
Pagi hari sewaktu jam menunjukkan pukul setengah tujuh, aku terbangun dari tidurku. Sewaktu aku melihat jam dinding yang ada di lorong kamarku dan membedakannya dengan jam di kamarku ternyata jam yang ada di kamarku rusak. Akupun bergegas mandi. Selesai aku bersiap-siap sekolah aku pergi menuju meja makan seperti biasa aku menyapa kedua orang tuaku, mengambil roti, menaruhnya di mulut, dan pergi ke sekolah. Di dalam mobil aku berusaha tenang karena aku tahu bahwa aku akan terlambat ketika ada di sekolah. Pak Nico sopir pribadiku memberi tahuku bahwa adik-adikku sudah berangkat. Aku menyuruh paman Nico mengebut agar aku bisa tepat waktu berada di sekolah.
Setelah beberapa saat kemudian akupun sampai di sekolah. Untungnya aku datang tepat ketika bel masuk berbunyi, jadi aku tidak dihukum. Akupun segera lari ke kelas, di sana aku melihat Monica yang sedang berbincang-bincang dengan Julia dan teman-temannya yang lain. Akupun mendekati mereka dan menyapanya. Lalu aku melihat ke arah Jhony. Dia menunjukkan raut wajah termenung dan sedang memikirkan sesuatu. Lalu tanpa disadari gurupun datang. Aku tidak segera duduk karena ingin menyapa Jhony.
"hey yo morning bro" kata Vandy menyapa
"Y"jawab Jhony dengan muka datar
"lah kok singkat amat sih jawabannya"balas Vandy
Tak lama kemudian gurupun tiba tepat dibelakang Vandy tanpa ia sadari.
"ngapain lu diem aja?"kata Vandy
"hah.... itu itu di belakang lu" kata Jhony bisik-bisik
"ngomong apaan sih lu? Nggak denger gua yang keras dikit napa!" kata Vandy
"Vandy! guru sudah datang kok nggak segera duduk!" kata guru yang sontak membuat Vandy kaget
"eh hehehehe pisss bu pisss" kata Vandy
"pisss piss apaan!? Pokoknya sebelum kamu duduk pelajaran ini tidak akan dimulai"
"slow bu slow saja santai..... kalem... damai..... damai" kata Vandy
"cepat duduk!"
"ok ok bu siap" kata Vandy sambil tersenyum kepada guru itu
__ADS_1
Lalu pelajaran pun di mulai. Namun, bukannya memperhatikan pelajaran Vandy malah memperhatikan Monica.
"Vandy...... Vandy ssssttttttt Van hoi Van"kata Jhony
"napa sih lu ganggu gua aja. Napa hah?"balas Vandy
"Van lagi pelajaran kok liat sana sini fokus dong Van, fokus!"kata Jhony menasehati
"biarin, emang gua pikirin!"balas Vandy
"hei itu yang di belakang kenapa ribut!?"kata guru itu
"heheh nggak papa Bu" kata Jhony
"kalau nggak papa perhatiin pelajaran saya!" kata guru itu sinis. Nama guru itu adalah Bu Adelia
"y.... ya bu"kata Vandy gugup
"emmmm kita gabung kelompok Monica yuk" kata Vandy mengusulkan
"eemmm boleh sih boleh tapi.... kenapa gabung ke kelompok Monica kan banyak yang mau nerima kita?"kata Jhony
"nggak nggak papa"
"oh gua tau alesannya, lu cinta sama Monica ya hayoo ngaku!?" kata Jhony dengan nada menggoda
"nga...ngaco ya lu, ya nggak lah ngapain" gu...gua jatuh cinta sama Monica"kata Vandy gugup
"ya mungkin. Ya udah yo buruan ke sana"balas Jhony
__ADS_1
"ok"kata Vandy
Lalu merekapun bergabung dengan Monica. Vandy duduk di sebelah Monica dan Jhony disebelah Julia. Vandy sangat gugup pada saat duduk disebelah Monica apalagi di pegang tangannya oleh Monica gara-gara Vandy melamun.
"Van... Van pinjem tip ex dong ada nggak?"kata Monica sambil menyentuh tangan Vandy untuk menyadarkan Vandy karena Vandy terlihat melamun
"i... iya ada, ada. Jhon...." Vandy menyuruh Jhonny mengambilkan tip ex di tasnya
"nih"kata Jhony sambil menyodorkan tip ex
"makasih" kata Monica yang langsung mengambil tip ex dari tangan Jhony
"o....oke"kata Vandy dengan pipi merona
Setelah pelajaran itu selesai, Vandy balik ke tempatnya. Pelajaran selanjutnya adalah latihan fisik. Di pelajaran ini kami akan menguji kemampuan kami dalam keseimbangan dan ketahanan tubuh juga pelatihan kekuatan kami masing-masing. Guru yang mengajar kami dipelajaran kali ini adalah Pak Agra. Pak Agra masuk kelas lalu kami memberi salam dan karena aku ketuanya jadi akulah yang memimpin mereka memberi salam.
"berdiri sigap! Memberi salam pada Pak Agra”kataku memimpin teman-teman memberi salam
"selamat pagi Pak Agra....." kata kami serempak memberi salam
"oke anak-anak sekarang kita ganti baju terlebih dahulu lalu berkumpul di aula" kata Pak Agra
"Pak ini kan cuacanya dingin bentar lagi kayaknya mau hujan deh pelatihan keseimbangannya ditunda dulu aja" kata Vandy bercanda
"ya silahkan kalau mau tidak ikut" kata Pak Agra sambil tertawa kepada Vandy
"udah sekarang kamu ganti sana nanti ketinggalan!"balas Pak Agra
"oh ya pak, makasih bahan tawanya!" kataku sambil melambai ke Pak Agra dan berbalik badan juga tersenyum
__ADS_1
Akupun ke ruang ganti laki-laki. Setelah selesai mengganti pakaian kamipun pergi berkumpul ke aula. Setelah kami sampai di aula kami menunggu para perempuan selesai mengganti pakaian baru kami akan memulai pelajarannya. Tak lama kemudian para perempuan selesai mengganti pakaian. Lalu aku sebagai absen pertama memulai duluan. Kali ini yang diujikan adalah kecepatan dalam menyerang lawan. Tak kusangka lawan bertarungku adalah Julia. Aku berusaha menolaknya karena aku sangat tidak suka melawan perempuan tetapi aku terus dipaksa Pak Agra untuk melawannya karena tidak selalu lawan bertarung kita adalah laki-laki. Akupun bertarung dengan Julia. Dan akupun akhirnya mengalah dengan mengunci Julia dan membisikkan kalau aku tidak akan melawan maka aku minta dia mengalahkanku untuk mengakhiri pertandingan ini. Karena ketahuan oleh Pak Agra bahwa aku sengaja mengalah maka aku dihukum, hukumannya aku harus membelah 5 lapis genting yang terbuat dari tanah liat. Akupun menyetujuinya. Dalam sekali tebas aku membelah semua genting berlapis lima itu. Pada waktu para murid melihat itu mereka langsung terkejut, memberi tepuk tangan dan juga ucapan memuji. Pak Agra juga terheran-heran setelah melihat kekuatan dan kecepatanku dalam membelah genting tersebut (kekuatan itu hanya bisa dimiliki oleh tingkat setara dengan kelas diatasku, bisa dibilang SMP teratas). Lalu Pak Agra juga memujiku. Sekarang semua orang dikelasku juga Pak Agra tahu aku kuat dan cepat, jadi tidak ada yang berani kepadaku. Hari ini pelajaran berlangsung dengan lancar begitu pula aku yang lancar menerima pelajaran tersebut juga puas melihat Monica. Jam istirahat telah tiba, di jam istirahat ini aku berencana mengajak Monica jalan-jalan. Tentu tidak hanya kami berdua, aku juaga mengajak Jhony,Deva,Arga, dan Dejuva. Akupun mencari Monica. Saat aku menemukan Monica aku melihat dia sedang bercanda dengan temannya yang tawanya tidak asing bagiku. Setelah aku mendekatinya ternyata teman Monica yang tertawa tadi adalah Nadia, adikku sendiri, akupun terkejut tetapi berusaha stay cool di depan Monica. Lalu tanpa basa-basi akupun langsung bilang bahwa besok sore aku akan mengajak ia ke mall dan aku akan menjemput di rumahnya, Monica mengiyakan ajakanku. Aku langsung ke kelas bersama Jhony dengan wajah tersenyum. Hari ini semuanya berlangsung dengan lancar. Tiba saatnya jam pulang sekolah. Aku tahu soal kekuatanku yang memecah lima lapis genting itu sudah menyebar dan di saat aku sedang memikirkan hal tersebut di depan gerbang sekolah, tiba-tiba aku merasa ada yang memanggilku setelah aku celingak-celinguk ternyata yang memanggilku adalah Dei dia menawarkan diri untuk menjadi anggota gengku. Sebelum itu aku bertanya, “apakah kamu ingin masuk ke gengku gara-gara aku memiliki kekuasaan di sekolah ini atau.... ada yang lain?” Ternyata memang tidak ada niat terselubung. Akupun langsung memberikan formulirnya lalu menyuruh Dei untuk mengisi formulir itu. Tak lama kemudian akupun dijemput dan aku langsung berpamitan pada Dei dan Jhony. Sejak itu aku dan geng Dei mulai berteman juga Jhony.