
Faridah pun tersadar dari lamunannya setelah melihat Heryy pergi meninggalkan dirinya sendirian saja di kantin.
"Ya ampun mimpi apa aku semalam?sial banget aku hari ini,belum tadi pagi kena hukum oleh guru BK dan sekarang malah ketemu sama orang yang super nyebelin pula"
"Heyy,... mau sampai kapan ngelamun kek gitu? nanti kesambet baru tau rasa!" teriak Heryy dari kejauhan yang menyadarkan Faridah dari lamunannya.
"iishhh,... nyebelin banget sih jadi orang! bisa gak sih kalo ngomong itu gk usah teriak-teriak hahh?kan aku juga punya kuping yang masih berfungsi" timpal Faridah kepada Heryy yang mulai keluar sikap aslinya.
"Salah siapa kenapa melamun? katanya mau masuk kelas?"
Faridah pun langsung pergi meninggalkan Heryy sendirian di belakangnya,sakin kesalnya dia sama Heryy dia tidak mendengarkan pekataan dari Heryy.
"Heyy,...tunggulah kok malah merah beneran sih kan cuma bercanda" Heryy pun pergi mengejar Faridah yang kelihatannya sedang marah besar kepada Heryy.
...************...
kini kita kembali di perlihatkan pada papahnya Heryy yang sedang memilih sepatu yang paling bagus dan cocok untuk istrinya tercinta.Walaupun Samuel selalu kesal pada istrinya tapi dia tetap sangat mencintai istrinya.
"Untungnya aku sayang pada istriku,kalau tidak mana mungkin aku mau kesini,apa lagi sendirian males bangetkan jadinya".Gerutu Samuel.
Ketika Samuel mau keluar setelah berbelanja tiba-tiba Samuel terkejut akan suara keributan yang ada diluar.Samuel pun melihat Malik yang sedang bertarung dengan seseorang yang tidak dia kenali Samuel langsung berlari dan membantu Malik anak buahnya yang sedang kewalahan melawan lima orang sekaligus.
"Malik,...? kamu tidak apa-apah? tanya Samuel yang hawatir pada Malik yang terluka.
" Tidak Tuan,hanya luka ringan saja"
"Dengan kondisimu seperti ini apa kamu masih bisa bertarung? tanya Samuel
" Jangankan bertarung Tuan, saya juga masih bisa menghabisi mereka berlima sekaligus"jawab Malik dengan senyuman yang sangat senang,seakan-akan dia menikmati pertarungan ini.
"Baguslah kali begitu,mari kita kirim mereka semua ke neraka yang paling dalam".Jawab Samuel dengan senyuman raja iblis dan aura yang membunuh yang sangat mengerikan.
Samuel langsung menghabisi orang-orang yang menyerang Malik tanpa sisa kecuali satu orang.Samuel sengaja tidak menghabisi semuanya agar Samuel bisa menginterogasi orang itu dan kenapa mereka menyerang Malik.
"Malik bawa dia ke markas,kamu tau kan apa tugasmu sekarang,...?
"Baik Tuan akan saya laksanakan"jawab Malik seakan-akan mengerti apa yang di maksud Tuannya.
__ADS_1
" Apakah saya perlu membunuhnya juga Tuan jika dia tidak membuka mulutnya?"Tanya Malik pada Samuel yang sedang mencoba menelpon seseorang.
"Kenapa kamu harus bertanya? lakukan saja seperti biasanya yang kamu lakukan"
"Baik Tuan,kalau begitu saya pamit pergi terlebih dahulu!"
Malik pun mengerti apa yang di maksud oleh tuannya dan segera pergi meninggalkan Samuel sendirian yang sedang menelpon seseorang,Seakan-akan Malik tau siapa orang yang di telponnya.Dan benar saja Rhicard lah yang Samuel telpon dan menyuruh untuk menjemputnya di toko sepatu di kota A.
"Hallo,...Rhicard?jemput aku sekarang juga dan tinggalkan saja dulu pekerjaanmu ini lebih penting karena aku dan Malik telah di serang oleh orang yang tidak kami kenal".
" Apa,..? terus keadaan Tuan bagaimana sekarang? tanya Rhicard yang sedikit hawatir.walaupun dia tahu pasti Tuannya tidak akan terluka sedikit pun.
"Apa kamu bilang? kamu meremehkan saya sekarang,..?
" Ti-tidak Tuan,saya hanya hawatir saja akan keadaan Tuan".
"Sudahlah kamu cepat saja kesini nanti saya kirimkan alamatalamat tokonya".
" Baik Tuan saya berangkat sekarang".Rhicard pun bergegas pergi ke alamat yang di berikan oleh Samuel.
Setelah samapai disana Rhicard langsung bertanya akan keadaan Tuannya dan juga Malik yang telah pergi meninggalkan Tuannya sendirian.
" Saya tidak apa-apa,ayo cepat antar saya pulang saya sudah di tunggu oleh istri saya dirumah"jawab Samuel yang langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan Rhicard sendirian.
"Nanti setelah kamu antar saya pulang,kamu pergilah ke markas temani Malik disina karna ada tugas penting buat kamu disana dan juga Malik"ujar Samuel yang meringankan Rhicard untuk menemani Malik di markas Black Dragon.
" Baik Tuan setelah ini saya akan menemani Malik di markas Black Dragon"
"ohh iya! bagaimana kerjaanmu di kantor? apa sudah beres?
" Sudah Tuan,bahkan persiapan buat miting besok sudah saya siapkan semua.Tuan hanya tinggal duduk manis saja dan tanda tangan untuk menyetujuinya saja.
"Bagus, tidak salah saya menempatkan kamu sebagai sekretaris saya di kantor, bahkan kamu bisa meng-handle semua kerjaan saya selagi saya ada tugas di luar kota atau di luar negeri".Jawab Samuel yang memuji Rhicard atas kinerjanya selama ini.
"Terima kasih Tuan telah memuji saya, ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai sekertaris tuan, yang harus siap siaga jika Tuan membutuhkan saya.
Setelah mengantarkan Samuel Rhicard langsung menancapkan gas untuk pergi ke markas membantu menginterogasi orang yang telah di tangkap oleh Malik dan Samuel.
__ADS_1
"Bagaimana?menemukan sesuatu,...? tanya Rhicard yang mengagetkan Malik yang sedang menginterogasi orang yang telah membuatnya terluka.
" Astaga naga,kau ini bisa tidak kalau datang itu ketuk pintunya terlebih dahulu hahh? untung saja aku tidak jantungan.
"Hahahahaaa,..... sorry-sorry,bukan maksudku untuk mengagetkanmu".Rhicard tertawa karena dia telah mengagetkan Malik yang sedang fokus untuk mencari informasi siapa yang telah mengirim dirinya untuk menyelakai Malik dan Samuel.
" sorry-sorry! jika kau seperti itu lagi maka akan ku pastikan hari itu juga kau tidak akan bisa bernafas lagi".jawab Malik yang sedikit mengancam Rhicard karena saking kagetnya Malik atas kedatangan Rhicard.
"Terus sekarang mau apa kau kemari"? tanya Malik yang penasaran kenapa Rhicard bisa disini?.
" Aku di suruh oleh Tuan besar untuk menemani mu di sini dan mencari tau kenapa dia bisa menyerang mu dan Tuan besar".Jawab Rhicard
"Untuk sekarang kita hanya memiliki informasi bahwa ada seseorang yang membayarnya untuk membunuh Tuan besar,untuk mengenai siapa orang tersebut dia pun tidak tau siapa orang nya.
" Hmmm,... Terus sekarang bagai mana? mau di apakan orang ini,...?
"Heeeeeee,...."
Malik pun tersenyum layaknya orang gila kepada Rhicard.Dan Rhicard pun mengerti apa yang di maksud dengan senyuman itu,yang menandakan bahwa dia akan bersenang-senang malam ini dengan mangsanya.
"Kenapa kau tersenyum layaknya orang gila?jangan bilang kau akan membunuhnya,...? tanya Rhicard sambil menebak apa yang akan Malik lakukan terhadap mangsanya.
Malik malah tertawa mendengar perkataan dari Rhicar, memang benar apa yang dia pikirkan Malik akan membunuhnya tapi secara perlahan agar dia bisa menikmati setiap rintihan-rintihan yang keluar dari mulut mangsanya.
"Sudahlah aku akan laporkan ini kepada Tuan besar,selamat bersenang-senang dengan mangsamu itu dasar orang gila".
Akhirnya Rhicard pun pergi meninggalkan Malik sendirian dengan mangsanya yang membuat dirinya semakin senang karena sudah hampir tiga bulan dia tidak mendengar alunan-alunan rintihan kesakitan yang merdu dari mulut para mangsanya selama ini.
Bersambung......
...***********...
...Hayy....... kakak-kakak sekalian 🤗🤗...
...Terima kasih yahh buat yang sudah mampir di novel pertama aku semoga kakak-kakak sekalian di beri kesehatan, panjang umur, dan selalu bahagia itu yang paling penting 😁😁...
...jangan lupa yah bantu aku dengan likenya,coment nya juga,yang paling penting vote nyaa dan bintangnya agar aku terus semangat buat novel dan lanjutin ceritanya 🙏🙏🙏☺...
__ADS_1
see you next part 07 🙏🙏🙏