
Sesampainya di rumah, ayah berkata kepadaku.
"Vandy, hari ini apa schedulemu?" tanya ayah
"aku akan pergi ke rumah teman untuk mengajarinya bela diri" kata Vandy
"siapa? Jhony??"
"and his friends (dan teman - temannya)" kataku menjawab
"oh... yeah. You can go, but you must eat before you go (oh... yeah. kamu bisa pergi, tapi kamu harus makan dulu)" kata ayahku menjawab
"thanks dad" kata Vandy dengan muka datar
"now you must to since your shirt then eat(sekarang kamu harus ganti bajumu dan kemudian makan)"kata ayahku
"ok dad" kataku
Setelah aku selesai makan, akupun pergi ke rumah Jhony dengan motor. Di sana ada Jhony, Vangavan, Dejuva, Irfan, Verry, Deva, dan Reihand. Reihand adalah temanku dan Jhony sewaktu masih kecil.
"jadi gimana kita mulai acaranya yuk bos que" kata Verry dengan nada menggoda
"ih..... najis mending gua latihan sendiri sama yang lainnya dari pada sama lu, ntar lu godain lagi, gua bukan gay!" kata Vandy bercanda
"ih..... galak banget sih sama aque" balas Verry lagi
"udahlah Van... dari pada lu jomblo mending lu pacarin tuh si Verry" kata Deva bercanda
"ogah bat dah, entar novel ini jadinya bukan Kisah Cinta Manusia Spesial lagi tapi 'Kisah Cinta Gay'! hish amit - amit dah"balas Vandy
"hahahaha" yang lainnyapun tertawa terbahak-bahak demikian pula dengan Reihand
"jadi... gimana nih kita mulai yuk acaranya" kata Vangavan
"oh... ya, ayuk, let's go!"kata Vandy
__ADS_1
Merekapun berlatih dengan sungguh-sungguh dengan coach Vandy yang melatihnya. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 15.00 saatnya bagi mereka untuk beristirahat. Mereka beristirahat di halaman belakang rumah Jhony. Sambil mengisi waktu luang kami bermain game online bersama dan membuat canda tawa.
"eh... Van... Van bantuin gua, gua dikepung 2 orang" kata Jhony meminta pertolongan
"eh ok ok gua otw ke sana sabar.... sabar, makannya jangan jauh - jauh sama gua"kata Vandy
"Cepet Van keburu mati gue" kata Jhony tidak sabaran
"otw otw"kata Vandy
"oh.... no sit"
"napa lu Jhon?"tanya Deva
"mati gue sialan"kata Jhony
"tenang bro, kami bakal bales tu orang! mana orang yang ngekill lu gua bales!?"kata Dejuva
"orangnya bawa tas level 3 pakai pakaian anti peluru level 2 yg cuma bisa nambah damage 42 doang" kata Jhony menjelaskan
"mantabs bos que makasih udah bales dendam gua" kata Jhony puas
"eh... aduh..... duh..... duh......duh...... ckck"kata Vandy mengeluh
"ngapa Van?"kata Irfan
"kena damage dong gua, bantuin gua sob!" kata Vandy
"ok siap gua otw" kata Irfan
"gua juga mau ke posisi lu gua pasti bantuin lu" kata Deva
"ok ok thanks" kata Vandy berterima kasih
Mereka bermain hingga menang 3 kali.
__ADS_1
Tak terasa sudah satu jam mereka bermain. Merekapun menghentikan permainannya dan pulang ke rumah masing-masing untuk mandi. Di rumah, Vandy cepat - cepat mandi, dia berendam di bathtubnya, sesesekali ia juga berdiri menggunakan shower. Setelah selesai mandi Vandy berganti pakaian dan merebahkan diri di kasur.
"huh... lelahnya hari ini, cewe tadi di sekolah yang namanya Monica itu cantik juga ya.... emmmmm apa gue PDKT in aja ya, kan cantik?" kata Vandy berfikir
"Permisi.....tu... ehh.. yang saya maksud Vandy dipersilahkan turun karena makan malamnya sudah siap" kata seorang pelayan kepada Vandy
"ok saya akan segera ke sana" kata Vandy
"baik Vandy" kata pelayan itu
Vandypun turun dan duduk di bangku ruang makan lalu keluarga Vandypun sudah lengkap.
"Nah sudah disini semua, sebelum kita makan, alangkah baiknya jika kita berdoa terlebih dahulu, saya minta Vandy sebagai pewaris tahta kerajaan ini memimpin doa, silahkan Vandy" kata ayah Vandy
"baiklah mari kita berdoa" kata Vandy
Setelah mereka selesai berdoa merekapun makan. Vandy tidak makan ia hanya memainkan nasinya. Ia tidak makan karena sedang memikirkan gadis yang dilihatnya hari ini, tak lain adalah Monica. Ayah Vandy melihatnya dan berkata.
"kamu kenapa Van...?" kata ayah Vandy dengan lembut
"nggak kenapa- napa pa, cuma males makan aja" kata Vandy
"sekarang kamu harus makan karena nanti habis makan kita akan kontrol ke dokter lagi soal penyakit yang kamu miliki" (baca episode satu 'perkenalan') kata ayah menasehati
"baik ayah" akupun membalasnya dengan senyum
Lalu kami makan dengan santai. Selesai makan Vandy disuruh berganti baju dan pergi ke dokter langganan menaiki mobil pribadi milik keluarganya. Vandy pergi dengan rasa percaya diri bahwa ia akan semakin membaik. Tetapi pikirannya berkata ia tidak akan sembuh. Setelah sampai di rumah sakit dokter langganan kami bekerja kami masuk sedangkan sopir kami memarkirkan mobil. Karena kami punya kartu VVIP kami terbebas dari antrian. Kami menemui dokter itu, dia menyambut kami dengan senyuman yang hangat. Lalu ia memeriksaku dan memberi resep. Dokter itu bernama dokter Inwich Giont Saputra.
"jadi gimana kondisi anak saya dok?" kata ayah dengan khawatir
"perkembangannya cukup baik hanya saja dia tidak boleh mandi ke terlalu larut malam, jangan merokok dan tidak boleh minum-minuman beralkohol. Dan saya juga sudah menambahkan susu diresep obatnya, itu bukan sembarang susu itu susu untuk menambah kalsium dan daya tahannya untuk menahan kondisi tubuhnya dengan jantungnya. Jadi nanti silahkan di beli di tempat pengambilan obat. Susu itu diminum pagi hari sebelum beraktivitas dan siang hari setelah makan siang"kata dokter menjelaskan
"ok, thanks dokter" kata ayah
Kamipun pergi ke tempat pengambilan obat untuk membeli obat dan pulang. Jam 6.30 kami sampai di rumah. Aku pun langsung pergi ke kamar dan rebahan di kasur tanpa mengganti baju. Mataku sudah berat dan tidak bisa bertahan lagi akhirnya akupun tertidur pulas.
__ADS_1
Mohon maaf kalau bahasa Inggrisnya salah.