Kisah Cinta Salju Dan Kutub

Kisah Cinta Salju Dan Kutub
IX


__ADS_3

Salju merutuki dirinya sendiri. Marah pada Kutub seperti tadi tak seharusnya ia lakukan. Entah kenapa, setelah melihat foto kemarin ia jadi sensitif. Padahal hinaan Kutub sudah terbiasa ia dengar, tapi entah kenapa terasa berbeda setelah kemarin.


"Bodoh banget sih Sal! Pake marah segala sama Kutub! Ckk, pasti si beruang kutub itu sekarang lagi besar kepala, karena mampu membuat kamu marah!" Ujarnya sambil memukul-mukul kepalanya kesal.


Salju saat ini tengah berada di kantin. Jam pelajaran sedang berlangsung, namun karena dirinya kelaparan dan juga kehausan Salju lebih memilih ke kantin. Tadi ia datang terlambat, dan berakhir dengan menjalani hukuman memutari lapangan sebanyak tujuh kali. Udah kayak thawaf ajakan?


"Salju, kamu kenapa? Setres yah, ngomong sendiri?" Tanya Julia yang tengah membawakan pesanan gadis itu.


Salju menatap Julia malas. "Iya. Jadi mendingan kamu segerah menjauh deh, soalnya stres aku ini menular"


Julia memandangnya ngeri. Gadis itu dengan polosnya segera menjauhi Salju. Kalau saja Salju lagi mood, pasti ia akan tertawa ngakak karena tingkah Julia. Sepeninggal Julia, Salju memakan makanannya dengan lahap. Tenaganya hampir semua terkuras akibat mengelilingi lapangan yang luasnya minta ampun itu. Jadi ia butuh mengisinya kembali sebelum memasuki kelas nanti.

__ADS_1


Bel pergantian jam berbunyi, Salju dengan santainya berjalan keluar dari kantin menuju kelasnya. Untung saja tak ada guru yang melihat karena arah kantin dan ruangan guru berlawanan. Kantin di ujung kanan, sedangkan ruangan guru tepat di ujung sebelah kiri.


"Ckk! Baru sehari tobat, udah buat ulah lagi?" Cibir Rasti saat Salju memasuki kelasnya dengan santai.


"Hahaha. Si Salju kemarin itu bukan tobat Ras, tapi cuma memberi jeda sebentar" sahut Rika. Salju mendengus, "sahabat macam apaan kalian ini, teman datang bukannya disambut malah dinyinyiri!"


Rika dan Rasti kompak memutar bola mata mereka malas. "Sambut? Emang situ siapa? Presiden? DPR? Ckk! Osis aja bukan!" Ujar Rasti diangguki setuju oleh Rika.


"Kalian itu tega yah!" Salju memegang dadanya mendramatisir. Rika dan Rasti berekspresi seolah ingin muntah, lalu keduanya mengabaikan Salju yang penampilannya sudah seperti orang sakit jiwa yang nyasar.


Rambut acak-acakan, keringat membasahi seragamnya, kaus kakinya yang sudah melorot sebelah, belum lagi wajahnya yang terkena debu. Iya, debu. Karena tadi Salju memilih berjalan kaki ke sekolah. Hanya Salju yang bertingkah sesinting itu saat lagi sakit hati. Berjalan sepanjang empat kilo meter, dan menjalani hukuman saat sampai di sekolah. Padahal tadi Kutub menawarkan naik mobil malah ia sia-siakan. Akibatnya yah gini, penampilannya lebih mirip penghuni rumah sakit jiwa daripada penghuni sekolah seelit ini.

__ADS_1


"Sal, mending setelah ini kamu mandi deh! Jangan joroj-jorok banget jadi cewek, entar jomblo seumur hidup mau?" Rika menasehati sahabatnya yang sinting itu.


"Bodoh amat! Mending jomblo seumur hidup daripada dapat cowok yang mandang tampang doang!" Ujarnya cuek.


Rasti berdecak  "ckk. Mereka tuh sama dengan kita juga kali Sal! Emang kamu mau dapat cowok yang wajahnya jelek, terus bodoh, sifatnya juga jelek, kere lagi. Emang kamu mau?"


Salju hanya diam tak menanggapi. Ia seolah teringat dengan perkataan Kutub tadi pagi saat Rasti mengatakan kalimat itu.


"Terserah kalian. Kalau kalian nganggap aku jorok nggak apa-apa. Kalian juga mau jauhin aku juga nggak apa-apa" ucapnya sambil menenggelamkan kepalanya di lipatan lengan yang ia letakkan di atas meja. Sementara Rasti dan Rika saling melirik bingung. "Dia kenapa jadi sensi?" Tanya Rika berbisik.


"Nggak tahu. PMS kali yah?" Bisik Rasti juga.

__ADS_1


maaf, kalau ngelanjutin partnya terlalu lama. vote dan komennya jangan lupa yah😊


__ADS_2