
Sekarang kita kembali ke kediaman Samuel Renata dan Rhicard pun langsung melapor ke Samuel apa saja yang dia dapatkan setelah menginterogasi orang yang ada di markas Black Dragon.
"Permisi nyonya besar Tuan Samuel nya ada di rumah?" tanya Rhicard pada Irna istri dari Samuel Renata.
"Ehh,... Rhicard rupanya,ada kok silakan masuk,Tuanmu sedang ada di ruang kerjanya" sahut Irna pada Rhicard mempersilahkan nya masuk.
"Terima kasih nyonya" Rhicard pun langsung bebgegas menemui Rhicard karena ada hal penting yang harus di bicarakan.
"Tok, tok, tok,... permisi Tuan,,?
" Iya masuklah,ada apa kamu kemari? apa tugasmu dengan Malik telah selesai?"
"Sudah Tuan,sepertinya dia hanyalah preman biasa yang di kirim untuk menyelakai Tuan.
" Apa maksudmu barusan?"tanya Samuel yang tidak mengerti apa yang di maksud oleh Rhicard.
"Iya Tuan,sepertinya musuh kita kali ini sangat berhati-hati dan menurut saya musuh Tuan kali ini sedang mempersiapkan sesuatu hal yang sangat besar untuk membunuh keluarga Renata" jawab Rhicard
"kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu,...?
"Mungkin saja lima orang yang Tuan besar dan Malik lawan tadi siang hanyalah untuk mengukur kekuatan clan kita saja".jawab Rhicard dengan instingnya yang tajam.
"Hmmm,... masuk akal juga,baiklah sekarang tugasmu adalah mencari tahu siapa dalang yang ada di balik semua ini".
" Baiklah Tuan saya akan mencari tahu siapa dalangnya".
"Terus bagaimana dengan Malik,...?"
"Mungkin saja sekarang dia sedang bersenang-senang dengan orang yang tadi siang menyerang Tuan".
" Dasar orang gila,apakah dipikirannya hanya membunuh dan membunuh saja?".gumam Samuel yang kesal akan sikap Malik yang tidak pernah berubah,tapi di sisi lain Samuel sangat senang terhadap Malik Karena dia selalu berhasil dalam tugas yang di berikannya.
"Baiklah sekarang kamu bisa pergi dan jangan lupa besok kita ada rapat penting dengan client dan jangan sampai terlambat".
" Baik Tuan,.."Rhicard pun akhirnya pergi dan mempersiapkan untuk rapat besok karena rapat kali ini sangatlah penting bagi keluarga Renata.
...**************...
Akhirnya bell pulang sekolah berbunyi, terlihat Heryy sedang menunggu seseorang di depan gerbang sekolah dalam waktu yang cukup lama.setelah menunggu lama Heryy pun tersenyum ketika melihat orang yang dia tunggu akhirnya datang juga dan menghampiri dirinya.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?ada yang anehh yah dari aku,....? tanya Faridah yang heran melihat Heryy senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Dan kamu juga Kenapa lama sekali?padahal kita satu kelas dan satu tempet duduk pula?".Bukannya menjawab Heryy malah balik bertanya.
" Ya elaaaahhh,... bukannya jawab malah balik nanya?apakah pertanyaan ku kurang jelas untukmu,....?imbuh Faridah terhadap sikap Heryy padanya kali ini.
"Lahh,memangnya kenapa kalau aku bertanya? tidak boleh,...?
" Bukan begitu maksudku,seharusnya kamu jawab dulu pertanyaan dariku bukan malah bertanya balik".
"Ya terserah aku lah kan aku juga hawatir karena kamu yang lama sekali keluarnya padahal kita satu tempat duduk".jawab Heryy yang merasa hawatir akan keadaan Faridah,karena dia takut wanita nya ini di ganggu lagi sama Rosa dan Tania.
" Atau jangan-jangan kamu di ganggu lagi sama Rosa dan Tania? ".
" Hmm,... sudah mulai hawatir yah sekarang?perasaan tadi pas jam istirahat nggak kayak gini deh hehehee".goda Faridah sambil tertawa kecil.
"Bisa di bilang kek gitu" jawab Heryy dengan singkat nya,karena Heryy tau Faridah sedang menggodanya kali ini.
Heryy langsung memberikan Faridah helm yang dan siap mengantarkan Faridah pulang.Tapi sebelum pulang Heryy mauengajak Faridah jalan-jalan terlebih dahulu ke suatu tempat yang selama ini Heryy rindukan.
"Nih pake helemnya biar aman".Heryy memberikan Faridah helm.
" gak mau itu helm bekas kamu,aku maunya yang baru dan yang lucu".Faridah menolak helm yang di berikan Heryy dengan raut wajah manjanya.
"Ini itu untuk keselamatan kamu bukan aku! tapi kalau tidak mau ya nggak apa-apa asal jangan salahkan aku jika nanti jatuh kepala kamu yang hancur!".tegas Heryy pada Faridah yang membuat Faridah takut apa bila yang di omongkan Heryy terjadi.
" kalau gak bisa pake nya ngomong, sini biar aku bantu!".
Faridah langsung terkejut atas perilaku Heryy padanya yang membantunya memakai helm, dan mata mereka pun saling beratap-tatapan dalam waktu yang lama.Hingga pada akhirnya mereka tersadar dengan kedatangan seorang teman baru Heryy yang bernama "Rifki" sontak saja Heryy dan Faridah terkejut akan hal itu.
"Hayooo,.... kalian berdua lagi ngapain,...? tanya Rifki yang mengagetkan mereka berdua.
" nggak kok gw cuma bantu dia aja pake helm nggak ngapa-ngapain".jawab Heryy pada Rifki yang mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Bohong Ki tadi Heryy malah merayu aku, katanya aku ini sangat cantik dan juga imut,...hihihii".timpal Faridah yang mulai mencoba membuat Heryy malu di depan teman barunya sambil tertawa kecil.
" wahh,... parah lu Her ntar kalo Faridah baper beneran gimana? memang nya lu mau jdi pacarnya Faridah kalau dia baper sama lu,....? ".
" Lah,...? memangnya lu belum tau kalu kita udah jadian,...?" jawab Heryy yang tanpa menghiraukan Faridah di sisinya yang sedang bengong mendengar apa yang baru saja Heryy bicarakan.
"serius lu kok gak bilang-bilang sih?, kalo begitu selamat yah kalo lu dah jadian, tapi jangan lupa traktir gw lah di kantin,ya gak Diah,...?
" Ok,... gampang kalo soal itu mah, bila perlu makan dah lu sepuasnya.Tapi ini khusus yah buat lu aja jangan ajak yang lain,ntar kalau yang lain tau bisa habis uang gw hahahaha".jawab Heryy seenaknya sambil tertawa dan di ikuti juga oleh Rifki yang ikut tertawa bersamaan.
__ADS_1
Terlihat sangat jelas Faridah terdiam karena ucapan Heryy barusan, bahwa mereka sudah jadian.Bukannya menolak atau menimpali perkataannya Heryy tapi kali ini Faridah memilih diam dan langsung menundukkan kepalanya ke bawah karena malu akan jawaban dari Heryy.Tapi di sisi lain Faridah sangat senang atas perkataan Heryy barusan.
"Sudahlah gw pergi duluan ada sesuatu yang harus gw kerjakan dengan pacar baru".
" Hmmm,... pamer-pamer mentang-mentang sudah punya pacar baru sekarang, atau lu sengaja mau manas-manasin gw kalau gw belum punya pacar gitu?".gerutu Rifki terhadap Heryy seakan-akan dia sedang menyindir sahabat baru nya itu.
"Hahahahaaa,... bukan gw yah yang bilang lu jomblo,..hahahaa,.. udah yah gw cabut dulu".Heryy malah menertawakan sahabat baru nya itu dengan keras saking senang nya.
" Ya udah jaga diri lu baik-baik,dah see you thomorow".
Heryy pun akhirnya pergi dengan Faridah ke suatu tempat yang belum pernah di datangi oleh Faridah, yang tentunya Faridah pasti menyukai tempat itu.Dan ini juga kali pertamanya Heryy mengajak wanita ketempat biasa Heryy pergi sendirian ke tempat itu.
"Sebenarnya kita mau pergi kemana sih? kok kelihatannya aku belum pernah kesini?".tanya Faridah yang mulai penasaran.
" Sudah ikut saja, nanti juga kamu tau sendiri". jawab Heryy yang tidak mau bertele-tele atas pertanyaan Faridah.
"Nah, sudah sampai,bagaimana? kamu suka,...? aku sering kesini kalau ada waktu senggang apa lagi ketika banyak masalah tentang kerjaan sekolah bahkan,aku sering mengerjakan tugas sekolah disini".
" Waaaaahhh,.... indah sekali tempat nya aku suka tempat ini, kalau perlu aku akan datang kesini setiap wekeend atau bahkan setiap pulang sekolah aku pasti akan kesini".
Faridah pun ngomong sendiri seperti orang gila, bahkan dia tidak memperdulikan apa yang di bicarakan oleh Heryy barusan saking terpesona nya Faridah akan tempat yang dia datangi bersama Heryy yang menurutnya sangat indah.
"Heyyy,... kamu mendengar tidak yang aku bicarakan barusan,....?".
" Tidak,...! memangnya kamu bicara apa padaku,..? jawab Faridah dengan nada juteknya.
"Sudahlah lupakan saja, percuma juga aku bica sama orang yang tidak jelas seperti dirimu".
" Ya sudah kalau tidak mau bicara,..! ohh iya,.. ngomong-ngomong makasih yahh sudah mau mengajakku ke tempat ini aku senang sekali hari ini,dan aku juga suka tempatnya".jelas Faridah yang berterima kasih sambil menghampiri Heryy dan memeluk nya erat.
"Iya,Sama-sama aku juga senang bisa melihatmu sebahagia itu dan juga akan aku pastikan hari ini adalah hari yang paling bersejarah dalam hidupku".jawab Heryy yang sambil membalas pelukan dari Faridah dengan sangat eratnya.
Faridah pun terkejut atas kelakuan Heryy yang membalas pelukannya dengan erat, seola-olah Heryy tidak ingin kehilangan sosok Faridah yang berada di pelukannya.
Bersambung..........
...***********...
...Hayy....... kakak-kakak sekalian 🤗🤗...
...Terima kasih yahh buat yang sudah mampir di novel pertama aku semoga kakak-kakak sekalian di beri kesehatan, panjang umur, dan selalu bahagia itu yang paling penting 😁😁...
__ADS_1
...jangan lupa yah bantu aku dengan likenya,coment nya juga,yang paling penting vote nyaa dan bintangnya agar aku terus semangat buat novel dan lanjutin ceritanya 🙏🙏🙏☺...
see you next part 08 🙏🙏🙏