Kisah Cinta Manusia Spesial

Kisah Cinta Manusia Spesial
03. Murid yang Asing


__ADS_3

Di suatu pagi yang cerah seperti biasa Vandy harus berangkat ke sekolah. Dia memakai seragam sekolah kemudian menuruni anak tangga, menuju meja makan. Di meja makan sudah ada keluarganya yang menunggu Vandy untuk makan.


"wooo kakak tumben pagi bangunnya, tidur jam berapa?" kata Nadia menyindir


"eh... anak kecil ini!" batin Vandy


"jam 9 napa emang!?" suaraku agak bernada keras


"lah selow aja kak just kidding" kata Nadia sambil tertawa


"hish, ckck yuk buruan makannya ntar telat lagi gua ogah tanggungjawab" kata Vandy


"lah siapa juga yang nyuruh kakak kemarin manjat gerbang sekolah, ups!" kata Nadia keceplosan


"sssttt bisa diem nggak sih lo ngerusak suasana" kata Vandy ingin menghentikan obrolannya


Vandy terus melihat sang ayah yang sedang asyik membaca koran dan meminum secangkir kopi.


"kenapa ayah bisa di sini ya?, kan kemarin ibu bilang ayah pergi ke luar kota untuk keperluan kerja"batin Vandy


Tak lama kemudian ayah berkata.


"memalukan ckck, anak ayah yang satu ini berani sekali manjat gerbang sekolah padahal bila minta Pak satpam akan dibukakan pintu gerbangnya" kata Ayah yang sontak membuat aku kaget


"maaf ayah habisnya nggak ada pilihan selain memanjat gerbang sekolah aku kira satpamnya tidak akan mengijinkan kami masuk


"ya sudah tapi lain kali masuk lah dengan cara yang benar jangan seperti maling" kata ayah menasehati


"baik ayah"kata aku menuruti perintah ayah


"ya sudah bagaimana sudah selesai makannya? ayo kita berangkat!" kata Ayah mengajak


"sebentar, ayah kenapa bisa di sini padahal kemarin ibu bilang kalau ayah akan pergi ke luar kota untuk pekerjaan dan akan kembali 2 minggu lagi, lalu kenapa sekarang sudah kembali?" tanyaku penasaran


"ayah sengaja membohongi kamu lewat ibumu karena ayah ingin mengintai perilakumu jika ayah tidak ada. Memang benar kemarin ada meeting di luar kota tapi ayah bisa langsung pulang" kata ayah membalas


Kami pun pergi ke sekolah seperti biasa dengan Pak sopir, kali ini ayah akan pergi ke sekolah kami karena ada yang harus ayah urus di sana, Ayah pergi menaiki mobil yang lainnya yang juga disusul dengan mobil kami. Sesampainya di sekolahan kami pun turun bersama-sama dengan ayah yang berada di belakang mobil kami, kami melewati Pak satpam yang kemarin menjaga gerbang sekolah.


"loh ternyata kalian lagi kali ini kalian tidak telat, bagaimana bisa kalian datang dengan Pak direktur kami. Atau jangan-jangan...."kata Pak satpam penjaga gerbang itu. Aku lihat di bajunya terlihat papan nama aku baru tahu bahwa nama satpam itu adalah Pak Joko. Ayah pun membalas perkataan Pak Joko.


"iya mereka memang anak saya, tapi kami mohon jangan bilang siapa-siapa tentang ini karena aku tidak suka jika seseorang mengetahui hal ini akan banyak yang memanfaatkan mereka"kata ayahku membalas percakapan Pak satpam itu.


"baiklah kalau begitu silakan Pak masuk sudah ditunggu"kata Pak Joko, penjaga gerbang itu


"baik terima kasih" kata ayah


"yah kalau begitu kami masuk dulu ya "kataku


"baik kalau gitu semoga sukses good luck"kata ayahku membalas percakapan


"oke thanks dad" kataku dan Nadia secara bersamaan


"kami permisi dulu yah"kata Vandy mewakili adik-adiknya


Ketika Vandy menaiki anak tangga Vandy melihat Jhony temannya sedang berkelahi oleh oleh salah satu anak. Lalu Vandy menghampirinya dan berkata.


"hei kalian! yang berani memukuli sahabat gua maju sini biar gua hadapi kalian!" begitu kataku


"lu temennya si cupu ini ya ngapain lu ke sini mau bela dia sini maju kalau lu berani" kata salah satu dari mereka


"anjay disuruh maju malah ganti nyuruh oke gua ke sana"kata Vandy dengan sombongnya


Akhirnya Vandy pun bertengkar dengan salah satu dari mereka. Ia memukul orang itu dengan keras dan ia malah membenturkan kepala Vandy di tembok. Dan berkata.


"mamp*s lu anj*ng"kata orang itu sambil tertawa puas melihat Vandy kepalanya terbentur.Tak lama kemudian Vandy pun kembali terfokus sementara orang itu tertawa puas


"jangan sok keras anj*ng, mati lu br*ngs*k!" kata Vandy lantang sambil meloncat untuk memukul orang itu

__ADS_1


"b*ng**t, anj*ng!"kata teman itu sambil berusaha bertahan dari serangan Vandy yang kemudian membalas dengan serangan keahliannya yaitu air


"ke*p*r*t maniak!"kata Vandy sambil mengamuk dan memukul dia dengan jurus kecepatan tinggi sembari menggunakan kekuatannya


"sakit *iflaid" *bodoh. Lalu ia menyerang Vandy dengan menjebak Vandy di badai air sehingga membuat Vandy kesulitan bernafas namun dalam beberapa detik Vandy mampu menghancurkannya dan membalas dengan tendangannya dengan cepat serta menambahkan sedikit kekuatannya ditendangan itu


Akhirnya tempat itu pun mulai ramai dan guru-guru mulai curiga lalu dipanggil lah Pak Joko si satpam.


"hei hei cukup apa kalian tidak malu dilihat adik-adik kelas kalian masalah bisa diselesaikan baik-baik kan"kata Pak Joko dengan keras sambil memisahkan mereka


Lalu mereka serta yang bersangkutan dibawake ruang BK.


"apa penyebab kalian bertengkar jadi seperti ini"kata guru BK itu


"Bu dia ini lho teman saya nggak ngapa-ngapain diganggu sama dia"kata Vandy menjelaskan


"oh iya hei temanmu itu berhutang uang padaku" kata teman itu membela dirinya


"omong kosong derajat temanku itu tinggi bahkan ia bisa membeli rumahmu yang kecil itu"kata Vandy tegas


"stop, jadi apakah yang dikatakan kan Dei benar Jhony"kata guru BK itu


"ohh jadi namanya Dei ya, namanya sangat jelek hahah seperti orangnya" kata Vandy sambil menyeringai


"saya bertanya dengan Jhony bukan Vandy"kata guru itu sambil memelototi Vandy tapi Vandy malah membuang muka


"tidak benar Bu.... saya sedang berjalan menuju toilet tiba-tiba mereka memalak saya"kata Jhony menjelaskan


"oh begitu berarti yang seharusnya dihukum adalah Dei tapi kalian tetap tidak boleh main hakim sendiri maka dari itu Dei dan Vandy tinggalah di sini"kata guru BK itu


"baik sekarang silahkan Jhony kembalilah ke kelas tetapi sebelum itu saya minta Dei dan Jhony minta maaf terlebih dahulu dan juga Vandy sekalian minta maaf kepada Dei begitupun sebaliknya" kata guru BK itu


"oke baiklah aku minta maaf karena telah kasar dan memukulmu lain kali aku akan menyelesaikan masalah ini secara baik-baik"kata Vandy


"aku juga minta maaf karena telah membuatmu kesal lain kali aku tidak akan iseng lagi, oh ya namaku Dei, jadi... siapa namamu?"kata Dei


Lalu mereka pun bersalaman dan saling meminta maaf. Lalu Jhonypun masuk ke kelas. Lalu tak lama kemudian Vandypun datang,ia tidak berbicara apapa[un terhadap Jhony begitupun sebaliknya karna Jhony sudah tahu dia masih marah. Jam istirahat telah tiba jam yang ditunggu oleh para siswa untuk mereka berbincang-bincang dan bercanda ria. Seperti biasa aku kantin dan duduk di sebelah Jhony. Lalu Jhony berkata.


"lain kali tidak usah sampai seperti itu bro gua bisa ngatasin sendiri"kata Jhony


"ya enggak salah kalau temen gua lagi berkelahi sama orang, gua bakal nolongin masa gua diem aja gitu nggak nolongin pula, lu itu temen gua dari kecil gue nganggap lo itu udah saudara sendiri lu nggak usah malu kali biasa aja, btw lu tadi ngomong bisa ngatasin sendiri gua gak percaya tuh dulu aja pas masih kelas 3 SD sering di-bully sama teman-teman dan tetep gua yang nyelamatin lu" kata Vandy menjelaskan.


"maaf gara-gara gua lu jadi repot"kata Jhony yang kehabisan kata-kata


"selow aja bro santai aja nggak usah kayak gitu, lagipula udah kewajiban gua membela sahabat gua sendiri" kata Vandy sambil tersenyum


"oh Vandy ternyata hatinya lembut jadi tersipu gua" kata Jhony


"anjay najis banget bambank"kata Vandy menjauhi Jhony


"eh BTW lu tadi ngelihat nggak, ada anak yang asing banget di bangku kosong"kata Jhony


"napa lu naksir sama dia?, gua dukung---- eh gak kenal ya? nggak bisa dong harusnya lu kenalan dulu sama dia, akrab, PDKT, nah terus buat hatinya luluh nah disitu kesempatan lu nembak dia"kata Vandy menjelaskan


"mata lu! gua cinta sama dia?! ogah ah mending gua kasih aja tuh buat lu"kata Jhony menolak


"bener ya buat gue? gak nyesel kan? yaudah itu jatah gue jangan diembat" kata Vandy


"awas nanti dia dah punya pacar lu nyesel terus marah-marah ke gua sam anak TL yang lain,gue gak mau tanggung jawab ah malas"


"iya-iya gue juga udah tau cerewet amat sih?!"


"biarin biar lo gak baperan orangnya" balas Jhony


"idih pake acara baper segala kaya orang bumi aja lu!"kata Vandy


Ding dong deng jam istirahat telah selesai saatnya bagi siswa untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar Ding dong ding dong deng

__ADS_1


"eh udah buruan masuk yuk entar di omelin guru-guru lagi udah kenyang gua kena omelan"kata Vandy


"oke"kata Jhony


Mereka pun masuk ke kelas. tiba saatnya pelajaran pengujian kekuatan. disini kami menguji kekuatan kami yang lebih unggul akan diberi pelajaran khusus dan yang belum unggul harus berlatih lebih keras. untung Vandy dan Jhony telah berlatih lama bersama mereka berlatih bersama dengan ayah Vandy yang dulunya pemenang pertarungan terbesar di seluruh wilayah planet ini.


Kini saatnya tiba masing-masing siswa harus menguji kekuatannya sendiri di ruang latihan yang kedap suara dan tebal. Sambil menunggu nama Vandy dipanggil Vandy memperhatikan para siswa yang sedang pemanasan. Lalu ia melihat gadis perempuan yang ada di sudut kanan.


"wooo kabar gembira, kali ini Vandy akan menjadi playboy dan memulai aksinya di SD Ekumene the Jhon"kata Jhony yang melihat sahabatnya sedang melirik gadis perempuan yang asing itu


"lu gila ya ngomong kayak gitu keras-keras awas lu nanti gua tonjok lu" kata Vandy marah


"sorry bos sorry gua nggak sengaja buat lu marah cuma bercanda, biar lu ada raut muka seneng" kata Jhony menjelaskan


"apaan sih berisik tau?!" kata salah satu anak perempuan yang sedang berlatih


"hahah rasain lu"ujar Vandy sambil tertawa


Tak lama kemudian giliran Vandy tiba. Ia mengerahkan seluruh kekuatan untuk melakukan latihan itu ternyata latihannya adalah meninju sebuah pilar besar hingga ujungnya nya bergerak sepanjang 20 cm. Vandy melakukannya alhasil ia lulus, tentu saja karena kekuatannya sudah mencapai tingkat anak SMP. Ia keluar sambil menepuk pundak Jhony dari belakang dan berkata "good luck" Jhonypun membalas "yes sir".


Vandy pun pergi mendekati gadis perempuan tadi yang dilihatnya kemudian bertanya namanya.


"hei siapa namamu?" kata Vandy dengan nada lembut


"namaku Monica Delvano Celvin, panggil aku Monica" jawab gadis itu dengan nada yang juga lembut


"namaku Elinaous Vandy Trisakti Jaya, panggil saja aku Vandy, salam kenal ya" sapa Vandy dengan lembut


" ok" kata perempuan itu dengan nada datar


Akhirnya gadis yang bernama Monica itupun pergi karena namanya udah disebut dan tiba saatnya dia latihan. Aku pun melihatnya dari jarak jauh. Jhonny pun datang dan melingkarkan tangannya di kepalaku


"hey bro sedang lihat apa"tanya Jhony


lalu Jhony memandang ke arah yang dipandang sahabatnya itu


"oh lagi lihat itu cie, jadi beneran naksir ya"kata Jhony lagi


"enggak tuh, biasa aja, kita baru kenal kok, gua udah tahu namanya siapa"jawab Vandy


"siapa emang "tanya Jhony


"rahasia" kata Vandy


"oh bener nih nggak mau ngasih tahu ya udah fine"kata Jhony ngambek


"oke oke gua kasih tahu jangan ngambek gitu dong"kata Vandy menenangkan Jhony, "namanya Monica" tambah Vandy


"nama yang bagus" kata Jhony


"eh btw lu lolos nggak tadi?" kata Vandy


"emmmmm gimana ya ngomongnya malu nih. Ya lolos lah kan gua kuat" jawab Jhony dengan santai


Din dong Din dong deng jam kelas telah selesai saatnya bagi siswa untuk pulang Din dong Din dong deng


Vandydan adik-adiknya pun keluar dari kelas mereka menunggu jemputan tiba,tapi tak disangka sang ayah berada tepat di belakang mereka lalu Vandy berkata


"meetingnya sudah selesai yah"kata Vandy


"udah dari tadi tapi ayah ingin menunggu kalian keluar jadi kita bisa sekalian pulang ke rumah" Kata ayah


"oh... ok" balas Vandy


Lalu para murid yang ada di situ itu pun heran kenapa aku memanggil CEO sekolah dengan sebutan 'ayah'. Tetapi Vandy tidak memperhatikannyan sedikitpun.Lalu Vandy pulang ke rumah bersama dengan adik-adiknya dan ayahnya.


Foto Monica

__ADS_1



__ADS_2