
Setelah lama menunggu dan berdoa, dokterpun keluar dari ruang ICU. Setelah orangtua Vandy melihat dokter tersebut keluar, mereka pun menanyai dokter itu.
"bagaimana kondisi anak saya dok?" kata ibu Vandy
"kondisinya baik-baik saja, dia hanya kaget dan itu yang membuat jantungnya berdetak dengan sangat cepat, sehingga aliran darah di tubuhnya tidak stabil" kata dokter tersebut
"jadi apakah anak saya harus rawat inap di rumah sakit ini?" tanya ayah Vandy
"tidak perlu hanya saja dia tidak boleh tidur larut malam, jaga kesehatan, dan yang terpenting jangan membuatnya kaget jika tidak, dia akan seperti ini lagi atau mungkin lebih parah dari ini" jawab dokter tersebut
"terima kasih dokter Anda sangat membantu" kata ayah Vandy
Lalu dokter itu pun pergi diikuti oleh para suster dan meninggalkan kedua orang tua Vandy. Mereka pun lega karena anaknya tidak kenapa-napa. Mereka pun masuk ke ruangan ICU untuk melihat bagaimana keadaan Vandy.
"anakku, kamu tidak apa-apa nak? Apakah dadamu masih terasa sakit atau sesak?"kata ibu Vandy sambil menghampiri anaknya yang tidur di ranjang
"aku nggak papa ma. Tapi tolong jangan nyalahin Jhony karena hal ini. Dia sahabatku satu-satunya yang paling mengerti aku, jadi aku tidak mau mama menyalahkan dia karena sebenarnya yang salah itu aku, aku tidak memperhatikannya pada saat berbicara padaku"kata Vandy menjelaskan
"baiklah Mama tidak menyalahkan Jhony tapi kamu harus home schooling seperti dulu, Mama khawatir kamu akan seperti ini lagi"kata Mama memberi saran
"tidak! Aku sudah muak dengan homeschooling karena homeschooling membuatku tidak dapat berteman dan hanya bisa berteman dengan orang disekitarku saja tapi tidak sampai banyak orang. aku mendapatkan teman-teman di gengku itu saja hanya teman di daerah kita"kata Vandy tidak setuju
"kau lihat anak ini dia membantah saranku!" kata mama Vandy kepada suaminya
"biarkanlah dia, lagipula anak kita itu sudah dewasa dia harus tahu dunia luar dan dia juga harus tahu apa yang terbaik untuknya dan buruk untuknya aku menginginkan anak kita tumbuh dewasa sebagai anak yang mandiri, tidak bergantung pada orang tua dan bisa menentukan pilihannya, jadi hormatilah pilihannya"kata ayah Vandy
"baiklah karena kau mengijinkannya untuk sekolah di sekolah biasa, aku akan menuruti keinginanmu"kata ibu Vandy
"tuh kan ayah saja mengijinkan aku sekolah di sekolah biasa, kenapa ibu tidak mengijinkanku? Aku berjanji akan menjaga diri baik-baik"kata Vandy
__ADS_1
"baiklah-baiklah Mama mengijinkanmu, mama percaya kamu akan menjaga diri baik-baik" kata Nestra
"thanks mom and dady I love you forever" kata Vandy dengan wajah tersenyum
"we love you too" kata Nestra dengan wajah tersenyum
Setelah itu Vandy beranjak dari ranjang dan pulang. Niatnya ia akan pergi ke sekolah untuk mengambil tasnya namun ternyata tasnya sudah diambil oleh mamanya. Iapun pulang. Tak lama kemudian Vandy sampai di rumahnya ia masuk ke kamar mengganti baju dan duduk dibangku belajarnya, ia pun mengambil laptop dan bermain game terbaru. Setelah bermain ia merebahkan dirinya di kasurnya dan merefleksikan kejadian hari ini. Tanpa sadar iapun tertidur. Setelah kira-kira pukul 16.00 iapun bangun dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan mengisi bathubnya dengan air hangat. Tak lama kemudian setelah bathub terisi penuh ia segera melepas baju dan berendam di bathtub. Penglihatannya yang samar-samar membuatnya sangat ingin tertidur pulas. Setelah kira-kira lima belas menit kemudian Vandy keluar dari kamar mandi lalu memakai baju gantinya. Lalu setelah selesai iapun turun untuk makan sore, karna ia sakit makan lebih awal dari keluarganya. Setelah ia makan ia pergi ke kamar untuk bermain HP. Tak sangka Jhony, temannya menge-chat dia berkali-kali saat ia sedang tertidur.
"hei... bro bagaimana kabarmu. Kau tidak apa-apakan?"
"Sorry tadi membuatmu kaget, aku lupa kau punya penyakit jantung"
"Maaf.... sekali lagi jika kau marah kepadaku besok pukul aku dan putuskan tali persahabatan kita bila perlu aku rela menanggung semua itu karena aku memang bersalah" chat Jhony terhadapku
Lalu akupun membalas dengan beruntun.
"aku tidak apa-apa kau tidak perlu khawatir juga meminta maaf kepadaku"
"tapi kalau lu ngerasa bersalah gua maafin, lu nggak perlu gitu-gitu amat sama gue. Gue sih orangnya slow" balas Vandy
Tak lama kemudian Jhonypun membalas.
"thanks boss you are my best friend forever"balas Jhony
"oh yeah"balas Vandy
"untuk pertandingan hari ini kau dengan bocah yang bernama Dei itu sudah aku urus jadi kau tenang saja" balas Jhony lagi
"ah.. iya pertandingan itu, lu ngurusnya gimana? Minta bantuan ke temen yang lain? Atau pakai senjata terakhir?" tanya Vandy
__ADS_1
"minta bantuan ke Deva" balas Jhony
"oh... gua kira haft....." balas Vandy lega
"ok lu istirahat aja sana. Eh btw gua tadi dikasih nomornya Monica lho lu mau nggak?"kata Jhony
"eh mana mau dongg sini mana kirimin"kata Vandy penasaran
"wait a minute" balas Jhony
"Nih" balas Jhony lagi
"oh.. thanks"
"Okay no problem"kata Jhony
Setelah mereka mengobrol Vandypun duduk di bangku belajarnya, walau tidak belajar sekalipun ia pintar. Ia duduk di bangku belajar untuk bermain game terbarunya. Vandy main bersama teman-temannya. Setelah selesai bermain sekitar jam delapan malam Vandy menyiapkan untuk sekolahnya besok serta mengerjakan tugas-tugasnya yang diberi tahu oleh Jhony. Setelah sekitar jam sembilan karena melihat lampu kamarku yang masih menyala mamapun datang dan menyuruhku untuk tidur.
"hei Van... ayo tidur kamukan sudah diperingatkan dokter jangan tidur terlalu larut" kata mama menasehati
"baik ma" kataku menuruti perintah mama
Akupun tidur dengan pulas. Tanpa di sadari asmaku kambuh dan disitu pula ada seseorang. Tanpa di sadari dalam penglihatan samar-samar aku melihat seseorang membawaku pergi ternyata seseorang itu adalah ayah. Ayah tahu bahwa aku sedang asma dia memberikan obat padaku lalu membawaku menaiki mobil.aku tidak tahu akan kemana. Setela tiba di tujuan ayahpun berhenti dan memakirkan mobilnya kemudian membawaku ke dalam ruangan dan menidurkanku di ranjang. Ternyata aku di rumah sakit. Aku lupa kalau hari ini jadwalku kontrol ke dokter dan karna aku susah untuk dibangunkan maka ayah yang membawaku ke rumah sakit. Dalam penglihatan yang samar-samar akupun bangun lalu mengusap mata. Batinku "ini dimana akh rumah sakit kenapa aku bisa disini ya?"
"kau sudah bangun nak maaf ayah membawamu dengan paksa" kata ayah Vandy
"iya ayah maaf aku lupa" kata Vandy
"it's okay" kata Pak Wijaya
__ADS_1
Lalu kami sekeluarga pun pulang dan melanjutkan aktivitasnya masing-masing.