Kisah Cinta Salju Dan Kutub

Kisah Cinta Salju Dan Kutub
II


__ADS_3

"Diapain kamu tadi sama Pak Ibnu?" tanya Rika. Saat ini Tiga sekawan tersebut sedang berada di Kantin, menikmati makanan di jam istirahat.


"Biasa, di suruh ngukur lapangan Sekolah kita" jawabnya sambil menyuapkan makanan ke mulut. Rika dan Rasti menggeleng pelan mendengar jawaban Salju yang terkesan sangat santai itu. Mereka heran, perasaan tuh lapangan gede banget ukurannya, tapi kok Salju nggak pernah bosan yah mutarin sebanyak lima kali tiap pagi, belum lagi kalau dihukum gara-gara hal lain.


"Ckkk, itu si manusia licik itu. Aku yakin dia yang naruh minuman itu di meja aku tadi" ujarnya sambil memandang kesal ke arah Kutub yang baru memasuki pintu Kantin.


Rika dan Rasti hanya mengedikkan bahu pasrah. Mereka yakin pasti Salju akan menuntut balas pada Kutub.


"Udahlah, Sal! Mau sampai kapan sih, kamu sama Kutub dendam-dendaman kayak gini?" tanya Rasti lelah.


"Sampai aku sama dia nggak ketemu lagi, kali" jawabnya santai tanpa mengalihkan tatapannya pada Kutub yang kini sedang mengantri memesan makanan. Salju mendengus saat matanya menangkap Julia, anak si Ibu kantin memasang senyum genit sambil mengangguk pada Kutub. Tak lama kemudian, cowok itu sudah berbalik menuju salah satu kursi kosong. Salju yakin pasti tadi Kutub meminta makanannya di antarkan ke sana dan si Julia pasti senang-senang saja melakukannya. Aha! Salju punya ide untuk mengerjai si Kutub Utara selatan barat tenggara itu! nggak sia-sia pelajaran nggak bertahan di otaknya yang sempit itu. Jadi, segala akal untuk membalas Kutub akan hadir dengan leluasa di sana.


Salju berdiri membuat Rika dan Rasti memandangnya bingung. "Mau ke mana Sal?" tanya Rika penasaran.


"Mau ngasih kasih sayang aku yang tulus untuk manusia sedingin si Kutub" jawabnya asal. Kedua sahabatnya itu berdecak kesal, mereka yakin otak Salju sedang memikirkan rencana licik untuk membalas Kutub.

__ADS_1


"Ckkk, udahlah Sal! lagian aku yakin pasti kamu kan yang duluan jahilin si Kutub, sampai dia bisa ngelakuin hal kayak tadi ke kamu" tebak Rasti tepat sasaran, karena pada kenyataannya selama ini Saljulah yang selalu mencari masalah.


Salju melirik kedua sahabatnya malas. "nggak peduli siapa yang duluan. Intinya, aku nggak terima si Kutub ngerjain aku kayak tadi" ujarnya tak terima. Rasti dan Rika hanya mampu menghela nafas pasrah. Mereka tahu selama ini sahabat mereka yang sinting ini yang selalu memulai permasalahan duluan. Hidupnya seolah tak tenang kalau tidak mengganggu Kutub sehari saja. Namun gilanya lagi, Salju tak terima kalau Kutub membalas perbuatannya. Egois bukan sih?


Salju melangkah dengan senyuman ke arah Julia. Sesekali matanya melirik ke arah Kutub, takut rencananya ketahuan.


"Hy, Julia!" sapanya pada gadis berkuncir dua itu.


"Eh, Hy Salju" balas Julia. Gadis itu memang mengenal Salju, karena seringnya Salju mengunjungi Kantin di saat sunyi karena jam mata Pelajaran sedang masuk.


"Mau nganterin makanan Kutub, yah?" tanya Salju. Julia mengangguk sambil tersenyum lebar. Salju mengulum senyum licik.


Julia terbelalak, buru-buru Salju melanjutkan ucapannya sebelum suara Julai menggema dan membuat Kutub sadar akan kelicikannya.


"jangan teriak, oke?" peringatnya, Julia mengangguk.

__ADS_1


"Benaran Sal?" Salju mengangguk dengan ekspresi semeyakinkan mungkin.


"Dan kamu tahu apa yang ia inginkan?"


Julia terlihat sangat ingin tahu membuat Salju tersenyum dalam hati karena yakin rencananya pasti berhasil.


"Dia mau sebuah pelukan dari anak penjaga kantin, itu yang aku lihat di buku catatannya tadi pagi" ujarnya yang jelas saja adalah kebohongan.


Julia terlihat tak percaya. "Anak penjaga Kantin? aku dong! Masa sih, Sal?" ujarnya tak percaya. Namun, wajahnya sudah memerah karena membayangkan keinginan manis Kutub yang sangat sederhana di hari ulang tahunnya.


Salju mengangguk semangat. "Benaran! Masa aku bohong. Kamu tahu kan, tumben-tumbenan Kutub mesan makanan melalui kamu? bahkan sampai nyuruh di anterin gitu? Apalagi kalau bukan karena ingin melihat kamu lebih lama. Sebenarnya Kutub itu sayang sama kamu, dia cuma malu aja ngungkapinnya" kebohongan demi kebohongan manis mulai ia lontarkan pada Julia agar gadis itu percaya padanya.


Di Sekolah ini, tidak ada yang tidak tahu kalau si Julia anak Ibu Kantin itu naksir berat sama si Kutub. Namun jelas saja gadis itu Kutub acuhkan. Salju sudah membayangkan bagaimana ekspresi Kutub yang tidak menyukai Julia jika gadis itu memeluknya.


"Ya udah, sekarang kamu anterin makanannya. Sekalian jangan lupa peluk dia, dia pasti bakal senang banget karena kamu ngabulin keinginannya di harinya yang spesial ini. Oh yah, jangan lupa lontarin kata-lata cinta kamu sama dia, biar dia semakin senang" Julia mengangguk. Dengan langkah pasti, Julia mendekati tempat Kutub duduk.

__ADS_1


Salju tersenyum senang "lihat Kutub. Siapa sebenarnya pemenang di sini" gumamnya.


lanjut? atau tidak?


__ADS_2