
Hari ini adalah hari Sabtu, hari yang paling disenangi para keluargaku karena kami bisa kumpul bersama. Hari ini aku lari pagi bersama kedua adikku dan ayahku. Walau lelah, aku sangat senang bisa lari pagi bersama kedua adikku dan ayahku. Sekitar jam 05.00 aku bangun dan mandi pukul 05.30 barulah kami berangkat. Sambil lari pagi kami juga bercerita, saling bercanda, dan menceritakan tipe jodoh yang diinginkan.
"Van nanti kalau kamu sudah capek jangan dipaksain larinya ya" kata ayah Vandy perhatian
"ya pah" jawab Vandy dengan lembut sambil jogging
"nanti biar Nadia yang temenin kamu kalau kamu capek, okay?"kata ayah Vandy lagi
"iya pa"jawab Nadia dengan lembut
"siap pak boss"jawab Vandy
"kak... kapan-kapan ajakin ketemu kak Intan dong kak..."kata Nadia
"Intan?? Intan siapa ya?"jawab Vandy pura-pura tidak tahu
"kak bisa nggak sih jangan pura-pura nggak tahu! aku tanyanya serius nih"kata Nadia
"ok ok. Emmmm bisa aja, boleh, kapan mau ketemunya?"jawab Vandy
"sebisanya kak Intan kak..."jawab Nadia lagi
"kalau Minggu sore gimana?? Soalnya besok sore itu kakak mau ajak dia main ke rumah" kata Vandy
"ok sipp bisa, thanks kak..." kata Nadia mengiyakan
"yo'i my sister"jawab Vandy
"kak... pacar kakak itu satu kak Intan doang atau ada lagi sih?"tanya Nadia kepo
"satu aja sih tapi kakak punya orang yang kakak sayang walau belum kesampaian. Dan kakak yakin kakak pasti bisa mendapatkan orang itu hanya dengan jurus ketampanan kakak ini" jawab Vandy sambil berpose memamerkan ketampanannya
"iya dah iya, yang mukanya ganteng banget dan yang sering dikelilingi cewek-cewek"jawab Nadia dengan nada mengejek
"bukannya sombong nih ya... hanya pamer"tambah Vandy lagi dengan nada mengejek pula
"ihh beda tipis kali sombong sama pamer"jawab Nadia lagi
"ihh bodo amat yang penting gua happy"balas Vandy sambil jogging
"kak... Nad kalau tipe cowok kak Nad kaya gimana?"tanya Shandy penasaran
"iya tuh gua juga kepo. Tapi kalau ada cowok kaya tipenya Nadia, emang mau sama Nadia? Secara Nadia aja jeleknya kayak gitu mana ada yang mau"kata Vandy meledek
"jelek-jelek gini juga adik lo kali"jawab Nadia dengan nada tegas
"emang lu adik gua?"jawab Vandy
"arrrgh... sakit... sakit.... ampun... ampun" kata Vandy yang teriak kesakitan karena dicubit pinggangnya oleh Nadia
Lalu Nadia melepas cubitannya.
"cewek kalau marah sadis ya..." kata Vandy sambil mengelus pinggangnya yang dicubit Nadia tadi
"jadi kapan nih mau jawab pertanyaan gua?"kata Shandy yang sudah tidak sabar mendengar jawaban Nadia
__ADS_1
"ok ok. Jadi tipe aku itu tinggi, rajin belajar, rajin beribadah, rajin baca Alkitab, menyembah kepada Tuhan bukan dukun atau berhala, ganteng, rajin bekerja, nggak matre, dan yang lebih penting...... agamanya sama serta.... s-e-t-i-a dah itu doang"jawab Nadia sambil melirik ke kakaknya tapi Vandy mengacuhkannya
"et dah banyak amat" kata Vandy meledek
"jadi intinya kak Nad mau seorang pendamping yang sempurna gitu??"kata Vandy lagi
"ya nggak juga sih namanya manusia sih nggak ada yang sempurna tapi Tuhan kan sudah menyiapkan jodoh buat kita masing-masing"jawab Nadia
"iya sih betul juga"kata Vandy
"Monica juga gitu nggak ada yang sempurna dari dia tapi aku tetep akan mencintai dia apa adanya...... ups" kata Vandy keceplosan sambil menutup mulutnya diakhir kalimat
"hehehehe keceplosan kan?? Jadi selama ini kakak suka sama kak Monica ya?? udah ketahuan nih, hehe"kata Nadia sambil nyengir
"ng...nggak, apaan sih! udah ayo dilanjutin lari paginya kok semakin lemot sih?! tuh papa dah sampai sana ayo buruan susul"kata Vandy mengalihkan pembicaraan
"hei! kalian mau sampai kapan disitu terus? ayo! keburu makan pagi nanti!"kata ayah mereka berteriak karena sudah jauh berlari
"ehh iya pa. Yok buruan"jawab Vandy
"iya"balas Nadia
Setelah selesai lari pagi, kami menuju halaman rumah dan pemanasan. Sambil pemanasan kami juga sambil mengobrol
"kak... emang bener ya kakak suka kak Monica?" tanya Nadia penasaran
"kalau iya kenapa terus kalau enggak juga kenapa?"jawab Vandy bercanda
"jawab! Serius!"kata Nadia
"kak... kakak itu waras nggak sih kan kakak....."kata Nadia yang kemudian pembicaraannya kepotong oleh Shandy
"kakak itu kan calon raja, pemimpin negara ini, ya nggak apa-apa kali punya pacar lebih dari satu, istri aja boleh lebih dari satu masa pacar nggak boleh lebih dari satu"kata Shandy jengkel
"ya nggak gitu, hargailah perasaan perempuan!"kata Nadia menasehati
"dasar bawel"jawab Shandy
"ihh bodo" balas Nadia marah
"udah-udah jangan pada berisik bisa nggak sih! Ini tu urusan gue kok kalian yang malah berisik?!"kata Vandy
"sorry kak..."jawab Shandy
"aku juga sorry kak..."jawab Nadia pula
"ya udah sekarang kita lanjut pemanasannya ok?!"kata Vandy
"ya kak"jawab Shandy
"hmh kalian ini semakin lama semakin kompak ya. Tapi bener kata Nadia jangan sampai kamu mainin perasaan perempuan. Kalau kamu punya pacar banyak, boleh-boleh aja yang penting nanti istri kamu satu. Ngerti?"kata ayah mereka
"ngerti pa..." jawab Shandy
"pa tapi kan Kak Vandy masih kelas enam nih pa, apa boleh punya pacar sekarang??"kata Nadia sambil pemanasan (pura-pura nggak tahu kalau kakaknya sudah punya pacar)
__ADS_1
"ya boleh-boleh aja asalkan tidak menggangu sekolahnya. Tapi kalau memang itu menggangu sekolahnya maka akan lebih baik jika kamu tidak usah pacaran dulu. Paham?"kata ayah mereka
"siiip pa"kata Nadia sambil melirik ke kakaknya sebagai tanda kalau ia mau menyindir Vandy
"ok pa..." jawab Vandy
"ya sudah, kalau sudah selesai pemanasannya, ayo kita ke arena latihan"kata ayah mereka
"ok pa..."jawab Vandy
"ya pa..."balas Nadia
"siap dah pokoknya"kata Shandy sambil mengacungkan jempolnya
Di arena latihan, tempat para bodyguard rumah Vandy berlatih, banyak sekali bodyguard di sana yang berlatih. Lalu ayah mengajakku,Nadia, dan juga Shandy ke sebuah ruangan khusus.
"ini adalah ruangan tempat papa berlatih" kata ayah mereka menjelaskan
"jadi..... kita berlatih disini??"tanya Nadia ragu-ragu
"iya betul"jawab ayah mereka
"tapi kenapa?? sebelumnya kita berlatih di halaman kan?? lalu kenapa tiba-tiba berlatih disini??"tanya Vandy penasaran
"hmh anak ini..... kalian tahu kenapa dibawa kesini nggak??"tanya ayah mereka balik
"buat latihan kan??"jawab Shandy
"ya tentu tapi latihan kalian mulai saat ini akan sangatlah berbeda"jawab ayah mereka
"maksudnya??"kata Vandy lagi
"kali ini adalah latihan yang menggunakan kekuatan kalian, tidak perlu sungkan untuk mengeluarkan kekuatan kalian dengan penuh karena ruangan ini sangat tebal dan sudah di buat khusus untuk latihan. Sebenarnya sama dengan ruangan latihan para penjaga yang ada di sebelah tapi perbedaannya adalah hanya pada kepemilikan saja"jawab ayah mereka
"jadi..... ayo kita latihan!"kata Vandy mengajak
"ya ayo"jawab Shandy
"siap kapten"kata Nadia
Merekapun berlatih dengan kekuatan mereka masing-masing. Latihan pertama adalah daya tahan lalu yang kedua adalah kecepatan dan yang ketiga adalah tekanan pada kekuatan. Vandy dan adik-adiknya berlatih dengan sangat keras. Sehingga Vandy bisa menguasai tingkat kekuatan yang seharusnya dimiliki anak seukuran SMA sedangkan adik-adiknya baru menguasai tingkat SMP. Walau kemampuan Vandy belum sempurna tapi Vandy tetap berlatih dan berlatih. Sampai akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 08.30 dan kemudian ada satu pelayan datang ke ruang latihan kami.
"maaf tuan dan nona Nadia sudah waktunya untuk mandi karena jam 09.00 nanti sudah disiapkan untuk makan paginya"kata pelayan itu
"ok pergilah nanti kami akan menyusul"jawab ayah
Lalu pelayan itu pergi. Dalam perjalanan menuju kamar masing-masing.
"pa tadi gimana latihanku??"tanya Vandy
"good" jawab ayah mereka
"kalau aku sama Shandy pa??" tanya Nadia
"good. Semua anak papa kemampuannya berkembang dengan pesat dan ayah suka itu" jawab ayah mereka
__ADS_1
Dan kamipun segera mandi lalu makan pagi.