Kisah Cinta Manusia Spesial

Kisah Cinta Manusia Spesial
11. Pesta Penyambutan Anggota Baru


__ADS_3

Jam istirahat keduapun datang juga. Jam yang dinantikan oleh para siswa akhirnya juga. Akupun pergi ke kantin bersama teman-temanku. Di kantin yang ramai aku melihat Monica dan Julia yang duduk disalah satu bangku di sana, dimana disitu juga ada Nadia, adik dari Vandy. Vandy berjalan menuju bangku itu. Kemudian ia menyapa mereka dan mereka membalasnya.


"eh, pada di sini semua nih mau gua traktir nggak?" kata Vandy


"emang kakak punya uang??"kata Nadia meremehkan


"eh kakak??"kata Monica kebingungan


"iya jadi gua ini kakaknya Nadia"jawab Vandy


"ooo..... baru tahu gua"kata Monica


"iya gua juga baru tahu" kata Julia


"nah jadi sekarang kalian tahu kan"Kata Vandy


"iya tahu"jawab Monica dan Julia


"busseeet dari tadi ngobrol mulu, jadi nggak nih traktirannya"kata Jhony


"jadi dong, nah sekarang order semua yang kalian mau hari ini gua yang traktir"kata Vandy


"tapi ini orangnya banyak banget lho Van, apa nggak keberatan??"kata Monica


"keberatan apanya kakak itu baik banget. Dan dia nggak pernah pelit. Gua kan adiknya jadi tahu tingkahnya"kata Nadia


"oo.. gitu ya"balas Monica


"nah sekarang ayo kita makan sepuasnya!" kata Jhony


"ya ayo!"balas Nadia lagi


Merekapun makan walau Vandy dan Monica duduk terpisah. Tak lama kemudian mereka selesai makan lalu mereka berjalan dari kantin melewati lorong di sekolah.


"makasih ya Van traktirannya"Kata Monica


"makasih Van..." kata Julia


"okey no problem"jawab Vandy


"thanks ya gan"kata Jhony


"thanks Van.."kata Dei dan teman-teman lainnya


"makasih kak"kata Nadia


"hhhmmm"jawab Vandy sambil melihat jalan


"jahat amat lu kak giliran cewek lain aja lu jawab lengkap"kata Nadia marah


"Yo ' i dong kan kakak lu itu....."kata Jhony hampir keceplosan


"ssssttttttt diem lu"kata Vandy sambil membungkam mulut Jhony


"emang napa masalah buat lo?"kata Vandy lagi


"bodoamat ah"jawab Nadia


"kalian ini kakak beradik yang lucu ya" kata Monica berkomentar


"nggak juga"jawab Vandy


"iya, kadang aja kita berantem cuman gara-gara masalah sepele"kata Nadia menjelaskan


Monica tidak menjawab apapun ia hanya tertawa melihat tingkah laku kami. Tak lama setelah kami jalan-jalan yang membuat pikiran fresh, jam masukpun berbunyi. Aku,Monica,Julia dan Jhony segera pergi ke kelas. Jam pelajaranpun berlangsung dengan baik. Setelah pulang sekolah Jhony,Vandy,Dei,dan yang lainnyapun berada di lobby sekolah untuk mendiskusikan acara nanti jam14.00 siang. Rencananya mereka akan pergi ke base camp punya geng Vandy untuk berpesta acara penyambutan anggota baru. Dei pulang duluan karena dia lupa membawa anggur merah yang dijanjikannya kepada Vandy. Dan Dei akan mengambilnya di rumah lalu akan kembali ke sekolah. Tak lama kemudian mobil Vandypun datang, lalu Vandy mendekati Pak Nico, supir Vandy.


"Pak maaf, ini saya ada kerja kelompok jadi nggak bisa ikut pulang"


"ohhh iya Van... nggak apa-apa. Nanti dijemput nggak Van?"


"nggak usah pak nanti saya nebeng temen aja"


"iya Van... jangan pulang malam-malam ya saya takut nanti dimarahin tuan besar"


"okey paman"


"ya sudah paman permisi dulu ya Van..."


"silahkan paman"

__ADS_1


Pak Nico hanya membalasnya dengan senyuman. Vandy seketika ingat akan janjinya hari ini dengan Monica, kemudian ia melihat Monica di depan gerbang sekolah sedang bercanda bersama temannya. Vandypun menghampiri Monica.


"Mon hari ini.... jadi kan?"


"iya jadi, kenapa??"


"nggak apa-apa cuma memastikan aja. Nanti jam 17.00 aku jemput ya?"


"oh ya... okey"


"ya sudah aku pergi dulu ya"


"ya....."


Tak lama kemudian Dei datang lalu mereka mengganti baju yang sudah disiapkan untuk pesta. Mobil yang dipesan Vandy akhirnya datang juga lalu kami segera naik mobil dan menuju ke base camp geng Vandy. Setelah lama kemudian mereka tiba di base camp itu. Di sana ada banyak tamu yang tak lain adalah pacar dari teman-teman Vandy. Kemudian Vandy membayar taksi itu dan turun dari mobil. Vandy dengan rapi dan elegan menuju ke ruang tengah pesta. Di sana ramai sekali, kemudian Vandy mengajak Dei dan yang lainnya termasuk Jhony pergi ke panggung. Sambil jalan Vandy juga bilang bahwa semua ini disiapkan oleh neneknya dan base camp ini juga nenek Vandy yang membeli. Saat tiba di panggung Vandy sendiri dan Jhony yang menjadi pembawa acaranya.


"okey guys selamat datang di acara penyambutan anggota baru TLMG"kata Vandy


"dan saya disini akan memperkenalkan anggota-anggota baru kita. Dimulai dari yang sebelah kiri dulu silahkan...."kata Jhony


Kemudian Dei dan teman-temannya memperkenalkan diri satu persatu.


"semoga dengan penambahan anggota baru TLMG ini kita bisa terus berkembang mencapai apa yang dicita-citakan"kata Jhony


"dengan semangat mari kita bersulang bersama untuk TLMG dan anggota baru ini, bersulang sekarang!"kata Vandy


Merekapun bersulang lalu memulai pestanya. Dan meminum anggur merah yang sudah dipersiapkan.


"Van... lu panas ya? kok tumben lu siapin anggur merah kan biasanya no alkohol" kata Very


"nggak apa-apa sekali-kali"jawab Vandy


"hey girls lagi apa nih?" kata Vandy kepada pacarnya dan juga temen-temennya


"hey sayang tambah ganteng aja kamu" kata pacar Vandy yang bernama Intan


"pasti...." kata Vandy sambil meminum gelas yang berisi anggur merah dan merangkul Intan


Kemudian Intan pergi ke toilet.Mata Vandy yang mulai berkunang-kunang dan kepala Vandy yang pusing. Tanpa sadar ia pergi ke toilet yang sama dengan Intan lalu ia memojokkan Intan ketembok sambil ingin mencium bibirnya.


"Vandy kamu terlalu mabuk" kata Intan sambil berusaha menjauh dari Vandy


"apa maksudmu? kau ingin sungguh melakukannya?! tidur bersama?! kau pikir aku ini apa?! penghapus nafsu seksualmu begitu?!" kata Intan teriak


"katanya kau sayang padaku, kau selalu berlagak seolah-olah aku adalah tunananganmu padahal kita baru pacaran 2 bulan kenapa kita tidak melakukannya supaya jadi seperti pasangan tunangan yang seharusnya"


"Vandy! kau ini gila?! sekarang aku bersungguh-sungguh, kau terlalu mabuk istirahatlah di kamar,ayo aku antar lagi pula kau bangsawan kan?! kau pasti malu kalau reputasimu hancur kan?! ayo aku antar ke kamar"


"reputasiku? tidak-tidak aku tidak peduli yang kupedulikan hanya kau disini dan melakukannya denganmu"Kata Vandy mabuk


"(menampar Vandy)hei sadarlah kau bukan Vandy yang kukenal,Vandy yang kukenal tidak sebr*ngs*k ini"teriak Intan


"hei-hei tenanglah jika ingin melakukannya disini maka kau harus tenang"


Jhony,Very,Irfan dan Vangavan yang sedang berada ditoilet laki-laki yang ada disebelahnya pun mendengar teriakan Intan


"anj*r suara apa tu"kata Jhony


"Toilet perempuan"kata Vangavan


"ehh kesana yuk takutnya ada apa-apa"Balas Irfan


"Tapi kan toilet perempuan loh, yakin?!"Jawab Very


"tapi kalau ada apa-apa gimana kan kita juga yang ngerasa bersalah kalu nanti ada apa-apa"Balas Jhony


"Ya udah ayuk"Kata Irfan


Kemudian merekapun mengecek toilet perempuan dan mengetahui Vandy sedang memojokkan Intan ke tembok dan merekapun langsung mendekati dan mencegah Vandy. Dan mereka memapah Vandy menuju ke ruangan pribadi Vandy.


"Van... lo dah terlalu mabuk ayo pulang!" kata Jhony khawatir sambil menaruh tangan Vandy ke pundaknya


"apaan sih gua gak mabuk kok,gua nggak apa-apa"kata Vandy yang tengah mabuk


"udah gua bisa jalan sendiri nggak perlu mapah gua" tambah Vandy lagi sambil menyingkirkan tangan Jhony


"Van kalau nggak kuat ya nggak usah minum" kata Vangavan sambil menaruh tangan Vandy ke pundaknya


"ya lagi pula bukannya lu nggak boleh minum?" kata Very

__ADS_1


"hehe biarin gua mati lagipula nggak ada yang peduli sama gua"kata Vandy yang tengah mabuk sambil berusaha melepas tangan Vangavan


"lu ngomong apaan sih kita peduli kok"kata Jhony kata Jhony sambil berusaha memapah Vandy walau ia tidak mau


"iya Van gua juga peduli sama lu" kata Vangavan dengan dingin


"makasih ya kalian emang sahabat gua yang paling baik"kata Vandy yang mabuk


Sesampainya di ruangan pribadi Vandy,mereka merebahkan Vandy disofa dan kemudian Vandy tertidur lelap.


"Van woy Van pestanya dah selesai"kata Dei


"lu jadi nggak jalan-jalan sama gebetan lu?"kata Jhony


Tak lama kemudian Vandypun bangun dan mereka memapah Vandy pulang. Sesampainya di rumah Vandypun masuk dan teman-temannya berhenti memapahnya karena Vandy bilang sudah bisa jalan sendiri. Mulutnya yang masih bau alkohol membuat ayahnya sangat marah dan memukul Vandy berulang-ulang.


"kamu dari mana hah? dan kenapa itu mulut kamu bau alkohol hah jawab. Nggak mungkinkan habis belajar kelompok?"kata ayah Vandy


"emang urusan papa, papa aja nggak pernah peduli sama aku" kata Vandy


"kamu ini mau sembuh nggak sih?!" kata ayah Vandy sambil memegang baju Vandy


"lah ngapa ayah dulu juga punya penyakit yang sama kan kaya aku dan ayah sering minum juga kan jadi aku nggak salah dong"bantah Vandy


"anak ini!" kata ayah Vandy sambil memukul Vandy


"sudah! cukup! Kalau kamu mukul Vandy sekali lagi aku nggak akan mau ngenal kamu lagi"kata Nestra, ibu Vandy


"kamu tahu nggak anak kita ini kalau dibiarin gini terus bakal ngelunjak" kata Pak Wijaya


"tapi kalau marahin ya kira-kira dong masa anak sekecil ini kamu pukulin" kata Bu Nestra


Ayah Vandy berhenti memukul Vandy. Lalu Vandy dipeluk ibunya dan Nestra menyuruh Vandy masuk ke kamar dan mandi. Vandy masuk ke kamar lalu segera ia mandi dan merendam tubuhnya di bathub sambil memikirkan ulang peristiwa hari ini. Selesai mandi ia lalu bersiap-siap ke rumah Monica dengan motornya yang diberikan nenek tapi sebelum itu ia membalut lukanya akibat di pukuli ayahnya. Sesampainya di rumah Monica ia lalu pergi bersama Monica ke mall.


"wah Mon you so beautiful"kata Vandy


"oh... thanks you are also handsome"balas Monica


"thank you darling"kata Vandy. Monica tidak menjawab ia hanya tersenyum.


Sesampainya di mall, ada Jhony,Julia,Vangavan,dan Nadia yang sedang menunggu kami. Kamipun segera memarkir sepeda motor dan menghampiri mereka.


"Eh ada Nadia toh kenapa tadi nggak bareng biar naik mobil sekalian"kata Vandy


"tadi tuh pas kakak mandi Nadia nebeng kak Jhony"kata Nadia


"oooo....."jawab Vandy


"jadi gimana. Mau nonton??"balas Vangavan dengan dingin


"okey aku denger ada film bagus judulnya kalau nggak salah 'Endegen' artinya familiar"kata Jhony


"eh aku suka banget film itu aku juga rencananya mau nonton bareng Nadia"kata Monica


"ok kita nonton film itu"kata Vandy


Merekapun membeli tiket dan menonton film itu, Monica dan Vandy duduk bersebelahan Nadia juga duduk di sebelah Vandy tapi dianggap sebagai obat nyamuk, setelah nonton mereka jalan-jalan. Yang perempuan order makanan sedangkan kami para laki-laki hanya bermain game. Setelah kami makan kami jalan-jalan sebentar dan membeli sesuatu untuk orang tua kami. Tak terasa sudah hampir pukul sembilan kamipun pulang ke rumah masing-masing.


"ayo Mon kita pulang"kata Vandy


"nggak Monica biar aku anter aja kamu pulang sana sama Nadia"kata Julia


"cieee cemburu ya!"kata Jhony


"apaan sih nggak kok"balas Julia


"ehem,ehem"kata Jhony


"woi sekali ada yang ngoceh lagi gua tonjok lo"kata Vandy


"ya okey no problem sih tapi nanti kalau gua sama mama lu dianggap nggak bertanggung jawab gimana Mon"kata Vandy


"Halah nggak usah lebay lu Van"kata Jhony


"stop ayo pulang keburu malam ini"kata Vangavan dengan dingin


"ok, Jul gua setuju usulan dari lo"balas Vandy


"ayo guys"kata Jhony lagi

__ADS_1


Akupun membonceng Nadia sedangkan Monica diantar Julia. Vangavan dan Jhony mereka naik motor sendiri. Setelah sampai di rumah akupun memarkirkan motorku dan mengganti pakaianku lalu tidur.


__ADS_2