
Aryan sampai dikota Aldrock. Pemandangan yang jauh terbalik dengan kota di luaran sana. Bisa dibilang sisi lain dunia, tersembunyi dibalik tabir. Tanpa adanya perubahan yang berarti.
Disepanjang jalan, Aryan menahan nafas kasar. " Apa ini sering terjadi, Bro dong " melihat sekeliling, pandangannya miris saat bertemu anak kecil sekitar lima tahunan dengan keadaan tangan kaki diikat rantai. Begitu juga sepasang lansia kekek nenek dan para gadis muda. Mereka dijadikan budak, dijual.
" Iyah beginilah, bahkan sebelum kota ini terbentuk. Sayangnya anda taukan bahwa kita hanya menjalankan misi yang diberikan ". Braken dong terus mengajak Aryan hingga mereka berdua tiba disebuah tempat bar.
Pemandangan ditempat bar justru terlihat mewah. Banyak pengunjung dengan gelang, jam dan barang barang mewah mereka adalah anak orang kaya yang suka menghamburkan uang, memilih bersenang-senang dikota tanpa aturan.
Sementara disamping mereka wanita hiburan menjamur dimana-mana. Melayani para cecunguk itu bahkan diantaranya melakukan tindakan tak senonoh. Memang disini tak ada larangan bagi pengunjung melakukan demikian terlebih bagi mereka yang sudah memesan. Boleh melakukan apa saja.
" Mari bro, masuk " ucap Braken dong pergi memesan tempat keresepsionis bar. Dengan memesan beberapa botol bir dan cemilan.
__ADS_1
Aryan hanya terus mengekori tubuh gempal braken dong." Mengapa harus kesini, bro. Apa tak ada tempat lain " ucap Aryan agak risih melihat tatapan para wanita bar. Seolah ingin memakannya hidup-hidup. Selain itu ia juga tak suka dengan pemandangan disekitarnya.
" Ini satu-satunya tempat aman, tanpa adanya penguping atau mata-mata lain. Bro sebagai orang baru masih dicurigai ".
Setelah memesan mereka pergi keruangan yang telah dipesan. Mereka memasuki lebih dalam kondisi bar. Banyak ruangan tersebar dengan tertata rapi. Mereka terhenti tepat diruangan 101. Sebelum mereka masuk kedalam. Perempuan dengan pakaian pelayan terhempas dari ruangan sebelah tempat mereka saat ini.
Dengan sigap Aryan menangkap perempuan tersebut agar tidak jatuh. Sementara perempuan tersebut dalam keadaan wajah memar seperti habis ditampar, dengan pakaian atas sedikit terbuka lebar dan beberapa bagian robek.
Dari arah pintu sebelah menampakan pria muda ia nampaknya tuan muda keluarga kaya. Ia memaki keras kearah wanita dengan perkataan kasar. Situasi berakhir saat Aryan mengajukan diri membayar perempuan tadi dua kali lipat sebagai ganti rugi untuk berganti tempat melayaninya. Dan berharap ia melepaskan siperempuan tentu saja ini sekadar berjutuan menyelamatkan siperempuan. Namun pria tersebut menolak mentah-mentah. Bahkan ia berkata dengan angkuh bahwa dia bisa membayar siapapun.
Suasana barusan diganti tenang kembali saat Aryan dan braken sudah didalam ruangan. Mereka menyempatkan minum dan makan. Sementara perempuan tadi ikut masuk kedalam dengan posisi agak menjauh. Berada dipojong ruangan yang saling berjauhan. Menghindari Aryan dan Braken, ia tak ingin berkomunikasi lebih jauh. Mengingat semua perlakuan pria yang masuk kebar.
__ADS_1
Walaupun sempat Aryan tawarkan makanan ia menolak. Katanya ia tak lapar, Namun yang tau bahwa perempuan didepannya sedang berbohong. Hal itu terdengar dari suara perut siperempuan. Aryan akhirnya memutuskan menyodorkan makanan.
" Tak usah khawatir atau malu-malu, makanlah kami tak akan mengganggu " ucap Aryan saat menyodorkan makanan.
Sementara itu Aryan kembali membicarakan apa rencananya datang kesini. Setelah membahas untuk waktu yang lama. Pembicaraan telah usai, karena hari mulai malam mereka memutuskan beristirahat dibar.
Ruangan mereka juga sudah dibayar satu hari penuh. Mereka memutuskan melakukannya besok sambil mengumpulkan tenaga.
Ruangan bar disini sangat dijamin aman. Terutama dalam hal privasi jadi tak akan ada gangguan. Terlebih bar ini juga menerima tamu tuan muda keluarga kaya. Bar-bar ini juga milik pemimpin kota Aldrock. Sudah menjadi rahasia umum sehingga mudah bagi tuan muda kaya keluarga mana saja dengan mudah masuk asalkan punya uang saja sudah cukup.
Aryan melihat siperempuan yang saat ini tengah menahan kantuk. Matanya perlahan menutup namun ia tahan. Aryan hanya menghiraukan sebelum itu ia sempat bertanya tentang keamanan dibar pada braken. Sehingga ia bisa lega beristirahat sampai besok pagi. Braken hanya menjawab santai.
__ADS_1
Mendengar jawaban braken Aryan merasa tenang.