Kisah Bayaran Pendatang

Kisah Bayaran Pendatang
02.Ch 02 Bayaran untukmu


__ADS_3

" Haha, ayo minum lagi, sebelum kita perang dan menjadi geng no 1 diperbatasan ". ucap Wang Chai.


Pesta riuh bau arak botol- botol berserakan. Banyak anggota geng yang teler dalam artian mabuk. Bahkan ada yang mengigau entah apa yang dibicarakan. Tak ada anggota geng naga hitam yang siap siaga apabila ada serangan dadakan, semua ikut terbuai dalam pesta. Tak ada yang menyadari semua jalur pelarian telah diblokade sepenuhnya. Hanya jalur masuk yang tak tutup. Mereka bagaikan seonggok daging tak bernyawa secuil jari menuju kematian dihadapan Aryan, Liu hu dan pasukannya.


Aryan dan pasukan setan serigala siap menerkam mangsanya kapan saja. Aryan berjalan dengan santai tanpa membawa senjata apapun. Melambaikan tangan menyapa musuh ucapan perkenalan sebelum perpisahan. Saat semua orang masih tenggelam dalam pengaruh arak.


Aryan yang telah sampai ditengah perjamuan meja besar. Sekali hentakan tangan meja perjamuan hancur. Membuat semuanya tersentak kaget ,baik itu Wang Chai ikut kanaikan salah satu ujung alisnya.


Melihat semua kembali mendapat kesadaran Aryan menatap siap mengatakan sesuatu. Sebuah rangkulan dari belakang " Ya kawan, kau sedikit berlebihan apa kau terlalu mabuk ". Aryan hanya tersenyum tipis. " emm, sebenarnya pesta ini kurang meriah, mari meriahkan pesta olahraga ". Senyuman Aryan berubah menjadi seringai. Tatapan sorot mata ketajaman. Membuat punggung terasa dingin setiap saat.


Aryan mengambil dua botol arak. Dengan sekali gerakan, suara Bogoh pecah terdengar. Wang Chai memegang kepalanya yang berdarah " bajingan sialan habisi dia " ucap Wang Chai marah sambil menekan rasa sakit. Aryan terlihat masih tenang tanpa adanya panik ataupun takut. " Yosh, kalian sampah boleh maju tangan kosong tanpa senjata atau mati ". Setelah ucapan Aryan Lima peluru melesat dari kegelapan tepat mengenai lima orang bersenjata, yang sedari tadi berkesiap saat Aryan menghentakkan meja.


Semua nampak geram akan kelakuan Aryan merasa telah terjebak oleh pemuda bernama Aryan. Beberapa orang terdekat menyerang dengan tangan kosong. Sayang bobot pukulan serta pertahanan mereka berbeda jauh.


Kraaaakk,,..


kraaaakk,,..


kraaaakk,,..


Setiap pukulan Aryan menimbulkan bunyi patah tulang. Bahkan ada yang pingsan imbas bobot pukulan yang diluar nalar. Entah itu tangan, kaki, rusuk dan punggung. Kondisi terus berlangsung.

__ADS_1


Setiap yang memegang senjata dari geng naga hitam akan langsung tertembak di bagian kepala, setiap tembakan tak satupun ada yang melesat.


Liu hu dan pasukan setan serigala menatap ngeri tempat lokasi Aryan. Mereka saja tak berani beradu pukul dengan kapten mereka. Lebih baik memukul dinding atau batu. Kapten itu seperti baja baik pukulan maupun pertahanan keras.


Wang Chai yang sudah menghentikan pendararahan. Semakin geram saat tiba dilokasi. Belum lama ia meninggalkan anggota gengnya.


" Bodoh, gunakan senjata, tutup barikade setiap arah halangi arah tembakan ". ucap Wang Chai dengan suara lantangnya. Membuat setiap anggota kini mendengar perintahnya.


Salah satu wakil geng naga hitam memberi instruksi sesuai arahan pemimpin geng naga hitam tersebut. Walaupun ia harus rela kehilangan sebagian anggotanya mati tertembak. Berusaha memasang barikade pertahanan.


Liu hu yang melihat tindakan musuh hanya menggelengkan kepala " hem, percuma saja melakukan barikade, tank sekalipun mudah dilawannya ".


Disisi lain lihat penembak jitu tidak menyisakan kesempatan, berusaha menembak sebanyak mungkin. Takut tidak mendapat bagian giliran. Ikut memeriahkan pesta yang sedang berlangsung.


" permainan berakhir, pesta juga berakhir ".


Rentetan peluru terdengar menggelegar seperti petir berentetan. Peluru melesat cepat menuju aryan, namun hanya melesat melewati udara kosong. Aryan menghilang melesat gerakannya semakin cepat. Keberadaanya seolah menghilang.


Detik berikutnya sosok Aryan muncul. Sebuah tebasan menyasar pada ujung leher lawan. Sebelum sosok itu menghilang kembali. Kali ini dengan gerakan zig-zat diiring tebasan ringan.


Wang Chai tak beraksi hanya diam ditempat. Bunyi tembakan terdengar kembali, walaupun hasilnya sama. Justru sebaliknya anggota geng naga hitam mati tertembak oleh geng sendiri. Sang wakil yang memberi perintah semakin frustasi dengan segala kejadian yang mendadak.

__ADS_1


Wang Chai tiba- tiba angkat bicara " Geng naga hitam menyerah, ampuni kami tuan " ucapnya mengangkat tangan keatas. Semua anggota geng naga hitam meletakan senjata, merasa tidak mungkin menang melawan pemuda dihadapanya mosther.


Sosok Aryan muncul didepan Wang Chai. Sebelum kemudian ia tertawa lantang. Lelucon terbaik baginya seorang penjahat menyerah untuk menyelamatkan nyawanya.


" Liu hu kemari, disini ada badut yang minta diselamatkan ".


Liu hu keluar dengan pasukan setan serigala beberapa penembak jitu masih siap siaga. " Hei kapten, apa ada slot pengampunan yang masih tersisa disakumu ". ucap Liu hu.


" Yah, ada satu slot. Bereskan tumpukan mayat dan orang yang pingsan ini menjadi satu, kumpulkan mereka pada lantai tiga. Nanti akan kupikirkan ulang permintaan kalian " ucap Aryan.


" Baik tuan, akan saya laksanakan ". ucap Wang Chai. Memberikan lirikan singkat kepada anggotanya yang masih tersisa.


Wang Chai sedikit tersenyum lega walaupun harus membawa satu persatu mayat anggotanya.


Butuh waktu tiga jam bagi Wang Chai dan anggota geng naga hitam. " Bakar semua tumpukan sampah itu, dan ini untukmu ". ucap Aryan memberikan sebatang rokok.


" Kau boleh pergi setelah ini " ucap Aryan menambahi. Kemudian pergi keluar gedung bersama Liu hu dan pasukan setan serigala.


Booommm,,..


Booommm,,..

__ADS_1


Booommm,,..


Ledakan bom dahsyat dari setiap lantai tiga sampai lantai terbawah. Melulantahkan gedung beserta isinya hancur. Wang Chai dan geng naga hitam hancur menjadi daging bakar tanpa sisa .


__ADS_2