Kisah Cinta Manusia Spesial

Kisah Cinta Manusia Spesial
14. Bersama Keluarga (end)


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu hari dimana aku harus ke gereja untuk beribadah. Walau ayahku mempunyai gereja sendiri, tapi ayahku juga adalah pemerintah yg memegang kekuasaan tertinggi, jadi kami akan pergi ke gereja orang lain untuk survei. Setelah makan pagi kami pun barangkat.


Di sana aku melihat banyak anak - anak serta orang tua mengikuti ibadah itu. Akupun segera memilih tempat untuk duduk. Kami sekeluarga pun duduk. Jauh di sampingku aku melihat perempuan remaja yg kelihatan lebih tua dariku namun ia sangat cantik. Lalu tak lama kemudian saatnya kami mendengarkan firman yg dibawakan oleh pendeta disana, tidak lupa pendeta itu juga mengucapkan selamat datang untuk kami. Pendeta itu juga menyuruh papaku untuk menyampaikan sambutannya.Setelah ibadah selesai, aku berniat untuk memperkenalkan diri pada remaja yg cantik itu. Akupun bertemu dengannya diluar gereja.


"Hai... namaku Vandy salam kenal" kataku sambil menyodorkan tangan bermaksud ingin menjabat tangannya


"oh.... hai namaku Tia, salam kenal juga"katanya dengan lembut


"Tia aku tahu mungkin kamu lebih tua dari aku tapi.... semoga kita jadi teman yang akrab ya, Tia"kataku dengan hormat


"oh ok. Btw kamu kelas berapa ya? Eh maaf maksudku Tuan Vandy"kata Tia


"hmh kamu ini kan lebih tua dari aku jadi panggil Vandy aja nggak apa - apa kok" kataku


"Serius ni nggak apa - apa? tapi kamu anaknya Raja Wijaya kan?"kata Tia


"iya nggak apa - apa. Aku memang suka dipanggil kaya gitu dari pada Tuan atau pangeran. Jadi supaya kita lebih akrab aja"kataku dengan santai


"Tia emmmm, kayanya aku bakal sering - sering kesini deh"kataku


"oh kenapa? bukannya kamu juga harus survei di gereja yang lain"kata Tia


"iya sih tapi.... yang survei kan papaku bukan aku"kataku


"oh kamu betul juga"kata Tia


"Eh dimana sopan santunku. Jadi aku harus memanggilmu ada Lady??Nyonya?? atau kak??"kataku dengan santai


"senyamannya kamu aja, panggil Tia juga boleh" kata Tia


"eh?! ok. Kalau begitu apa kita bisa tukeran nomor HP biar bisa saling kontak?"kata ku


"boleh kok"kata Tia sambil tersenyum


Lalu kami pun bertukar nomor HP dan akhirnya aku pulang.


Sesampainya di rumah aku langsung mwnuju ke kamar, ganti baju kemudian berbaring sambil memandangi HP.


"apa aku chat sekarang ya? Iya lebih bagus sekarang dari pada ditunda - tunda"kataku


"Hai cantik!😁gimana udah sampe rumah belum?" pesanku kepada Tia. Aku mengirimnya sambil menahan tawa karena membayangkan betapa genitnya aku.


Tak lama kemudian diapun menjawab.


"Iya baru aja"(Tia)


"eemmm jangan lupa makan ya nanti kamu sakit kalau kamu sakit nanti aku juga sedih :") " (Vandy)


"🤣gombal" (Tia)


"bener lho. Karena sekarang kita kan teman :")" (Vandy)


"ya Tuan" (Tia)


"dibilangin jangan manggil Tuan kok. Aku risih dengan panggilan itu, seperti kedudukanku lebih tinggi, padahal kita sama - sama makan nasi" (Vandy)

__ADS_1


"baiklah" (Tia)


"jujur aku ngerasa aneh kalau kita pake bahasa kaya gini. Gimana kalau - aku kamu diganti aja jadi lo - gue, biar gampang aja" (Vandy)


"ok gak masalah" (Tia)


"Tia jujur kamu itu cantik, jangan - jangan kamu sudah punga pacar ya" (Vandy)


"nggak tuh dan makasih udah bilang aku cantik" (Tia)


"oh lo kelas berapa btw" (Vandy)


"kelas satu tingkat SMA" (Tia)


"oh lo pengendali apa" (Vandy)


"api kalo lo?" (Tia)


" Vandy, kelas 6 tingkat SD pengendali angin" (Vandy)


"keren... lo pasti terkuat ya diantara temen -temen lo" (Tia)


"Kok tau?" (Vandy)


"stalker ya🤣" (Vandy)


"enak aja" (Tia)


Kemudian Vandy mendapat notif bahwa ia harus segera ke basecamp karena ada masalah di sana.


"eh ok" (Tia)


"dah" (Vandy)


"iya" (Tia)


Vandy dan Tia pun menyudahi pembicaraan mereka. Lalu Vandy mengambil jaketnya dan turun. Di bawah ia bertemu mamanya yang sedang membaca majalah di depan tv.


"kamu mau kemana Van?"Tanya mama Vandy


"basecamp ma. Biasa main sama temen"Jawab Vandy


"pulang sebelum makan siang ya dan hati - hati"Kata Mama Vandy


"kenapa nggak sebelum makan malam aja ma. Soal makan siang Vandy bisa beli makan sama temen"jawab Vandy sambil memakai jaketnya


"(mama Vandy menghela nafas) nanti gimana kalau papa tau kamu pergi ke sana? Mama nggak mau tanggung jawab loh yah"kata mama Vandy


"hahahahah mama ngomong apa sih, soal papa nanti gampang urusannya"jawab Vandy enteng


"ok deh tapi mama nggak mau tanggung jawab loh yah kalo kamu dimarahin. Kalau gitu kamu pulang sebelum makan malam ok?" kata mama Vandy


"iya iya ma. Kalo gitu Vandy berangkat dulu ya, dah ma"kata Vandy


"hati - hati lho Van, jangan ngebut" jawab mamanya memberi nasehat

__ADS_1


"ya ya" kata Vandy dengan suara yang kecil karena ia sudah ada di luar rumah.


Vandy lalu bergegas untuk pergi ke basecampnya.Sesampainya di basecamp, Vandy bertemu Jhony.


"we Van hati - hati bro hampir lu nabrak motor gue. Napa sih kok buru - buru??"kata Jhony yang kaget melihat Vandy


"Dominic mana terus Dei,Jojo (salah satu yang dulunya ikut geng Dei) dan yang lain mana mereka?! mana?!"kata Vandy panik sambil ngos - ngosan


"mereka lagi main numpang wi - fi di kamar.Sinyal disini jelek katanya"kata Jhony


"kamar mana?!"tanya Vandy yang panik sambil berteriak


"kamar deket tangga itu. Eh btw tumben lu cari mereka? Emangnya kenapa, dan lu kok kayak habis dikejar 50 kucing liar gitu"


"TL 4...(ngos - ngosan) ketua TL 4 cabang kita.....(ngos - ngosan) dia bilang kalau geng Macan Tutul bakal habisin kita. Makannya aku akan adain rapat dadakan buat susun rencana dan kita akan nyerang mereka malam ini!Dan gua nyari mereka itu buat ngasih mereka latihan biar seimbang kekuatannya nanti sama kita"kata Vandy yg masih panik


"tapi sebelum itu lu minum dulu ya biar tenang.(sambil menyodorkan gelas berisi air putih) Tunggu, Geng Macan Tutul itu...... bukannya geng yang mayoritas murid tingkat SMP gitu ya"kata Jhony


"iya"jawab Vandy yang akan meminum air tersebut


"terus kenapa kamu panik kayak gitu padahalkan kamu cukup hebat buat ngehadapin mereka"kata Jhony


"sehebat - hebatnya gua, kalau gua nggak bertarung sama temen - temen geng gua, yang kayak gitu mana bisa disebut geng!"jawab Vandy


"ummmmm kalo gitu, suruh aja Dei, Dominic sama Jojo dan yang lain biar dilatih sama papa lu, biar jadi tambah kuat"kata Vangavan yang baru keluar dari toilet dan tidak sengaja mendengarkan pembicaraan kami


"hah! g*bl*k, waktu kita itu cuma sampe malam nanti. Mana bisa orang latihan secepet itu. Gua aja belum tentu sanggup gila aja lu"kata Vandy agak kesal


"kalo gitu minta bantuan anak SMP yang lain aja, kamukan punya koneksi baik sama mereka" jawab Vangavan lagi


"betul tuh manfaatkan koneksi bos Van!" tambah Jhony


"Nggak ah, entar dikira mereka kita pengecut lagi!"jawab Vandy menolak


"terus mau gimana lagi?"kata Vangavan dan Jhony


"hmh(seringai) geng Macan Tutul itu geng motor kan! Jadi... gua tau cara ngehadapin mereka"jawab Vandy


"Iya sih. Hah! serius lu Van jadi gimana - gimana?!"Tanya Jhony penasaran


"hmh (seringai sambil menatap Jhony) lu liat aja nanti. Vangavan tolong buat surat dan sampaikan kepada ketua geng Macan Tutul bahwa...."kata Vandy


"baik"jawab Vangavan


Sekitar jam 13.00 seluruh anggota geng Vandypun berkumpul dan Vandypun menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi dan bagaimana teknik penyerangan yang akan dilakukan.


Malam pun tiba mereka semua berkumpul di tempat yang sidah di janjikan. Di sana juga ada banyak penonton.


"jadi ayo kita mulai balapannya"


"pesertanya adalah para ketua dari masing - masing geng yaitu Vandy dari geng TLMG dan Rion dari geng Macan Tutul"


Merekapun memulai balapannya dan akhirnya Vandy yang menang. Banyak orang bersorak serta mengucapkan selamat pada Vandy.


"selamat ya Van" begitu kata mereka sambil memeluk Vandy.

__ADS_1


Lalu Vandypun pulang dan segera tidur karena kecapekan.


__ADS_2