
Di suatu pagi yang cerah, seperti biasa Vandy pergi ke sekolah dengan adik - adiknya.
"morning... pa, morning ma, morning my sister and my brother"kata Vandy menyapa
"morning juga kak" kata Nadia dan Shandy bersamaan, ayah tidak membalas hanya melihatku dan melanjutkan aktivitasnya.
"tumben bangunnya nggak kesiangan kenapa nih ye?" kata Nadia
"apakah dikau akan membuat daku marah?"kata Vandy
"ihhh bahasanya bisa diperbaikin dikit nggak? terlalu norak"balas Nadia
"anjay berani banget nih bocah" kata Vandy bercanda
"just kidding, don't angry" kata Nadia
"I'm too" kata Vandy
Mereka tertawa terbahak-bahak di ruang makan itu. Lalu tak lama kemudian Vandy mulai memakan sandwich yang ada di meja makan.
"jangan lupa minum susunya" kata ibu Vandy
"siap ma!"balas Vandy
Jam 06.15 merekapun berangkat ke sekolah dengan menaiki mobil yang dikendarai oleh Pak Nico sopir pribadi kami. Setelah sampai di sekolah kami masuk ke kelas. Di perjalanan menuju ke kelas, aku melihat Dei orang yang kemarin memukuli Jhony dan teman - temannya. Aku melewati mereka dengan santai sambil bersiul tiba - tiba Dei merangkulku dari belakang dan berkata.
"heii kalau lu berani ngelawan gue tunggu lu di lapangan nanti pulang sekolah gimana? Gue ngerasa belum puas! Itu sih kalau lu bukan pengecut!" kata Dei berbisik
"ok siap! Lagi pula gua bukan pengecut kok gua pasti dateng, jadi tunggu aja gua!" kata Vandy marah
Vandypun berjalan menuju kelas sesampainya di kelas ia langsung menghampiri Jhony.
"Jhony..... Jhon.... tadi gua disuruh Dei buat pergi ke lapangan, gua mau bertengkar lagi sama dia jadi gua minta tolong lu urusin pamitan sama keluarga gue" kata Vandy
"eh.... ah.... apa! What the f***. Kenapa lu ambil resiko cuma gara - gara gua bisa jadi Dei main keroyokan" kata Jhony khawatir
"lah maka dari itu gua minta lo dan yang lainnya ngumpul biar kalian jadi juri sekaligus bisa bantuin gua kalau gua dikeroyok beneran" kata Vandy
"maaf Van gara-gara gua lu jadi repot-repot kayak gini" kata Jhony
"ya kalau lu bukan sahabat gua gua nggak bakal mau belain orang sampai kayak gini" kata Vandy
"oke thanks Van" balas Jhony
__ADS_1
Akhirnya jam pelajaran telah berbunyi. Jam pertama adalah jam pelajaran Kebangsaan (sama dengan pelajaran PKN). Jika ada kesempatan Vandy selalu melihat Monica walau tidak berpandangan secara langsung. Tak lama kemudian Monica merasa di dirinya diperhatikan seseorang.
"siapa sih yang perhatiin gue dari tadi" kata Monica kepada temannya yang lain
"lu nya aja yang kepedean orang dari tadi nggak ada yang....."kata teman yang lainnya belum selesai bicara. Kemudian tanpa sengaja teman Monica itu melihat Vandy yang sedang memperhatikan Monica.
"eh sorry gue salah ngomong emang dari tadi itu ada yang perhatiin lo, lu mau tahu siapa yang perhatiin lo? Tuh orang yang kemarin kenalan sama lu, dari tadi dia perhatiin lu terus"kata teman Monica
"wah pantes gua ngerasa ada yang ngintai gua"kata Monica.
"nanti aja lah gua urus"kata Monica lagi
"oke oke siap kalau perlu bantuan bilang aja sama gua pasti gua bantuin"kata teman Monica
Dari jam pelajaran pertama hingga istirahat Vandy terus memperhatikan Monica, sampai ia tidak sadar kalau sudah waktunya istirahat. Lalu Monica menghampiri Vandy dan berkata.
"lu tadi ngapain ngeliatin gue terus?" tanya Monica penasaran
"enggak, siapa yang lihatin lu" Jawab Vandy
"jangan bohong deh, lu udah ketahuan tahu"kata Monica
"oke oke yah gua ketahuan deh, iya gua ngaku kalau gua dari tadi emang lihatin lu" jawab Vandy
"ngapain lu liatin gua?" tanya Monica
"hish apaan sih, iseng ya lu biar gua tersipu-sipu sama lu" kata Monica
"enggak kok enggak lu emang cantik" kata Vandy
"thanks" jawab Monica tersipu malu
"oh oke " jawab Vandy yang juga tersipu saat melihat wajah Monica
"oh ya kenalin nih salah satu sahabat gua dari kelas 2 SD"kata Monica
"eh ya" jawab Vandy yang kemudian mengacungkan tangannya yang siap untuk bersalaman
"hai namaku Elianous Vandy Trisakti Jaya panggil saja aku Vandy" kata Vandy memperkenalkan diri
"namaku Gesttuff James Julia, panggil aku Julia" kata Julia yang kemudian menjabat tangan Vandy
"eh ya salam kenal ya aku baru disini" kata Vandy
__ADS_1
"oh... baru pantas familiar" balas Vandy
Dan tidak lupa Vandy meminum obatnya yang berupa susu, yang diberikan oleh dokter kemarin. Mereka mengobrol sampai jam istirahat selesai. Karena kata ayahnya Vandy harus fokus kepelajaran karna akan ujian. Selesai pelajaran jam istirahat ke dua. Ia mengobrol dengan Jhony sahabatnya tetapi mata Vandy masih saja ke arah Monica.
"heiii bro lu dengerin gua nggak sih malah ngelirik ke cewek"kata Jhony sebal curhatannya tidak didengarkan
"ha.. ehh apa? Gua denger kok" kata Vandy yang sontak kaget
"akh..... ukh....." kata Vandy yang tiba-tiba kesakitan dan memegang dada
"akh..... sesak...... ukh..... sakittttt.... AKH...." kata Vandy sambil teriak kesakitan
"eeh Van sorry udah buat lu kaget aduh gimana nih eh tolong dong tolong!" kata Jhony yang meminta pertolongan untuk membawa Vandy ke UKS
Tak lama kemudian Vandy dibawa ke UKS. Vandy rebahan di kasur UKS sedangkan temannya meminta guru untuk segera menelpon orang tua Vandy. Sementara Vandy meminum obat yang dibawanya. Tak lama, Ambulans yang dikirim orangtuanya datang beserta dengan orang tua Vandy. Orang tuanya Vandy menghampiri Vandy yang juga disusul dengan petugas ambulans.
"Vandy, Vandy kau nggak apa-apa sayang?" kata ibu Vandy dengan lembut dari jauh tapi begitu melihat mata Vandy iapun sadar kalau anaknya pingsan. Dengan cepat Vandy segera dibawa ke mobil ambulans. Setelah tiba di rumah sakit Vandypun langsung dibawa ke ruang ICU. Dokter melarang orang tua Vandy untuk masuk ke ruangan.
"tenanglah anak kita sedang dirawat dan ia akan segera sembuh, aku yakin dia akan sembuh" kata Pak Wijaya menenangkan istrinya
"tapi.... aku sangat takut" kata Nestra penuh dengan kekhawatiran
"tenanglah sayang aku mohon..." kata Pak Wijaya menenangkan istrinya
"tenanglah Tuhan pasti akan menolong kita ingat jika kita berdoa dengan tulus Ia pasti akan mengabulkannya.
"ah... benar juga kalau begitu aku akan berdoa dengan sungguh-sungguh" kata Bu Nestra yang mulai tenang
"alangkah lebih baik begitu. Mari kita berdoa bersama demi kesembuhan Vandy"kata Pak Wijaya dengan wajah tersenyum
"baiklah" kata Bu Nestra yang juga tersenyum
Merekapun berdoa demi kesembuhan Vandy.
Sementara itu di sekolah.
"eh Jhonn temen lu itu kenapa?" kata Monica khawatir
"Vandy itu punya penyakit bawaan salah satunya jantung yang lemah" kata Jhony
"oh.... begitu aku baru tahu, semoga Vandy cepat bisa keluar dari rumah sakit itu ya" kata Monica
"iya semoga saja terimakasih karena telah berempati terhadap Vandy"kata Jhony
__ADS_1
"lu apaan sih kan udah seharusnya lagi pula kita inikan teman" jawab Monica
"iya benar juga ya" kata Jhony