pusing harus berkata apa. Dia takut jika kebenarannya malah membuat Dea marah besar.

__ADS_1


"By... " panggil Dea tidak mendapat jawaban. Pria yang ditanya terdiam.


"Kenapa? apa kau tidak mengingat nya? tidak masalah aku tidak akan memaksa, mungkin ini karena efek alkohol," ucap Dea tidak ingin memaksa melihat Bryan diam.


"Terimakasih sayang. Kepala ku masih sakit. Tinggal lah bersama ku untuk beberapa hari," mohon Bryan membujuk Dea.


"A--"


"Semua sudah kita lakukan. Hubungan kita makin dalam sayang. Aku ingin kamu tau setelah bersatu dalam penyatuan aku ingin terus berada di sisi mu. Mungkin saja saat ini di rahim mu telah ada benih ku," terang Bryan, Dea mendengar kikuk.


Dia tidak bisa berkata-kata lagi semua memang benar. Tidak ada yang tidak mungkin terjadi pada nya setelah berhubungan suami istri. Berulang kali dalam pertempuran semua masuk dalam. Dea baru baru mengingat itu kembali.


Bryan mendekatkan wajahnya dengan Dea. Tangan mengelus bibir yang berkali-kali di mainkan pada pertempuran panas mereka semalam.


Jendela gorden dari dalam menembus cahaya matahari. Cuaca di luar begitu terang hingga masuk di dalam.


Terang cahaya tidak menganggu Bryan berhenti dengan aksi kecilnya.


"Aku sudah memikirkan semua. Lulus nanti kita akan bekerja di luar negeri. Kita akan tinggal bersama," ucap Bryan mata nya lekat menatap kedua bola mata Dea.


"Luar negeri? apa itu harus? kenapa tidak di sini saja? aku tidak bisa meninggalkan kedua orang tua ku By. Aku sangat menyayangi mereka. Kau tau itu," jelas Dea berusaha memberi pengertian. Dia tidak mau terjadi salah paham.


"Maksud mu apa? kenapa berbicara seperti itu?" bingung Dea.


"Tidak. Lupakan saja. Kita mandi bersama ayo," ajak Bryan mengalihkan pembicaraan.


"No. Kita sendiri-sendiri. Aku lebih dulu baru kau," tolak Dea.


"Kenapa? kita sudah melakukan itu. Bahkan aku sudah melihat semua," tanya Bryan tidak mengerti apa alasan Dea menolak ajakan nya.


Dea menggeleng kepala sikap Bryan sekarang tidak habis di pikirkan. Ngotot ingin terwujudkan yang di mau. Bukan menjadi hal baru lagi untuk nya.


Memberanikan diri mengelus wajah sang pria yang sudah mengambil mahkota berharganya. Dea tersenyum. "Kita memang sudah melakukan hubungan suami istri. Tapi semua karena sebuah alasan terdesak. Sekarang tidak semua baik-baik saja. Jika kau menginginkan ku, aku akan berikan. Tapi tidak saat ini."


"Berjanji lah apapun yang terjadi kedepannya kita harus bersama," ucap Bryan takut kehilangan Dea.

__ADS_1


Cinta nya sangat besar melebihi apapun di dunia. Hidup bisa terasa tidak hidup, nafas bisa sesak meski udara segar tanpa polusi.


Dea memberikan dampak besar dalam hidup. Karena Dea dia lebih banyak mengerti akan apa arti kehidupan sebenarnya.


Sejak sepi dia selalu kesepian, namun semua perlahan berubah saat mengenal teman-teman nya yang kini telah di anggap keluarga, mengeluarkan nya dalam kesepian.


Hadir nya Dea tambah memberi warna baru untuk nya. Di tambah kedua sudah saling memiliki satu sama lain dari dalam maupun luar.


"Tinggal lah di apartemen ku beberapa hari, aku tidak akan memaksa mandi bersama," ucap Bryan tidak menyerah untuk di iyakan.


"Baiklah aku tinggal beberapa hari dengan mu. Sekarang bergeser lah. Kita harus bebersih, untuk kembali," mengalah Dea sepertinya memang sudah tidak ada alasan untuk nya menolak. Pria tersebut sangat keras kepala.


Baru satu langkah kaki di gerakan untuk turun dari ranjang, bagian bawa terpenting nya terasa nyeri. Menimbulkan suara rintisan.


"Auwh... "


"Ada apa sayang? apa sakit?" tanya Bryan khawatir.


"Sakit By. Apa memang seperti ini rasanya? kenapa kau tidak merasakan seperti yang ku rasakan?" tanya polos Dea benar tidak mengerti. Dia tidak tau setelah berhubungan akan terasa sakit.


"Maaf sayang. Sini biar ku gendong saja," tawar Bryan tidak tega melihat sang kekasih menahan sakit.


"Tidak perlu aku tidak mau kau mengambil keuntungan dari keadaan ku," tolak Dea cepat.


"Aku janji hanya menggendong mu membawa ke kamar mandi setelah itu akan keluar," Bryan mengangkat kedua jari bersumpah.


Dea memandang Bryan yang tidak terlihat berbohong dengan janji nya pun mengiyakan dari pada memaksa diri dengan sakit yang di rasakan.


"Oke. Tapi janji. Awas kalau ingkar aku gak akan tinggal diam."


"Iya sayang. Cerewet gini jadi mau ngulang adegan kemarin deh... " goda Bryan tersenyum.


"Lakukan saja tapi setelah itu jangan harap bertemu ku lagi."


"Tidak sayang... aku hanya bercanda jangan di bawa serius seperti ini, bagaimana bisa aku tidak bertemu dengan mu lagi, yang ada aku gila. Sehari tidak bertemu kepala ku ingin meledak, karena di sini terus memikirkan mu tanpa mengenal waktu," tunjuk nya pada otak nya.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2