Kisah Cinta Manusia Spesial

Kisah Cinta Manusia Spesial
08. Nenek Datang


__ADS_3

Setelah aku sampai di rumah, aku melihat nenekku yang sedang duduk di ruang tamu. Ketika aku masuk rumah nenekku melihatku.


"ah hei cucu nenek yang paling tampan juga adik adiknya yang lucu. Tidakkah kalian menyambut nenek, nenek baru datang dari luar negeri lho!" kata nenek sambil tersenyum


"eh nenek, hai nek apa kabar?" kata Vandy


"sikap bangsawan, sikap bangsawan" bisik Vandy mengkode adik adiknya


"tentu kabar nenek baik sangat... baik. Ah iya ada oleh-oleh untuk kalian, tapi sebelum itu kalian ganti baju dulu ya!" kata nenek


"baik nenek!" kata Vandy dengan dingin


Lalu kami pun pergi ke kamar kami masing-masing untuk ganti baju. Setelah ganti baju Vandypun turun dan menyapa neneknya. Tak lama kemudian neneknya pun mengeluarkan sebuah kunci motor dan buku cek (surat untuk memerintahkan bank untuk membayar sejumlah uang yang tertulis pada cek tersebut).


"Vandy... ini oleh-oleh nenek" kata nenek sambil meletakkan barang tersebut di meja


"eeh ini semua untuk Vandy nek. Ku... kunci motor dan... dan ceknya ini semua untukku nek?" kata Vandy


"ya tentu saja kalau bukan untuk kamu untuk siapa lagi. Maaf oleh-olehnya hanya sedikit" kata nenek


"ma...makasih nek, oleh-oleh ini bagiku sangat berharga" kata Vandy


"hahahaha baiklah, dan untuk Nadia juga Shandy nenek membelikan acesories untuk Nadia karena Nadia suka merias diri dan Shandy nenek belikan mainan baru"kata nenek


"makasih nek" kata Nadia dan Shandy bersamaan


"ma...... maaf ibu sebaiknya jangan kasih Vandy motor dulu karena ia belum cukup umur untuk mengendarainya. Nanti kalau ada pihak keamanan bagaimana, kan kami sebagai orang tua bisa repot" kata ayah Vandy


"apa! kau itukan raja pasti kau berkuasa atas pihak keamanan kan jadi kau bisa membuat mereka meminta belas kasihanmu!" kata nenek sedikit marah

__ADS_1


"i.... ya bu, aku mohon ibu tenang dulu, maaf aku lancang bu" kata ayah ingin menyudahi pertengkaran


Nenek tidak menjawab ia hanya tersenyum sinis. Lalu aku keluar dan melihat motornya. Motornya sangat keren walau kecil, juga harganya sangat mahal. Akupun mengendarainya berkeliling. Hari itu aku sangat bersyukur kepada nenekku karena telah memberikan oleh-oleh yang bagus. Setelah berkeliling akupun menyuruh Pak Nico memakirkan motorku. Hari sudah mulai sore tiba waktunya aku mandi. Setelah mandi seperti biasa kau belajar sebentar lalu bermain game sambil menunggu jam makan malam. Tak lama kemudian seorang pelayan mengetuk pintu kamarku dan mengatakan sudah saatnya makan malam akupun keluar dari kamar dan menuju meja makan. Nenek sudah pergi lagi karena ada tugas dadakan yang harus diurus. Akupun makan dengan lahap. Setelah makan aku pergi ke kamar untuk bermain game lagi. Setelah aku mulai bosan bermain game, akupun mengambil HPku dan menceritakannya semuanya kepada temanku lewat telepon. Akupun mencoba untuk menghubungi Monica. Tak lama kemudian Monica membalas pesanku. Pertama yang dikatakan adalah bertanya keadaanku.


"tuan... eh Vandy maaf mengganggu tetapi anda disuruh untuk kontrol ke dokter"kata pelayan dari luar kamarku


"ah ya aku akan mengganti pakaianku dahulu" kata Vandy


"baiklah Van...." kata pelayan itu


Lalu akupun segera mengganti baju dan turun. Di sana ada ayah dan juga ibu yang menunggu.


"mana Nadia dan Shandy apa mereka tidak ikut?" kata Vandy kepada ayahnya


"tidak" jawab ayah


"hmh.... bagus ada perkembangan. Sepertinya Vandy sudah sangat berkembang ya. Asmamu sudah tidak kambuh lagi kan?" kata dokter itu


"tidak dok" jawab Vandy


"pantas saja tidak, karena bakteri yang menyebabkan asmamu itu berkurang" kata dokter itu


"ah ya terimakasih dok" kata Vandy


"sudah merupakan kewajibanku sebagai seorang dokter" jawab dokter itu


Lalu dokter itu memberi saran kepadaku apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak. Setelah itu kami pulang. Sesampainya di rumah ayah menyerahkan kunci mobilnya kepada Pak Nico. Kamipun masuk ke dalam rumah. Aku mengganti pakaianku dengan baju tidur.


"hah.... hari yang sangat lelah. Tapi beruntung keadaanku sudah mulai membaik" kata Vandy sambil rebahan di kasur.

__ADS_1


"ngechat Monica ah lagi ngapain ya dia?" kata Vandy


Lalu iapun berbincang dengan Monica lewat chatting.


"kamu lagi apa Mon?" kata Vandy


"lagi mau tidur, kalau kamu?" kata Monica


"sama...." kata Vandy


"gimana tadi kontrolnya lancar kan?" kata Monica


"lancar, kata dokter perkembanganku cukup banyak" jawab Vandy


"apa nasehatnya?" tanya Monica


"kepo ah" jawab Vandy


"besok aja gua jelasin" balas Vandy lagi


"ya udah buruan tidur. Kalau enggak besok telat lho" kata Monica


"iya... iya udah dulu ya Monica cantik" balas Vandy


"ih... apaan sih. Buruan tidur sana" kata Monica


"baik tuan putri" kata Vandy


Akhirnya Vandypun tidur.

__ADS_1


__ADS_2