
# Malam harinya di villa pheonix api
Aryan terbangun dari tempat tidurnya. Nafasnya tersengal tak beraturan. Keringat mengalir membasahi tubuh serta baju yang ia pakai. Aryan berusaha menyerka keringat, seluruh badannya terasa lengket.
" Apa tadi ini mimpi, mengapa terasa begitu nyata ". ucap Aryan
Dalam mimpi Aryan bertemu dua sosok yang tak lain kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya nampak tersenyum, menatap Aryan.
" Aryan jaga Anjani dia tanggung jawabmu saat ini, maafkan Ayah yang telah melimpahkan masalah buatmu. Perjalananmu masih jauh, namun ingat satu hal langit masihlah jauh jangan dulu berpuas diri capailah puncak tertinggi ". ucap sang ayah.
Aryan tercekat mendengar perkataan sang ayah. " Ayah, apa maksudmu Anjani sudahku anggap adikku sendiri. Pesanmu akan selalu ku ingat, aku tak akan berpuas diri sebelum impianku tercapai. Itu pasti Ayah ". Dada Aryan terasa penuh menggebu-gebu. Mempersiapkan mental sekuat baja. Dengan sorot mata tajam. " Ayah aku berjanji ".
Tatapan sang ayah ada kesenduan yang m endalam. Merasa anaknya telah tumbuh dewasa. Penuh kebanggaan terhadap sang anak.
Sang ibu dari tadi hanya diam. Terdapat kehangatan dalam kesetiap tatapannya. " Aryan, maafkan ibu sudah meninggalkanmu. Ibu percaya padamu jaga kesehatanmu baik- baik,ibu akan selalu mengawasimu ". Sang ibu berjalan memeluk tubuh Aryan. Seketika itu juga tubuhnya penuh dengan kehangatan. Hatinya terasa penuh akan masing sayang mereka berdua.
" Aryan, tidak akan pernah mengingkari perkataannya sebagai putra kalian puncak tertinggi adalah milikku ". ucap Aryan.
Langit bergetar hebat kilatan petir menggema. Langit perlahan berubah gelap. Pusaran badai ungu tercipta diketiadaan langit. Melahan apa saja yang dilalui.
Dwaaarr,,..
__ADS_1
Dwaaarr,,..
Dwaaarr,,..
Aryan tertenggun melihat perubahan cuaca yang menurutnya jarang terjadi. Kejadian alam yang diluar nalar.
" Aryan, kami akan selalu mengawasimu " ucap mereka.
Sosok ayah dan ibunya terbang terbawa badai ungu dengan kilatan petir biru yang terus menjalar dari ketinggian langit.
" Apa yang..... ".
Sebelum dua sosok itu perlahan menghilang. Menjadi dua buah pill emas dengan corak dari dua sosok tersebut. Ditambah muncul lima garis putih. Kemudian satu garis putih berubah menjadi biru gelap dengan terus memancarkan aliran air yang jernih yang terus berputar- putar. Disusul api, tanah, angin dan cahaya. Kejadian tersebut berlangsung dalam kurun waktu yang lama.
Booomm,,..
Booomm,,..
Booomm,,..
Ledakan riak aliran alam telah sepenuhnya menyatu. Menerbangkan sisa aliran imbas ledakan barusan. Nampak sosok baju berzirah dan naga azure terlihat lebih menyeramkan bagaikan sosok dewa dan tunggangannya menjelajah alam.
__ADS_1
Dua pill emas dengan lima guratan aliran alam melesat kebawah masuk kedalam tubuh Aryan. Sebuah ingatan masalalu tentang sejarah silam dunia.
Kepala Aryan berdenyut keras. Merasakan sakit yang tak tertahan Aryan mengerang. Menggunakan dua tangannya Aryan menekan kepalanya dengan keras.
" Aaaaaggghh ...... ".
Aryan keluar menuju balkon kamar. Ia termenung mengingat mimpi yang dialaminya barusan. Seolah mengganjal pikirannya. Aryan hanya mendesah pelan. Apa yang akan dilaluinya masihlah panjang. Kata-kata kedua orang tuanya terus teringang dikepalanya juga ingatan aneh dari masalalu.
Aryan mengeluarkan sebatang rokok sebagai teman dalam malam ini. Berusaha melepas semua beban yang ada dipundaknya.
______________________________________________
" Oe dukung komplikasi dan micin ya Samapi ketemu "
Aryan Arsigeo karakter seorang tentara bayaran. Setelah memutuskan mengundurkan diri dari dunia tentara ia harus dibawa pada masalah lain dan tanggung jawab lain yang lebih besar." Karena aku pejuang, demi melindungi orang-orang ku aku akan menjadi kuat. Akulah puncaknya.
Adolf Xiao karakter seorang dokter jenius muda pengobatan tradisional menggunakan tenaga dalam biru atau positif. " Menyelamatkan nyawa seseorang adalah tugasku ".
__ADS_1