Kisah Cinta Salju Dan Kutub

Kisah Cinta Salju Dan Kutub
VI


__ADS_3

"Tante Tika masak apa?" Tanya Salju sambil mendekati Tika yang sedang mengatur makanan di atas meja.


"Eh, udah pulang sayang! Maaf, Mama nggak dengar kalian datang" Salju mengangguk memaklumi. "Iya. Enggak apa-apa kok tante"


"Mama Salju, Ma-ma. Udah berapa kali sih Mama bilang?" Tika menekankan kata Mama, karena kesal Salju tak pernah menurut memanggilnya dengan sebutan itu.


"Oke, Ma-ma!" Salju menyerah. Tika mendengus, ia yakin sebentar lagi Salju akan memanggilnya tante seperti biasa.


"Mana Esa? Panggil ke sini. Ini Mama masak cumi goreng kesukaan kalian. Papa kalian juga janji pulang siang ini, mau makan bareng kita di sini!" Jelas Tika.


Salju mengangguk. Lalu ia menaiki anak tangga menuju kamar Kutub, yang tepat di samping kamar yang akan ia tempati selama di sini.


Salju mendorong pintu milik Kutub yang hanya tertutup setengah, membuat si empunya kamar menatapnya sebal.


"Bisa enggak, ketuk pintu dulu. Kalau aku lagi ganti baju gimana?" Ujarnya kesal.

__ADS_1


Salju masuk tanpa mempedulikan Kutub yang tengah mengomelinya.


"Kamar kamu nyaman juga yah! Rapi lagi" Salju mengedarkan pandangannya menyusuri seluruh sudut kamar Kutub. Ia memang sudah lama tak memasuki kamar ini, lebih tepatnya semenjak mereka kelas enam SD.


"Iyalah! Emang kamar kamu yang berantakannya luar biasa? Maklum sih, tempat tinggal tikus kan emang jorok" cibir Kutub.


Salju memutar bola matanya malas karena ocehan beruang Kutub di depannya itu.


Salju melangkah mendekat ke arah Kutub yang sedang duduk di atas ranjang sambil membawa novel di tangannya. Gadis itu kemudian merebahkan tubuhnya di sana, membuat Kutub memandangnya tajam.


"Eh! Ini itu kamar cowok, enggak seharusnya kamu asal baring gitu aja!" Kutub berusaha menarik Salju agar gadis itu bangun.


Kutub mendengus kesal. "Kalau aku apa-apain kamu gimana?" Kutub berusaha menjelaskan. Salju memandang Kutub malas. "Kalau kamu apa-apain aku, yah tinggal teriak! Ngapain pusing sih? Lagian emangnya kamu mau ngapain aku? Emang kamu nafsu luat aku?"


Kutub menganga lebar mendengar perkataan blak-blakan yang keluar dengan santai dari mulut Salju.

__ADS_1


"Terserah deh, terserah! Dasar sinting!" Ucapnya penuh kekesalan lalu meninggalkan Salju sendirian di kamarnya.


"Oh yah, disuruh tante Tika ke bawah!" Teriaknya, memberitahukan tujuannya tadi ke sini.


Sepeninggal Kutub, Salju bangun dari posisinya tadi. Ia memilih mendekat ke arah meja belajar milik cowok itu. Sesaat Salju tertegun melihat sebuah foto yang terletak manis di sana. Foto dua orang anak kecil yang tengah tertawa sambil membawa eskrim di tangan keduanya. Tangannya terangkat bermaksud menyentuh foto tersebut, namun suara teriakan Tika memanggil namanya membuatnya tersentak seolah tersadar.


Salju menggelengkan kepalanya pelan, menjauhi meja tersebut. Lalu mengunci pintu kamar milik Kutub, dan menuruni anak tangga.


"Ya ampun sayang, kamu belum ganti baju kamu?" Tanya Tika melihat Salju masih mengenakan seragam sekolahnya tadi.


"Eh?" Salju memandang pakaiannya sendiri. Astaga! Kenapa ia belum mengganti pakaiannya?


"Maaf Ta..eh Ma! Salju ganti baju dulu kalau gitu!" Ia meringis dengan senyumnya yang terasa aneh. Seolah ia tadi sama sekali tak sadar akan dirinya sendiri. Salju berlari menaiki anak tangga meninggalkan Tika dan Kutub yang memandang kepergiannya penuh tanya.


"Salju kenapa? Kamu apain lagi dia?" Tika menatap Kutub tajam, membuat Kutub gelagapan.

__ADS_1


"Mama apaan sih, main nuduh aja! Perasaan tuh mahluk tadi baik-baik aja pas aku tinggal!" Sangkalnya.


Tika menggeleng pelan. Mungkin ini efek Salju yang kangen pada orang tuanya, batinnya.


__ADS_2