
Cukup lama mereka berpelukan sampai-sampai mereka tidak merasa bahwa hari sudah mulai sore.
"Baiklah yuk sekarang kita pulang,sudah mulai sore juga".Ucap Heryy sambil melepaskan pelukannya dari Faridah.
" Tapi kita besok kesini lagi kan,..?".tanya Faridah pada Heryy yang mulai suka dengan tempat yang ia kunjungi.
"Tentu saja besok kita akan kesini lagi, apa lagi ini adalah tempat kesukaan ku dari dulu".
Faridah pun hanya bisa tersenyum kecil mendengar kalau besok Heryy akan mengajaknya kembali ke tempat ini lagi.
"Janji,.....?
" Iya aku janji".jawab Heryy sambil tersenyum.
"Ya sudah yuk kita pulang".ajak Heryy pada Faridah untuk pulang, dan Faridah pun mengangguk tanda setuju.
" Pegangan yang erat".Ucap Heryy menyuruh Faridah untuk berpegangngan
"Iya,ini juga pegangan kok".Jawab Faridah sambil memeluk tubuh Heryy dari belakang.
Akhirnya mereka berdua pulang dengan keadaan hati keduanya berbunga-bunga atas kejadian barusan.
" Ohh iya rumah kamu dimana".Tanya Heryy yang tidak tau akan rumah Faridah.
"Rumahku di kota A nomor 23".Jawab Faridah menunjukkan alamat rumah.
" Baiklah kalau begitu".Tanpa pikir lama Heryy langsung tancap gas ke alamat yang sudah di berikan oleh Faridah.
Tidak terlalu lama akhirnya mereka sampai di rumah Faridah yang memang rumahnya tidak terlalu jauh dari tempat mereka jalan-jalan.
"Apakah benar ini rumah nya?".tanya Heryy seakan-akan tidak percaya bahwa ini adalah rumah Faridah.
" Kenapa,...? kok gitu tanyanya,...? kamu tidak percaya kalau ini rumahku,...?
"Iyaa,.. soalny gede banget rumahnya,rumahku saja tidak sebesar ini,ini sih kayanya sepet istana di negeri-negeri dongeng gitu".Jawab Heryy seakan-akan takjub melihat rumah Faridah yang sangat besar.
" Sudahlah ayo cepet masuk nanti aku buatkan kamu minum".Faridah menawarkan Heryy untuk masuk kerumahnya dan menawarkanya minum.
"Tidak usah repot-repot aku juga mau langsung pulang saja takut di cariin sama mamah, mungkin lain kali saja yah aku main kerumahmu".jawab Heryy menolak tawaran Faridah.
__ADS_1
" Ouhhh,... baiklah kalau begitu hati-hati di jalan".jawab Faridah yang mencoba mendekati Heryy.
Dan tiba-tiba tanpa disadari oleh Heryy Faridah malah mencium pipi Heryy dengan lembut dan langsung pergi ke dalam rumah dengan berlari kecil karena malu atas sikapnya barusan,tanpa menengok sekali pun kebelakang.
Sejenak Heryy pun tediam sesaat betapa terkejutnya Heryy ketika pipinya di cium oleh wanita yang diam-diam dia suka.
"Apa ini, perasaan apa ini, dan kenapa jantung ini berdetak begitu kencang seakan-akan ingin meledak seperti nuklir yang baru saja terjatuh di suatu tempat,...?".
" Sudahlah sebaiknya aku pulang sekarang takut mamah mencariku karena aku belum pulang sampai sesore ini".gumam Heryy dalam hatinya.
Dan ternyata memang benar mamah dan papahnya sedang menunggu kepulangannya di depan rumah sambil mondar-mandir tidak karuan.
"Pah,..? bagai mana ini kok anak kita belum pulang juga,..? padahal ini sudah sore lohh pah".tanya Irna pada Samuel yang hawatir akan keadaan Heryy yang belum pulang juga.
" Tenang dong mah, anak kita kan hebat pasti dia tidak akan kenapa-kenapa percaya deh sama papah, apa lagi dia adalah wakil dari clan Black Dragon, jadi mamah tenang yah".
Irna pun mengangguk tandanya dia mengerti apa yang dikatakan Samuel.Tidak lama setelah itu akhirnya Heryy pun tiba di rumah dan sedikit terkejut akan siapa yang menyambut kepulangannya.Dan akhirnya Irna bisa bernapas lega karena melihat anaknya pulang dengan selamat.
"Mamah aku pulang".sambil teriak pada mamahnya dan sedikit terkejut akan keberadaan papahnya di sana.
Dan sepertinya Heryy tidak mengetahui dirinya sedang di ikuti oleh salah satu anak buah Ronald zoon coen yang sedari tadi ada di belakangnya.
"kenapa,...? kamu tidak suka kalau papah pulang hahh,...? tanya Samuel dengan kesal.
" Bukan begitu pah,kan setidaknya papah kasih tau aku kalau mau pulang!. Kan biasanya juga papah selalu kasih tau aku kalau papah mau pulang".
"Ntah kenapa papah tidak mau kasih tau kamu kali ini kalau papah mau pulang,.... Hmmmmm,... mungkin karena kamu selalu minta oleh-oleh dari luar negeri,apa lagi kemaren waktu papah keluarga negeri kamu minta senjata terbaru,mahal pula harganya,... hahahahaaaa,...!".jawab Samuel yang sambil tertawa bahagia layaknya seorang ayah yang sedang melihat anaknya yang baru belajar berjalan.
"Iisshhhh,... papah nihh selalu saja menggodaku". jawab Heryy yang sambil cemberut layaknya anak kecil yang meminta mainan sama papahnya.
" Sudah-sudah, ayo cepet mamah sudah buatkan makanan kesukaan kalian berdua".Irna pun langsung menyuruh keduanya untuk masuk dan makan bersama.
"Baiklah mah, mungkin kali ini papah menang,tapi lain kali tidak ada kesempatan lagi buat papah".ancam Heryy sambil melihat papahnya yang sambil tertawa.
"Uuuuuhhhhh,... papah jadi takut nih, tapi apakah kamu yakin akan ada kesempatan buat kamu membalas papah".jawab Samuel yang sembari berjalan masuk menuju meja makan keluarga.
Di sisi lain Faridah senyum-senyum sendiri seperti orang yang kerasukan oleh jin yang membuat papahnya keheranan atas tingkah anaknya itu.
"Ehemmmmm,... kamu kenapa senyum-senyum sendiri seperti orang gila".tanya Ronald zoon coen sang ayah dari Faridah.
__ADS_1
" Ehh Papah, papah kapan pulang, kok gak seperti biasanya pang dari kantor tidak ngabarin aku? atau jangan-jangan pap-------?".belum sempat ngomong papah Faridah malah memotong perkataan Faridah.
"Siapa dia,...? siapa lelaki itu? kok papah baru pertama kali melihatnya,apakah dia pacarmu,...?".
" Satu-satu dong pah tanyanya, kan aku jadi bingung mau jawab yang mana dulu".
"Tinggal jawab aja kok susah? Siapa lelaki itu".
" Dia adalah anak baru yang baru saja pindah sekolah karena di suruh oleh papahnya".jawab Faridah.
"Terus kenapa kamu senyum-senyum sendiri, atau jangan-jangan kamu suka padanya?
" Tentu saja tidak papah, hanya saja dia sangat tampan karena itulah aku senyum-senyum sendiri saat memikirkan nya.
" Lalu bagaimana kamu bisa pulang bareng sama dia?, kan biasanya kamu selalu naik taxi online?
"Tidak sengaja dia menawarkan aku tumpangan untuk pulang,apa lagi kita satu tempat duduk dan rumah nya satu arah pula, jadi tidak ada salahnya kan pah kalau aku pulang bareng dia?".tanya Faridah pada sangat ayah.
"Kamu yakin hanya itu saja,?tidak ada yang kamu sembunyikan dari papah?".
" Iya pah, mana mungkin aku berani menyembunyikan sesuatu dari papah, papah kan adalah papah terhebat buat aku".jawab Faridah meyakinkan papahnya.
"Baiklah sekarang kamu boleh pergi dan papah juga sudah menyiapkan kamu makanan di kamarmu setelah itu istirahat sepertinya kamu capek sekali hari ini".
" Terima kasih papah sayang, aku sayang papah muachhh".akhirnya Faridah di perbolehkan pergi ke kamar oleh papahnya untuk istirahat dan tidak lupa untuk mencium pipi papahnya tersayang.
"Chriss ikuti bocah tadi yang mengantarkan putriku pulang dan laporkan segera dimana anak itu tinggal".suruh Ronald zoon coen yang menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Heryy, sekaligus memata-matainya.
Bersambung.......
...***********...
...Hayy....... kakak-kakak sekalian 🤗🤗...
...Terima kasih yahh buat yang sudah mampir di novel pertama aku semoga kakak-kakak sekalian di beri kesehatan, panjang umur, dan selalu bahagia itu yang paling penting 😁😁...
...jangan lupa yah bantu aku dengan likenya,coment nya juga,yang paling penting vote nyaa dan bintangnya agar aku terus semangat buat novel dan lanjutin ceritanya 🙏🙏🙏☺...
see you next part 09 🙏🙏🙏
__ADS_1