Kisah Bayaran Pendatang

Kisah Bayaran Pendatang
04.Ch 04 Arsigeo Dermawan Zhao


__ADS_3

Sapa salam Author like, komen, dan vote yang banyak. Thank you sudah mampir.


______________________________________________


Dikegelapan malam keluarga zhao


" Anjani dari mana saja kamu, cepat jawab " Seorang wanita kepala tiga menatap sinis kearahnya.


Anjani saat ini tengah berada di aula pertemuan keluarga zhao. Sementara wanita kepala tiga adalah bibi dari pihat ibu, bernama Zhao biyu.


Dalam aula sudah ada sesepuh keluarga zhao dan para keluarga zhao inti. Keluarga zhao sendiri termasuk dalam keluarga golongan perak. setingkat dibawah golongan emas. Baik tingkatan terendah seperti perunggu masih mampu menyaingi sebuah tempat beladiri tingkat 7 maupun 8.


Dilima negara banyak terdapat tempat pelatihan beladiri. Setiap tempat beladiri dibagi menjadi sembilan tingkat. Namun masih ada hal yang lebih tinggi dari para seni bela diri mereka adalah yang di puncak .


Keluarga zhao terbagi 20 cabang di Huaxia. Satu keluarga inti Zhao pusat. Di Huaxia Keluarga Zhao inti berada dikota Allotus city kota termaju ketiga setelah ibukota Arlian City dan kota metropo city.


Didalam aula Anjani hanya menunduk menyaksikan dirinya terus dipojokan.


" Anjani, sudah kuperingatkan beberapa kali ku bilang. Jauhi orang itu dia tak pantas menjadi kakakmu jauhi dia " ucap Zhao Liu kepala pengurus tertinggi dikeluarga inti. Zhao Liu tampak masih gagah dalam memimpin keluarga menginjak usia kepala empat.

__ADS_1


" Paman, bibi tapi dia tetap kakakku kami sudah lama bersama " ucap Anjani. Menahan kesedihan dimatanya meninggalkan sang kakak hanya demi suatu kepantasan.


" Sudahlah, jangan melawan kami pamanmu sudah membawamu dari kemiskinan. Kau sepatutnya berterima kasih, walau ibumu sebenarnya sudah diusir dari keluarga ini " ucap Zhao yu paman ketiga.


Plaaack,,..


Sebuah tamparan keras melang dipipi kanan Anjani. " Cepat minta maaf pada kakak pertama atau kepala keluarga ". ucap Zhao yu. Sedikit menunjukan urar-uratnya yang akan keluar. " Apa yang kau lakukan, jangan pukul anak gadis didepan banyak orang ". ucap Zhao biyu. Memeluk Anjani erat berusaha menenangkan hati sang gadis.


" Tapi, paman... " kali ini Anjani yang berbicara. Zhao yu telah bersiap melayangkan tangan menampar kedua kalinya. sebuah tangan mencegahnya " Ayah sudahlah, jangan sampai wajah berharga Anjani terluka apa yang akan kita katakan kalau kak ouyang datang ". ucap Pemuda berusia sama dengan Aryan dia Zhao Ming anak Zhao yu, sepupu Anjani. Zhao Ming terkenal licik dan suka main wanita.


" Sudahlah, adik biy antar Anjani melamar biarkan dia istirahat. Jangan biarkan dia keluar tanpa izin dariku " ucap Zhao Liu. Zhao Biyu mengikuti arahan kakak iparnya.


Anjani dan Biyu telah meninggalkan aula pertemuan. Keluarga zhao jauh lebih tenang sekarang. " Adik, tahan sikapmu. Jangan sampai membuat Anjani pikiran buruk sebelum pernikahan dengan keluarga ouyang itu. Atau akan mendatangkan masalah yang tidak perlu bagi keluarga ". ucap Zhao Liu menyayangkan sikap adiknya.


" Ah, ayah. Paman dan yang lainnya saya permisi dulu ". Zhao Ming berusaha mengejar ayahnya. Berusaha memberikan pengertian atas tindakan sang ayah.


" ayah, kau taukan aku hanya meninggikan posisiku. Untuk menjadi kepala keluarga aku harus mengalahkan saudara Zhao Ling ". ucap Zhao Ming menjelaskan.


" Ya, ayah tau. Tapi kenapa kau menahan tamparan ayah barusan " ucap Zhao yu melirik anaknya. " itu, sebenarnya yang dikatakan paman pertama benar. Tapi setelah pernikahan kita tidak bisa menindas Anjani lagi. Yang hanya numpang makan di keluarga Zhao dan bibi nilu juga sudah dikeluarkan bahkan sebelum Anjani lahir. Jadi ini kesempatan terakhir kita ayah ". ucap Zhao Ming.

__ADS_1


"Dengan hubungan ini kita bisa menjalin hubungan dengan keluarga ouyang. Dengan begitu posisi kepala keluarga akan semakin dekat ayah " tambah Zhao Ming. Zhao yu hanya menepuk pundak anaknya sebelum pergi bersama.


Kediaman aula keluarga Zhao nampak sepi hanya sesepuh dan kepala keluarga Zhao. yang masih duduk sambil minum teh. Ditemani dua orang berpaikan serba hitam.


" Ayah, apa yang akan kau tunjukan kepadaku " ucap Zhao Liu kepada sesepuh keluarga Zhao sekaligus ayahnya sendiri. " Tenangkan dirimu, ini hanya sejarah keluarga inti kita. Aku ingin kau mengetahui sebagai kepala keluarga ".


Aula kediaman Zhao nampak mewah baik dari seri interior maupun perabot. Lapisan emas pada beberapa bagian. Kursi petinggi Berjajar rapi memanjang. Lukisan leluhur terpajang rapi dengan deretan prestasi tertulis pada bagian bawah. Lukisan tersebut berjejer rapi pada dinding ruangan.


Zhao Liu dan Zhao Feng sesepuh yang masih hidup saat ini. Mengarah pada lukisan leluhur dengan sebuah tongkat ditangan " ini adalah leluhur yang mengangkat keluarga Zhao ini menjadi keluarga inti dan juga menjadikan kita pada tingkat perunggu, mari ". Zhao Feng menekan ujung tongkat lukisan.


Bunyi dentuman keras pada sela-sela dinding. lukisan terbelah vertikal. Dinding ruangan terbuka dengan sebuah ukiran formasi cahaya aneh.


Sebuah pintu rahasia dengan sebuah ukiran kayu " Arsigeo Dermawan Zhao "


Dentang,,..


Dentang,,..


Kriieek,,..

__ADS_1


_____________________________________________


See you all


__ADS_2