
Keesokan harinya pagi cerah menghamparkan cahaya matahari. Villa Pheonix beglok meraung keras, menampilkan sosok yang berbeda dari tampilan sang mobil.
Mbbrrr,,..
Mbbrrr,,..
Mbbrrr,,..
Kumpulan asap menggelembung. Aryan melakukan beberapa freestyle, pemanasan sibeglok. Sepanjang jalan perumahan villa pheonix.
kemudian berhenti didepan villa, gas pedal diinjak hingga bagian dalam. Beglok kembali meraung jauh lebih keras dari sebelumnya.
Adolf Xiao dalam mimpi terindahnya, harus terusik dari tidurnya. Suara brisik memekakkan telinga terdengar, dengan perasaan marah ia membuka jendela kamar. " Oe, komplikasi brisik bulan masih jelas no ". Menunjuk arah bulan yang sudah jelas akan lenyap terhalang matahari. Walaupun masih terlihat jelas penampakan bulan.
__ADS_1
hemm,,.. Aryan terkekeh
" Oe, micin bulan memang masih ada pada tempatnya. Tapi liat Matahari udah nongol "
Adolf hanya mengacuhkan Aryan kembali meringkuk didalam kamar. Setidaknya rasa kantuknya masih belum hilang. ia harus merelakan mimpinya barusan.
Diruangan belakang sudah ada paman Geor. Entah apa yang dilakukan, kesana kemari. Paman Geor hampir setiap pagi hari ada diruangan belakang. Sebagai aktifitas pagi yang ia jalani.
Setengah umur kepala empat Paman Geor selalu sehat bugar. Tak jarang ia olahraga pagi, bahkan menyempatkan waktu fitnes setiap minggu.
Sebuah tepukan pundak hangat dari belakang. Aryan berdiri menyuling kan senyuman, saat saling bertemu tatap dengan pamannya itu.
" Aryan, sudah bangun pagi tumben ada apa kesini makanan belum siap, apa kau sudah lapar ". ucap Paman Geor sesekali melirik Aryan. Dalam hati ia terkejut melihat kedatangan Aryan. Biasanya Aryan paling lambat bangun diantara ketiganya.
__ADS_1
Ya itulah sifat Aryan bisa dibilang pemalas. Sukanya tiduran siang seolah ia menyembah sang raja tidur. Dia juga anak paling nakal dalam masanya. Aryan dan tiga sekawannya. Termasuk Adolf didalamnya. GBK group biang keladi atau group biang kerok. Komplikasi, miciner, galauwers, Abnormal begitulah mereka terkenal. Meski begitu mereka memiliki banyak penggemar terutama dikalangan wanita.
" Paman, biarkan Aryan yang masak kali ini. Paman nikmati saja makanannya nanti " ucap Aryan. Sedikit membusungkan dada kedepan.
" Kamu yakin bisa " ucap Paman Geor menatap keraguan sejenak. " Yakin paman, Gini Aryan juru masak misi terbaik sekaligus tentara terbaik loh " ucap Aryan penuh percaya diri dengan kualifikasinya.
Paman Geor hanya bisa menyetujuinya. Ia juga penasaran dengan masakan buatan Aryan. Kemudian pergi ke halaman depan, tanpa berniat mengganggu Aryan memasak.
Suasana kembali tenang, hanya menyisakan bagian dapur yang masuk sibuk. Oseng oseng terdengar nyaring. Aroma bakar menyeruak segela arah. Aryan melakukanya bak chef profesional beberapa skill memasak ia tunjukan.
Sayur tumis dan ikan bakar siap diatas piring, aroma masakan menyebar ke seluruh penjuru rumah. " Hemm, aromanya lezat seperti biasa namun jauh lebih berasa aromanya di hidung ". ucap Aryan menikmati aroma masakan ya sendiri.
Belum sempat Aryan memanggil penghuni rumah. Adolf sudah duduk dimeja makan, dengan mulut sedikit terbuka. " Ngapain lo nunggu paman, Paman Geor ". Paman Geor datang sedikit berlari. Mencium aroma yang begitu kuat, sudah tak tahan meminta diisi. Begitupun disampingnya yang sudah sedari tadi duduk dengan muka bangun tidurnya.
__ADS_1
" Apa paman terlambat, mari makan paman sudah lapar nih " ucap Paman Geor. " Belum, paman, tapi muka kucel bersihin muka dulu " ucap Aryan secara langsung. " iya, bawel emak komplikasi " ucap Adolf bangkit dari tempat duduknya. Keluar ke kamar mandi.
" Haha dasar " ucap Paman Geor.