Kisah Cinta Salju Dan Kutub

Kisah Cinta Salju Dan Kutub
XII


__ADS_3

Kutub bukannya langsung membangunkan Salju, pria itu malah memandangi wajah Salju yang tengah tertidur. Perlahan, tangannya terangkat membelai rambut Salju dengan pelan. Kutub tak habis pikir akan semua perubahan Salju. Dulu, gadis itu adalah gadis yang cantik, pintar dan juga penurut. Berbeda dengan sekarang, kata-kata umpatan sering keluar dari mulut gadis itu. Sikapnya juga berubah kasar dan pembangkang.


"Sal, Bangun!" ujarnya setelah merasa cukup memandangi wajah polos Salju.


"Sal, bangun. Udah mau sore" Kutub menggoyangkan lengan Salju, membuat gadis itu terbangun.


Salju terkejut akan keberadaan Kutub. Tapi ia berusaha kembali memasang wajah galak seperti biasanya.


"Ngapain ke sini?!" tanya Salju ketus. Kutub terdiam sebentar, sebelum menjawab. Setidaknya, Salju sudah tak bersikap aneh lagi seperti tadi pagi.


"Bangunin tikus got, biar nggak keenakan tidur di perpus. Harusnya, sore kayak gini udah masuk kandang" sindir Kutub. Salju mendengus, gadis itu mengabaikan perkataan Kutub, ia malah lebih memilih merenggangkan otot tangannya.


Matanya tak sengaja menatap ke arah jendela. "Ini jam berapa?"


"Jam Tiga" jawab Kutub. Salju bangkit dari tempat duduknya, lalu berlalu meninggalkan Kutub. Kutub mendengus akan tingakah menyebalkan gadis itu.


"Mau ke mana?" tanya Kutub saat Salju melangkah bukan ke arah gerbang.


"Ke kelaslah, ambil tas" ketus Salju.

__ADS_1


"Udah dibawa temanmu"


Langkah Salju terhenti, berbalik menatap Kutub yang mengekorinya. "Kenapa?" tanya Kutub bingung karena Salju menatapnya dengan tatapan yang tak Kutub mengerti.


"Kenapa kamu nggak pulang duluan aja?" tanya Salju heran.


Kutub berdecak pelan "Dan disuruh balik ke Sekolah untuk nyari kamu lagi? Ogah!" ujarnya pedas. Salju hanya mampu mendengus, kemudian berbalik melanjutkan langkahnya. Salahnya juga sih, bertanya hal seperti tadi.


Keduanya hanya diam selama perjalanan pulang. Tak ada perdebatan seperti biasa. Sesekali mata Kutub melirik Salju yang menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil sambil memejamkan matanya.


"Kalau masih ngerasa ngantuk tidur aja! Nanti aku bangunin"


Salju tak menjawab, ia malah semakin memejamkan matanya. Kutub menggelengkan kepalanya pelan karena tingkah Salju. Akhirnya pria itu hanya memfokuskan diri pada jalan.


"Udah pulang sayang?!" ujar Tika saat melihat Salju memasuki rumah.


"Iya Tante!" setelahnya, ia berpamitan ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


"Udah minta maaf sama Salju?" tanya Tika saat giliran Kutub yang memasuki rumah.

__ADS_1


Kutub mengelus dadanya karena terkejut. Ia menoleh pada sang Mama, kemudian menggeleng pelan.


"Jangan biasakan keberatan mengucapkan kata maaf. Apalagi jelas-jelas kita salah" nasehat Tika. Kutub hanya merespon dengan anggukan kepala.


Kutub melirik pintu kamar Salju yang terbuka sedikit. Ingin rasanya ia masuk dan meminta maaf pada cewek itu. Rasanya aneh saja saat Salju bersikap dingin seperti ini. Kutub lebih senang saat mereka mendebatkan hal-hal yang tak penting daripada hanya saling diam seperti ini.


Salju terlonjak kaget saat akan keluar kamar dan mendapati Kutub di depan pintunya sambil melamun.


"Minggir!" ujarnya mengagetkan Kutub.


"Hah?!"


"Minggir Kutub. Kamu menghalangi jalan aku" jelas Salju sedikit gemas.


"Oh, Maaf!" ucap Kutub.


"Maaf Untuk? Salah kamu terlalu banyak untuk aku. Jadi hal yang mana yang dituju maaf kamu?"


"Semuanya. Maaf!" ujarnya kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya sendiri tanpa menatap Salju.

__ADS_1


Salju melongo, bingung dengan sikap Kutub yang aneh. "Dia kenapa sih? Kok aku merinding yah?"


Inshaa Allah aku akan mulai up cerita ini sedikit demi sedikit. Mungkin seminggu sekali, tergantung mood aku. Jadi dukungannya jangan lupa😊


__ADS_2