Kisah Bayaran Pendatang

Kisah Bayaran Pendatang
03.Ch 03 Villa Pheonix


__ADS_3

Halo para reader ####


_____________________________________________


Tujuh tahun berlalu kabar desas-desus menghilangnya sang black wolf dari dunia tentara bayaran. Group serigala menyalak wolf tree terpecah menjadi dua kubu hilangnya sang black wolf. Sedangkan para petinggi gruop hanya sebagai pengawas. Dua kubu, Kubu pertama pihak Lui hu dan kedua silver wolf julukan wanita terbaik dalam tentara Huaxia.


Pagi yang cerah disebuah penerbangan Airport Huaxia Eastern. Seorang pemuda keluar dari kabin pesawat. Semua sorot mata tertuju padanya. Bagaimana tidak ia hanya memakai kaos biasa dengan bawahan celana pendek. Membawa dua koper besar, satu koper dipundak dan satu lagi dibekap dalam disamping badan. Sementara bagi para wanita jelas hanya menatap wajah Aryan. Menghiraukan penampilannya mereka terpesona akan mahkluk didepan mereka.


Aryan berjalan keluar bandara menghiraukan tatapan orang lain. Jalan dengan santai sesekali menghirup udara segar negaranya.


" Hemm, selamat pagi negara ku. Aku kembali ". ucap Aryan tak sabar.


Dari arah depan bandara seseorang gadis muda berusia tujuh belas tahun dengan gaya feminim. Sorot mata biru salju dengan rambut hitam bergelombang . Dan beberapa bagian tubuh yang Napak sudah mulai mengembang mengikuti penumbuhan sang gadis. Kecantikan yang semakin memancar jelas akan membuat semua pria tergoda.


Ditemani dua pria lainya. pria pertama hampir mirip Aryan baik fisik maupun postur tubuh. Pria kedua memiliki badan tambun, dengan kumis tukang sate terpasang pada wajahnya.


Melihat kedatangan yang mereka tunggu. Aryan melambaikan tangan dari jauh. Sang gadis berlari kecil menghampiri sosok Aryan.


" kak, " ucap gadis " Yo, adik kecil kau semakin besar " ucap Aryan. Gadis itu hanya tertawa kecil. " Ah, kak Aryan bagaimana kabar kakak lama sekali kakak pergi ". ucap gadis melepas kerinduan dengan sosok kakaknya itu.


Sebuah pelukan kecil kakak beradik terjadi. " oh ya dik Anjani, Kakak membawa sesuatu untukmu " ucap Aryan tersenyum bahagia. " Terserah, yang penting ada kakak ". ucap Anjani.

__ADS_1


" Keadaamu bagaimana di keluarga zhao ". ucap Aryan.


" Baik.... " ucap Anjani terpaksa agaknya.


Melihat hubungan adik kakak ini. Dua pria itu merasa dilupakan, walaupun mereka sedikit memaklumi. " Hem, ehem sudah- sudah ayo pulang ".


Mengarah pada sebuah mobil hitam bernuansa klasik, terparkir didepan mereka. Mobil hitam full modifikasi mesin tampilan milik Aryan. " Sibeglok, tambah keren aja " ucap Aryan tidak bisa mengalihkan pandangannya terhadap mobil hitam ini. Aryan bahkan mengitari mobil beberapa putaran. Melupakan dua pria yang datang bersama adiknya itu.


Anjani hanya merasa kasihan terhadap dua pria ini, menepuk jidat perilaku sang kakak yang kadang berlebihan.


" Oe komplikasi parah lo paman, gue dilupain sibeglok diurusin ". ucap pria pertama. " hei, nih Adolf Xiao dan Paman Geor ". Menunjuk wajahnya dan paman Geor. Aryan terhenti layaknya patung terdiam beberapa saat. " oe micin dan Paman Geor, maaf paman keluapaa n ".


Plaaack,,.


" Baik, paman. Bagaimana kabarmu dan Adolf ". ucap Aryan. " Baik ". jawab serempak Adolf dan paman Geor.


Setelah melakukan perbincangan hangat kedatangan Aryan. Butuh waktu perjalanan dua jam Akhirnya tiba disebuah villa. Villa tida lantai dengan dekorasi sederhana namun terkesan mewah. Dari arah pintu gerbang terdapat sebuah plakat emas bertuliskan Villa pheonix api.


Anjani pamit pulang merasa langit sudah menampakan senja. Setelah melepas rindu pada kakaknya. Meninggalkan sang sang kakak bersama teman dan paman.


Taksi jemputan datang berhenti didepan villa. Meski dari jauh sang supir sudah membunyikan klakson. Anjani perlahan meninggalkan villa. Dari jendela atas Aryan menatap Anjani, tersirat kesedihan dimatanya. " Tenang adik, kakak akan membawamu pulang ". Melepas kepergian adiknya begitu mobil taksi tak terlihat kembali .

__ADS_1


" oe, oh komplikasi lo kenapa sakit " ucap Adolf. Menanyakan sahabat sekaligus teman yang sudah ia anggap saudara sendiri.


" Hei Adolf siapkan beberapa minuman kita berpesta kecil menyambut kedatangan Aryan ". ucap Paman Geor dari arah belakang.


" haha, setuju paman sana micin jalan, Carikan minuman yang agak berak sedikit oke ". ucap Aryan terkekeh.


Paman Geor kembali kebelakang, merampungkan perkerjaan memasak. Tak ada perempuan yang tinggal di villa ini jadi terpaksa paman Geor yang didapat.


" Oe, micin tunggu kau tahu bagaimana keadaan Anjani dikediaman Zhao ". tanya Aryan. " Yah, yang kau tahu sendiri, bagaimanapun Anjani adikmu hidup di keluarga zhao penuh penekanan sulit mendapatkan kebebasan. dan mungkin kabar adikmu saat ini tak baik ia dijodohkan". ucap Adolf menjelaskan situasi Anjani.


Aryan nampak geram apa yang diterima adiknya. Sorot mata kebencian terpampang jelas. Senyum seringai menghiasi bibir tipis Aryan ..... keluarga zhao .... ." Oe, komplikasi tunggu dulu kita pastikan dulu kebenaranya, baru bertindak " ucap Adolf. Merasa Aryan akan melakukan hal yang berbahaya, lebih baik mencegah daripada suatu hal buruk terjadi. Semua harus dipikir matang-matang. " Besok kita kesana, berkunjung ketempat saudara ". ucap Aryan semakin melebarkan seringai di bibirnya.


" ya sudah lah, lebih baik beli minum ".


______________________________________________


Yo semuanya, menurut kalian ceritanya


maaf yang masih banyak kekuarangan. Yosh Terimakasih bagi yang sudah mampir.


See you next.......

__ADS_1


__ADS_2