
Sesampainya disekolah Vandy bergegas ke kelas. Di lobby kelas ia bertemu dengan Julia, teman Monica lalu ia menyapa Vandy,
"heh, dicariin tuh"Kata Julia
"hah, sama siapa?"balas vandy
"temen kelompok lu"Jawab Julia
"ohh Monica maksud lo?"
"lah gimana sih temen kelompok sendiri lupa"
"ya sorry kan gua gak cuma mikirin tugas doang"
"halah sok"
"ehh mana orangnya?"
"di kantin cari sana keburu ngilang orangnya"
"iya-iya bawel"
Kemudian setelah bertemu Monica dan memastikan bahwa pembagian tugas di lakukan di grup chat.
"lah gimana sih katanya disuruh ke sini gue"Kta Vandy protes karena dia telah jauh jauh kekantin untuk berunding tapi malah perundingannya dilakukan di grup chat
"iya gue tuh nyuruh lo kesini tuh karna gue belum tahu nomor Jhony tuh temen lu terus niatnya mau minta gitu"Jawab Monica
"kenapa gak minta sama orangnya langsung"Tanya Vandy
"orangnya aku cari dari tadi nggak ketemu ketemu"Jawab Monica
"oohh, bayar dulu uang ganti rugi karna gue udah jauh jauh ke sini"
"lah kok bayar?!"
"ya iyalah bayar,nomor temen gue itu berharga tau gak,gue itu gak ngasih nomor temen gue kesembarang orang dan ongkos jalan"Jawab Vandy
"apaan sih lebay amat gue minta nomor doang bukan rumah lo lagian gua mintanya tuh nomornya Jhony dan jalan dari gerbang tadi ya terus kesini tuh gak ada sekilo"jawab Monica
"di dunia ini tidak ada yang gratis bu"jawab Vandy dengan senyuman
"sudah sudah dari tadi minta nomer doang gak jadi jadi"kata Julia menyela
"tauk nih Vandy"Jawab Monica lagi
"canda canda,mana HP lo? sini gua isiin nomornya"
Lalu Vandy mengisi nomornya Jhony.KemudianVandy masuk kelas dan tak lama kemudian bel kelaspun berbunyi. Semua murid duduk dengan rapi termasuk Vandy.
"jam pertama siapa?" tanya Delevius orang yang dikenal paling rajin satu kelas
"gak tau gw, gak ngurus juga tanya tuh sekertaisnya"Jawab Jhony
Kemudian gurupun datang
"pagi anak-anak"tanya guru itu
"pagi bu"jawab murid serentak
pelajaran pun berlangsung. Dan jam istirahat tiba. Vandy dan teman-temannya berkumpul dihalaman belakang sekolah,mereka bercakap-cakap tentang kegiatan sepulang sekolah nanti.
"terus gimana ni nanti pake baju bebas kah?"kata Dei
"iyah bebas ajah Van daripada nanti ribet,banyak yang alesan lah bajunya hilanglah apalah"kata Jhony
"ya udah oke aja gw mah,bebas"jawab Vandy
"siiipp"jawab Jhony
Terdengar suara langkah kaki dari kejauhan,ternyata itu Monica yang sedang mencariku untuk mendata kelompok.
__ADS_1
"Terus gimana nih Van yang ikut kelompok kita siapa aja?"Tanya Monica
"Dei,Jhony tentunya,terus ada Vangavan dah itu doang"jawab Vandy
"ohh berarti tambah gua sama Julia terus lu 6 orang dong?"Kata Monica
"iya,terus ini tugasnya suruh apa sih nulis?,Gambar? atau apa?"
"Buat drama kakak Vandy"Jawab Monica yang sudah mulai kesal karna Vandy tidak pernah memperhatikan kelas dan sellalu menanyainya
"ohh kalau gitu gw kameramen aja,kan gampang tuh tinggal shoot-shoot doang kan?"
"ya emang tinggal shoot-shoot doang tapi hasilnya harus bagus loh dan juga kata Bu Winarsih kita harus bagi tugasnya dan semua harus ikut di dramanya"jawab Monica
"lah males gw sana lu aja gih"Kata Vandy sambil menguap
"gak dapet nilai mampus lo"jawab Monica
"dih perhatian amat, kenapa kalo gw gak dapet nilai terus gak naik kelas lu bakal kangen sama gw"jawab Vandy
"anjir najis banget,kangen???Duh jangan sok ganteng deh lu"Jawab Monica dengan nada meremehkan
"lah emang gw ganteng,dari lahir malahan"kata Vandy dengan pedenya
"dih ya udahlah gw kekantin dulu ngeladenin loh memakan waktu penting gw"Jawab Monica
"yaudah sana gw juga sibuk"
Kemudian Monicapun pergi dan Vandy mengambill sebatang rokok lalu menyalakannya.
"Van ini menurut gw yak sebagai teman yang baik sebaiknya lu itu jangan ngerokok dulu deh ya?"Kata Dei
"Laah kenapa??"Jawab Vandy
"lu kan punya sakit jantung"Balas Dei
"ohh iya yah, tapi sebatang gak papa kali"Jawab Vandy lagi
"siap 86 bossku"Jawab Vandy sambil hormat
"hahah"Tawa Jhony dan teman-teman terbahak-bahak
Lalu jam masuk pun tiba,mereka semua masuk kelas dengan rapih.Jam saat ini adalah jam pelajaran Bu Winarsih, sesuai jadwal Bu Winarsih akan memulai pendataan kelompok tentang drama tersebut.
"siapa yang belum dapat kelompok, raise your hand please"
Tak lama kemudian ada beberapa anak yang mengacungkan tanganya dengan malu-malu
"oke ada siapa ni Nicholas?? terusss,eee Gibran,Aldrof juga??? sekitar 6 orang. Terus ni yang 6 orang ni ngapain kok nggak nanya-nanya temen lain?"
"Lupa bu hehe"
"lupa?! nyari kelompok kok lupa, hei! buat tugas ini lho bukan main-main ini"
"di sekolah ini bukan hanya penilaian fisik dan kekuatan kalian itu tetapi ada hal lain juga yaitu nilai harian,tugas"
Sementara itu Monica menulis surat kepada Vandy.Begini bunyinya.
"muka kamu biasa aja hahah gak usah ngelamun kaya gitu Bu Winarsih emang gitu orangnya,kalau satu masalah aja marahin orang itu panjang lebar bisa satu jam pelajaran dibuat dia ceramah"kata Monica di surat itu
Lalu Monica memberi surat itu untuk Vandy dan Vandypun hanya menjawab dengan senyuman.Lalu Monica merasa sedikit kesal dengan jawaban vandy itu karna dia sudah capek-capek menulis surat itu panjang lebar dan sulit untuk mencari momen untuk mengirimkan surat itu namun hanya dibaca dan dibalas dengan senyuman.
Akhirnya jam pelajaran Bu Winnarsih pun selesai dan diganti dengan pelajaran yang lain. Akhirnya pulang sekolah pun tiba. dan Vandy pun pulang. Sesampainya di rumah Vandy segera mandi dan berganti pakaian.Lalu tak lama kemudian teman-teman Vandy datang. Teman teman Vandy yang berangkat adalah Jhony,Dei,Vangavan,Deva dan Dejuva
"gimana nih udah kumpul semua kah?jangan sampe ada yang ketinggalan"Kata Jhony
"pas sudah"Jawab Dei
"okay" jawab Vandy
Lalu merekapun berangkat dengan mobil Vandy.Sesampainya di mall mereka bertemu dengan teman-teman lain dan juga Tia
__ADS_1
"ehh Tia, dah sampe aja nunggunya lama kah?"tanya Vandy
"nggak juga sih"jawab Tia
"bagi yang belum kenal, kenalin nih Tia temen gereja gue sekaligus calon pacar gue dan temennya namanya---"Kata Vandy
"cieee calon pacar ditunggu ya jadiannya" sorak teman-teman Vandy
"doakan"kata Vandy sambil melihat Tia yang tersipu malu
"beneran Tia?!" tanya teman Tia sambil berbisik
"nggak lah"jawab Tia yang membalas berbisik
"bener ya kalo kalian jadian gua suruh lu traktir gue di kantin sekolah"balas Tasya sambil berbisik
"ahh gue Nella temennya Tia terus ini Tasya"kata Nella sambil tersenyum
"ohh halo Tasya sama Nella, ini yang lain udah kenalan semua?!"Tanya Vandy
"udah tadi pas lu belum dateng"Kata Excel
"oke kalau gitu ayo cari makan dulu gua belum makan nih"Jawab Vandy
"gass ken" jawab Jhony
Merekapun makan di suatu tempat di restaurant mall.Setelah selesai makan merekapun jalan-jalan sekitar mall.
"gede juga yah mall keluarga boss Vand"kata Dei memuji
"ya gitulah"balas Jhony
"ehh main games sama duduk-duduk di taman yuk"kata Excel
"oke gass"kata Jhony
"aku hanya mengikuti kalian saja"Jawab Vangavan
"halah gak usah kayak gitu lu pengen santai kan?! nah ini saatnya kita bersantai dan bersenang-senang"Balas Jhony sambil merangkul pundak Vangavan
"menurutku saat ini bukan saat untuk bersenang-seng lagipula dikelas 6 ini kita akan ujian jadi kita harus was-was"jawab Vangavan
"bener juga sih tspi gue yakin gue bakal lulus"kata Vandy
"keyakinan dari mana itu,sungguh tanpa belajar kita akan lulus?!"Balas Vangavan dengan muka datar sambil bermain HP
"hhhhaaaahhhhh kau ini memang dilatih jadi penjagaku,tapi kalau aku tidak menyukaimu kau bisa dikeluarkan atau dipindah tugaskan untuk menjaga adik atau orang tuaku"Jawab Vandy
"bagaimana anda tahu?!"Balas Vangavan kaget
"dengan sifatmu yang sangat dingin itu dan juga dengan perilakumu yang selalu membuntutiku setiap saat, kau pikir aku takkan tahu?"Jawab Vandy sambil meminum minumannya
"(menghela napas) iya benar aku memang ditugaskan untuk mengawalmu dan mengawasimu selama ada di sekolah dan kalau kau keluar, tolong jangan bilang orang tuamu kalau aku ketahuan mengawasimu"jawab Vangavan
"aku tidak akan bilang tidak ada gunanya juga malah akan merugikanku mungkin aku akan dikirim penjaga baru dan sifatnya tidak kusukai dan itu sangat membosankan kau tahu?!"
"terima kasih"
"(tersenyum sambil memandang vangavan) sama sama"Jawab Vandy
Sementara semua jalan jalan dan berbincang bincang Jhony mendengar ponselnya berdering.Lalu Jhony pamit ke teman temannya untuk mengangkat telfon dulu
"guys aku angkat telepon dulu yah"Kata Jhony
"siapa tuh?pacar?"Kata Excel menuduh
"hehe bukan kok"jawab Jhony
"pacar tuh pasti"balas Dei
"cieee Jhony dah punya pacar semoga langgeng ya"balas Vandy
__ADS_1
Tanpa memedulikan ucapan mereka Jhonypun menjauh dan mengangkat telepon tersebut.Saat berbicara dengan orang itu muka Jhoy tampak khawatir sekaligus panik