
Di waktu makan pagi kami berbincang-bincang tentang banyak hal.
"Van sebenarnya papa tidak ingin mengungkit masalah ini lagi tapi.... jujur itu membuat papa terganggu" kata papa Vandy
"memang kenapa pa??" kata Vandy bingung
"kemarin sehabis kamu pulang dari sekolah sebenarnya kamu kemana dulu?? Dan kenapa pada saat kamu pulang kamu malah mabuk??"tanya papa Vandy
"se----sebenarnya Vandy punya anggota geng baru pa jadi Vandy berangkat ke basecamp dulu pa buat ngerayain. Terus soal mabuk Vandy cuma mau coba minum anggur merah kata temen-temen rasanya enak, jadi aku penasaran dan mau nyoba. Vandy nggak tahu kalau itu buat Vandy ketagihan, maaf ya pa" kata Vandy menjelaskan
"yeah nggak apa-apa it's ok. Cuma saran papa jangan coba-coba lagi itu bahaya bisa buat penyakit kamu tambah parah"kata papa Vandy
"ya pa, sorry" kata Vandy
"sudahlah nggak usah di bahas lagi, sekarang ayo makan" kata mama Vandy menyelesaikan pembicaraan
Lalu merekapun makan. Selesai makan, aku pergi ke kamar untuk bermain game. Lalu tiba tiba Intan menelpon Vandy
"Van soal pesa kemarin aku maafin kamu kok,mungkin kamu terlalu mabuk sampai berbuat seperti itu,jadi aku juga minta maaf karna sudah meneriakimu dan aku tidak menceritakan kejadian itu ke siapapun" kata Intan melalui telepon
"memang apa yang terjadi?! saat mabuk aku tidak melakukan kesalahan kan?! dan kenapa hanya aku dan kamu yang tahu?!"tanya Vandy terkejut dan penasaran
"apa hanya dalam beberapa malam kau bisa melupakan semuanya?! semua yang sudah kau perbuat dan bukan hanya kita yang tahu"kata Intan sambil berkaca kaca
"Memang apa yang sudah aku perbuat? oke aku tidak tahu apa yang sudah kuperbuat tapi aku benar benar minta maaf kalau aku melukaimu dan aku tidak tahu harus berbuat apa tetapi aku tahu aku harus minta maaf, maafkan aku. juga selain kita siapa lagi yang tahu?!"jawab Vandy
"mungkin waktu itu kau dalam pengaruh alkohol dan kali ini pun kau lupa juga karena pengaruh alkohol jadi aku maafkan"jawab Intan
"apa aku harus bersyukur?!"
"baiklah aku tutup dulu ya dan kita akan bertemu di pesta bangsawan nanti"
"hey hey tunggu"
Lalu Intanpun mematikan telepon Vandy.
"apakah aku harus menelpon Jhony dan tanya apa yang terjadi pada malam itu?"batin Vandy
Setelah itu ia mematikan telponnya.Lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.
*Knock knock
"masuk!"kata Vandy
"kak... boleh mabar nggak??"jawab Shandy
"ya boleh duduk sini, tuh ada cemilan kalau mau makan aja. Nih pegang kontrolnya"kata Vandy
"ya kak thanks"jawab Shandy
Merekapun main hingga tak terasa jam 12.00, lalu ada seseorang mengetuk pintu kamar.
*Knock knock
"masuk!"kata Vandy
"maaf Van, Shan mengganggu kalian harus turun karena akan makan siang"kata pelayan itu
"ok kami menyusul"jawab Shandy
"baik..."kata pelayan itu dengan lembut
Lalu merekapun segera membereskan konsol mereka. Dan turun karena akan makan siang. Lauk sudah tertata rapi di meja. Kami berdoa dengan pimpinan papa lalu makan. Selesai makan siang aku pergi ke kamar untuk berganti baju, rencananya aku akan pergi ke basecamp. Lalu aku mencari orang untuk dititipi pesan untuk berpamitan. Di dekat pintu masuk ada pelayan yang melintas. Dia adalah Pak Rudi pelayan rumah kami yang setia dan sudah lama bekerja di rumah ini.
__ADS_1
"Paman Rudi saya pergi dulu mau main sama teman, nanti tolong bilang papa ya??"kata Vandy
"ok siap Van"jawab Paman Rudi
"ok makasih paman" balas Vandy lagi
"baik Van kalau begitu saya permisi dulu"kata Paman Rudi lagi
"baik"jawab Vandy
Aku segera menuju garasi untuk mengeluarkan motorku dan segera bergegas menuju ke basecamp. Sesampainya di basecamp aku segera masuk dan duduk di dekat teman-temanku yang sedang bermain konsol. Yang bermain konsol adalah Dei dan Jhony sedangkan Dominic dan Ilma hanya bertaruh siapa yang akan menang.
"hei Van baru dateng?"kata Jhony
"o y"balas Vandy
"ya e lah singkat amat sih lo jawabnya lagi sebel ya?? Sebel kenapa tuh?? Oh iya kamu kan suka sama Monica jangan-jangan ditolak ya?? hayo jawab!"kata Jhony memaksa
"Lu sewot amat sih, iya gue bakal cerita, jadi gua tuh bingung kenapa Intan tiba-tiba telepon gua terus minta maaf karna kasar terus sama dia memaklumi perbuatanku waktu dipesta memang apa perbuatanku?" jawab Vandy
"oooh soal itu kenapa lu nggak tanya langsung aja sama Intan?"kata Jhony
"gue dah tanya tapi gak dijawab katanya suruh nunggu sampe pesta bangsawan"Jawab Vandy
"ya udah tunggu aja sini main sama gua" kata Jhony mengalihkan pembicaraan
"main apa sih gan??" kata Vandy
"ya kayak berlomba bertahan hidup di dunia zombie gitu nanti yang paling banyak bisa bangun wilayahnya sama yang paling bisa mensejahterakan orang yang ditampungnya maka dia yang menang" jawab Dei
"oh dah pro gua"jawab Vandy sombong
"et Van tunggu bentar ini tuh game terbaru gua beli...."kata Jhony
"oh ya maaf netizen, aku khilaf"kata Jhony
"istilah dari mana tuh 'khilaf'??" balas Vandy
"cari kamus bahasa orang bumi" jawab Jhony
"oh pantes pinter dapet dari situ rupanya"kata Vandy
"apaan sih lo Van emang gua pinter kali"kata Jhony
"oh... pinter"jawab Vandy
"pinter apaan pinter ngeles lu"jawab Ilma
"hahahhahahahahh, betul itu ahahahahaha" tambah Dominic lagi sambil tertawa terbahak-bahak
"heh ngajak ribut lo ha?"kata Jhony
"kagak cuma canda" kata Dominic
"gue tau gue tadi juga cuma canda, takut ya lu??"balas Jhony
"nggak, nggak takut tuh"balas Dominic
"gue takutnya sama Tuhan bukan sama lu"balas Dominic lagi
"udahlah malah ribut terus gua pusing nih" kata Vandy
"mau anggur merah Van?"kata Dei menawarkan
__ADS_1
"emang ada??" kata Vandy
"ada nih gua bawa"jawab Dei
"oh... mau segelas atau beberapa gelas boleh??"balas Vandy
"ambil aja di kulkas" jawab Dei
"oh..... thanks"kata Vandy
"yep........."balas Dei lagi
Akhirnya Vandy minum anggur merah itu dan tertidur. Teman-temannya membawa ia ke kamar pribadinya di basecamp dan membaringkannya. Setelah kira-kira jam 18.00 barulah Vandy bangun, ia tersadar kalau pulang larut malam akan dimarahi ayahnya. Lalu ia beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, tidak kalah dengan fasilitas dirumahnya begitu juga di basecamp terdapat ruangan ber-AC, beberapa kamar mandi yang disertai bathub dan beberapa kamar tidur disertai kasurnya yang empuk. Setelah Vandy selesai mandi Vandy langsung keluar dan ia melihat ke ruangan konsol dekat pintu masuk sudah tidak ada orang lagi dan basecamp itu sunyi. Lalu ia menuju motornya dan pulang. Sesampainya di depan gerbang ia mengode satpam untuk membukakan gerbang.
"kok baru pulang sekarang Van?? Tuan Besar sudah marah-marah dari tadi, cepat masuk!"kata pak satpam itu yang bernama Pak Neil
"ya aku tahu makannya aku buru-buru pulang"balas Vandy
Lalu aku memberikan kunci motorku kepada satpam itu bermaksud agar motorku dipakirkan ke garasi. Aku masuk ke rumahku, sebelum masuk, aku mendengar suara papa memarahi mama.
"kamu itu tidak tahu apa-apa, anak kita jam segini belum pulang kemana saja dia?!"kata Pak Wijaya
"ya aku tahu tapi mungkin Vandy sedang mengerjakan tugas kelompok atau bermain dengan temannya hingga lupa waktu" jawab Bu Nestra
"kau.... kau..... percaya dengan anak itu?! hey sadar kemarin atau kapan itu dia pulang bagaimana?? Dengan keadaan apa dia pulang hah?! Dia mabuk kan?? Nah sekarang masih mau kau membelanya hah??" balas Pak Wijaya lagi
Lalu tanpa ragu-ragu aku segera masuk untuk membela mama. Saat aku mendorong pintu dengan sangat keras papa kaget. Lalu papa dan mama melihatku mama menangis aku tahu itu semua hanya untuk membelaku.
"Kamu baru pulang hah?! Sudah jam berapa ini ohh....... papa tahu kamu pasti mabuk lagi kan?!"kata papa Vandy marah
"y----ya pa"jawab Vandy ragu-ragu
"anak ini memang perlu dikasih pelajaran!! sini kamu sini!!" kata papa Vandy yang lalu meraih kerah Vandy dan menyeretnya kehadapan ibunya
"kamu lihat anak ini hah! Pakai otak kamu dia sudah menjadi seperti ini, sekarang aku tanya ini salah siapa hah?! Siapa yang memanjakan dia dan sekarang dia menjadi seperti ini!"kata Pak Wijaya dengan kasar
"cukup Jaya cukup, aku nggak mau debat sama kamu, dasar laki-laki tak tahu malu, kamu bilang sama Vandy dan juga Shandy katanya, jangan berani sama perempuan tapi...... yang kamu lakukan sekarang adalah tindakan pengecut Wijaya!"kata mama Vandy membela Vandy yang kemudian ia ditampar papa Vandy tapi Vandy memegang tangannya yang akan digunakan untuk menampar.
"cukup pa Vandy yang salah hukum Vandy pa kalau mau pukul Vandy sekarang jangan mama" kata Vandy sambil menaruh tangan Pak Wijaya dipipi Vandy
"ok saya akan hukum kamu, saya akan pukul kamu berulang-ulang tapi jangan pernah kamu tangkis pukulan saya ini, setuju?!"kata papa Vandy
"setuju" balas Vandy
"baiklah sekarang dimulai"kata papa Vandy
Vandy dipukuli berulang-ulang hingga babak belur sampai mamanya melindunginya.
"ok cukup aku tidak akan membiarkan anakku terluka demi aku" kata mamanya Vandy sambil menghadang Pak Wijaya
"Vandy ayo bangun nak kita ke kamar dan bersihkan lukamu" jawab mama Vandy lagi
Kemudian ia memapah Vandy ke kamar.
"sebetulnya mama nggak mau kamu kenapa-napa, emang dari kecil didikan papa kamu itu keras, jadi kamu harus adaptasi sama papa kamu jangan seperti ini okay"kata mama Vandy sambil mengobati luka Vandy
"yes mom Vandy wrong Vandy who should apologize (ya ma Vandy salah Vandy yang harus minta maaf)"jawab Vandy
"yeah, now you can sleep (yeah, sekarang kamu bisa tidur)" balas mamanya ambil mengemas kotak obat
"ok mom, thank you for today (ok ma terimakasih untuk hari ini)" kata Vandy
Vandy tertidur pulas.
__ADS_1