
Malik dan Heryy akhirnya tiba di markas Black Dragon yang dimana tempat nya sangat terpencil dan jauh dari kerumunan.
Bisa di bilang ini adalah markas yang paling jauh dari ibu kota karena tempatnya pun berada di tengah-tengah hutan.
Dan markas ini juga khusus di buat oleh Heryy untuk menginterogasi para musuh-musuh nya, dan juga tidak mudah untuk di temukan oleh orang lain.
"Ayo paman kita langsung masuk saja.
" Iya Tuan, lebih cepat lebih baik.
Mereka pun masuk ke dalam markas, di dalam markas ada beberapa orang kepercayaan Heryy yang selalu stanby untuk menjaga para tahanan.
"Brayen bagaimana situasi mereka sekarang?
" Sepertinya mereka tetap tidak mau buka mulut Tuan Muda!
"Ouwhh, seperti itu!
" Paman bagaimana pendapatmu?
"Hahahahaaa Tuan Muda memang suka bercanda, Tuan muda pasti tahu dan selalu mengerti apa yang selalu saya inginkan.
" Hahahaaa sepertinya saya salah bertanya kepada paman.
"Brayen perhatikan paman Malik, dia adalah ahlinya dalam hal ini.
" Paman selesaikan dengan cepat.
"Hahahahaaa dengan senang hati.
Eksekusi pun di mulai! Tanpa belas kasihan Malik terus menyiksa dan terus menyiksa orang tersebut.
Melihat Malik memperlakukan orang-orang itu dengan kejam dan tanpa belas kasihan bahkan bau amis darah dari mereka sangat menyengat, hingga baju nya pun terlihat sangat penuh dengan darah segar.
Heryy yang melihat nya pun sangat menikmati perbuatan dari Malik sampai terlihat senyuman di bibir nya yang sangat puas melihat penyiksaan tiada henti.
Brayen yang melihat nya pun sampai tercengang melihat kegilaan dari Malik sang eksekutor.
"Wah ini sih gila, bisa di bilang ini bukan mau mencari informasi melainkan pembantaian masal.
" Bahkan Tuan Heryy pun tidak menghentikan aksi dari Malik, bisa di bilang mereka berdua adalah, ahh sudahlah jangan di pikirkan lebih baik saya lihat saja bagaimana Malik sang eksekutor bekerja. Gumam brayen dalam hati
Di sisi lain terlihat sangat jelas bahwa ada mamah Irna yang sedang mencoba gaun untuk acara peresmian kerja sama antara Samuel dan para pengusaha lainnya yang akan di adakan dua hari lagi.
__ADS_1
Irna begitu sangat cantik ketika memakai gaun seolah-olah semua mata tersihir akan kecantikan Irna yang baru saja keluar dari ruang ganti.
"Tuan coba lihat, itu nyonya muda atau putri dari kayangan? sangat cantik sekali tuan nyonya.
Samuel yang melihat nya pun langsung terpaku dan tidak bisa bicara apa pun ketika melihat Irna yang begitu cantik ketika memakai gaun yang begitu indah.
" Mas, bagaimana penampilanku? cantik tidak? Samuel pun tidak bisa berkata-kata ketika melihat Irna begitu sangat cantik.
"Tidak bagus yah gaun nya? Ya sudah aku ganti saja gaun yang lain.
" Ehhh, Ehemm tunggu dulu. Gak usah, gak usah ganti kamu cocok kok pake gaun ini.
"Kok? massa pake kok sih? berarti benar yah aku gak cocok pake gaun ini, padahal aku suka loh gaunnya.
" Ehh bukan itu sayang maksud mas.
"Trus apa hah? jelek gitu?
" Ya ampun, kamu ini sama saja yah sama anak kamu Heryy yang selalu bikin mas kesal.
"apa? mas bilang apa? mas ingat yah Heryy itu anak kamu juga bahkan Heryy itu anak kamu satu-satunya.
" Nggak sayang bukan itu maksud mas.
"Sudahlah lagi males ribut aku sama kamu, pokok nya aku mau gaun yang ini titik.
Irna pun tersipu malu ketika Samuel menggoda Irna di depan Ricard dan para pelayan toko,
"Sudahlah jangan menggoda ku, aku tau apa maksud kamu, lebih baik kamu pilih jas mana yang akan kamu kenakan di peresmian nanti, setelah itu kita langsung ke kantor.
" Kamu yakin mau ikut mas ke kantor?
"Iya, sekalian aku mau lihat bagaimana suami aku yang tersayang ini bekerja demi aku dan Heryy.
Irna pun memandang Samuel dengan penuh kasih sayang sembilan memegang kedua pipi Samuel dengan kedua tangannya.
Begitu lama mereka saling bertatapan sampai lupa mereka berdua sedang di perhatikan oleh para tamu yang datang ke toko gaun tersebut.
"Tuan mau sampai kapan tuan akan terus menatap nyonya, bahkan semua orang sedang memperhatikan tuan dan nyonya dari tadi tidak berkedip.
" Ehemm kalau begitu kita langsung saja berangkat, kebetulan tadi mas sudah memilih jas yang akan mas kenakan ke pesta peresmian.
"Ricard tolong bawa gaun ini juga setelah nyonya ganti pakain, tolong bayarkan sama jas saya juga saya akan tunggu di mobil.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai Samuel langsung pergi ke kantor dengan istri tercinta nya.
Di sisi lain ada Faridah yang sedang lagi makan, melihat keadaan kaki yang mulai membaik.
"Kok gini amat yah, udah kaki gw sakit di rumah gk ada siapa-siapa lagi, papah sibuk kerja paman Steven juga sama huhh.
" Apa gw telpon Heryy aja yah? biar gw ada yang nemenin gitu di rumah. tapi kan kemaren dia udah datang nemenin, masa gw harus minta dia datang lagi sih.
"Telpon aja kali yah biar gw ada temen nya, walaupun dia gk kesini nemenin gw setidaknya gw bisa ngobrol sama dia.
" Nggak, ngga, nggak! masa cewek harus nelpon duluan? harusnya cowok kan yang inisiatif buat nelpon?
"Tunggu deh, kok kayak nya gw sekarang berharap banget yah Heryy bisa ngabarin gw? kan gw bukan siapa-siapa nya dia!
" Duuuuuuhh Diah, stop yah jangan mikirin dia mulu. inget Dia itu cuma pacar pura-pura luh doang gak lebih. mendingan sekarang lu makan terus istirahat ok.
"Apa lagi, luh dah janji sama papah mau sembuh dan juga luh itu harus ikut ke pesta buat nemenin paman steven, masa ke pesta luh harus sakit sih.
Akhirnya Faridah bertekad untuk sembuh, apa lagi diah sudah berjanji akan ikut om Steven ke pesta peresmian project om nya itu.
Ketika Diah mau beristirahat tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya. dan ternyata itu adalah paman nya sendiri yaitu Steven.
"Tok, tok, tok, Diah apa kamu ada di dalam? ini paman Steven!
" Masuk aja om gk di kunci kok.
"Ok paman masuk yah!
" Paman ada apa paman kesini? gak biasanya, apa lagi paman nyari aku? apa ada hal yang penting?
"Hehee, kamu kok gitu sih ngomong nya sama paman. Paman ada salah yah sama Diah sampai-sampai Diah ngomong nya kek gitu sama paman?
" Nggak Diah cuma ngerasa ada sesuatu yang aneh aja, kan yang sudah-sudah juga paman kek gitu!
"Kayak gitu gimana? coba kalo ngomong itu yang jelas. Faridah terus saja memperhatikan Steven dengan mata yang tajam seolah-olah ingin menerkam sebuah mangsa yang sudah ada di depan mata.
Seperti ada sesuatu yang telah terjadi pada Faridah dah Steven di masa lalu yang membuat Faridah kecewa terhadap om nya itu?
Jika memang benar lalu apa yang telah terjadi pada Faridah dan om nya tersebut, kita akan tahu di episode selanjutnya.
Bersambung...........
...************...
__ADS_1
...Hayy....... kakak-kakak sekalian 🤗🤗...
...Terima kasih yahh buat yang sudah mampir di novel pertama aku semoga kakak-kakak sekalian di beri kesehatan, panjang umur, dan selalu bahagia itu yang paling penting 😁😁...