Kisah Cinta Salju Dan Kutub

Kisah Cinta Salju Dan Kutub
I


__ADS_3

Kutub mendengus melihat seorang gadis yang sedang berhadapan dengan seorang guru di Sekolahnya di parkiran. Kutub berhenti sebentar sekedar ingin mendengarkan ulah dan hukuman apa lagi yang akan gadis itu dapat, agar Kutub bisa mengejeknya nanti.


"Kamu itu Perempuan Salju. Masa kamu kebut-kebutan di jalanan kayak tadi, bahkan kamu hampir aja nyerempet motor saya. Harusnya kamu sadar, kamu itu Siswa, bukan pembalap" ujar Pak Ibnu, guru BK di SMA Persada.


"Ya mau gimana lagi Pak. Walau aku bukan pembalap, tetap aja aku itu anak Papa Lorenzo dan ponakan Om Rossi" ucap gadis itu dengan santai. Pak Ibnu memijit pelipisnya pelan "Astagfirullah, gimana bisa ada Siswi semenyebalkan kamu ini" ujarnya tak habis fikir. Salju bertanya dalam hati, orang apa yang ia katakan benar. Papanya kan Lorenzo, dan Om nya juga bernama Rossi, jadi apa salahnya?


Salju memasang wajah polos "Salju bingung juga Pak, kenapa bisa" jawabnya lagi. Pak Ibnu menggeleng pelan "sudah, sekarang kamu lari keliling lapangan lima putaran. Saya pusing ngadepin Murid modelan kamu ini"


Kutub buru-buru melangkahkan kakinya, sebelum gadis tersebut menyadari kalau Kutub menguping pembicaraannya dengan Pak Ibnu. "Sinting!" gumamnya.


Baru beberapa langkah, badan Kutub terhuyung ke depan karena ditabrak seseorang. Ia memejamkan matanya pelan berusaha mengontrol emosinya, ia tahu itu perbuatan siapa. Untung saja ia kuat, jadi Kutub tak sampai terjatuh karena ditubruk Tikus seberat Gajah itu.


Ia membuka matanya perlahan, menemukan Salju yang sudah tertawa setan karena berhasil membuat musuhnya itu kesal sepagi ini. Karena takut Kutub akan membalasnya, ia berlari sambil tertawa, sesekali menoleh ke belakang sambil menjulurkan lidahnya pada Kutub yang masih setia menatapnya tajam di belakang sana.

__ADS_1


Kutub menggelengkan kepalanya karena kejahilan gadis itu. Tunggu saja pembalasannya.


.....................................................


Salju memasuki kelas dengan keringat yang membanjiri tubuhnya. Kemejanya sudah lusuh, dan rambutnya sudah berantakan. Pak Ibnu memang suka membuatnya kelelahan hampir setiap hari.


Matanya tiba-tiba tertuju pada sebotol air mineral yang terletak di mejanya. Ia yakin, dua sahabat kampretnya itu yang menyiapkan. Dengan senyum mengembang ia meraih botol tersebut ke tangannya "Kamu yang beliin Ras?" tanyanya pada Rasti, salah satu sahabatnya sekaligus teman sebangkunya. Belum sempat Rasti menjawab, ia sudah meminum air tersebut yang entah sejak kapan sudah ia buka penutupnya.


"SIAPA YANG NARUH AIR INI DI SINI!" teriaknya mengagetkan seisi kelas.


Ia memandang Rasti tajam "Siapa Ras?" tanyanya sekali lagi, kali ini dengan suara sedikit pelan. Untung saja air itu tak langsung ia telan tadi, jadi dia tak perlu berlari-lari untuk memuntahkan isi perutnya sepagi ini.


Rasti meringis. "nggak tahu. Aku tadi sama Rika ke toilet, pas kita pulang tuh air udah ada. Iya kan Rik?!" jawabnya sambil meminta persetujuan pada Rika yang sudah menghadap ke arah mereka. Rika mengangguk membenarkan.

__ADS_1


"Kenapa nggak bilang?!" tanya Salju dengan gemas.


Rasti mendengus "gimana mau jawab, orang kamu udah minum duluan sebelum mulut aku terbuka"


"Emang kenapa Sih, Sal?" tanya Rika penasaran.


"Airnya rasanya aneh banget tau nggak. Campuran antara asin sama asem, serem nggak tuh rasanya?" jawabnya sambil melirik botol yang sudah ia letakkan di atas meja. Kedua sahabatnya itu meringis membayangkan.


Tanpa mereka sadari, Kutub sudah tersenyum penuh kemenangan dalam hati. Wajahnya memang masih datar, tapi dalam hati ia berpesta karena bisa membalas perbuatan Salju.


Cerita baru, Yuhuuuu!!!


Silahkan like, vote dan komen😊

__ADS_1


__ADS_2