Kisah Cinta Salju Dan Kutub

Kisah Cinta Salju Dan Kutub
X


__ADS_3

Bel Istirahat berbunyi, Rasti dan Riska mengajak Salju ke kantin namun mendapat penolakan dari gadis itu. Akhirnya, kedua orang tersebut ke kantin hanya berdua lagi, seperti kemarin. Keduanya merasa Salju memiliki masalah, sayangnya, walau otaknya sedeng seperti itu Salju juga merupakan cewek yang tertutup.


"Sal!" panggil Kutub. Ia sengaja berdiam diri di tempat duduknya, menunggu semua anak sekelasnya keluar. Ia sudah yakin kalau Salju tak akan ke kantin, jadi Kutub berininsiatif meminta maaf pada cewek itu.


Salju hanya diam, tak menyahuti panggilan Kutub. Gadis itu seolah tengah asik membaca sebuah buku pelajaran. Kutub mendengus, Salju pasti sengaja berpura-pura membaca. Lagipula, sejak kapan Salju hobi membaca buku pelajaran, Matematika pula?


"Sal! Aku tau kamu pura-pura nggak dengar!" ujar Kutub. Salju menatap Kutub sinis, "apaan sih! ganggu aja. Orang lagi fokus juga" hardiknya pada Kutub.


"Oh yah? Sejak kapan Salju si pembenci angka jadi fokus baca buku Matematika?!" tanya Kutub sedikit mengejek.


"sejak saat ini lah! Lagian, jangan seolah-olah kamu tahu banyak hal tentang apa yang aku sukai dan enggak aku sukai. Jadi, sekarang pergi dan jangan ganggu aku. Aku lagi malas debat sama kamu!"


Kutub tertegun akan perkataan Salju. Sesaat kemudian, ia tersenyum. "aku emang tahu semua tentang kamu Salju, kalau kamu lupa! Bahkan lebih tahu daripada diri kamu sendiri" ujarnya tenang.

__ADS_1


Salju kehabisan kata-kata. Entah kenapa, ia lemah saat Kutub bertingkah seperti ini. Tanpa berkata apapun, ia meninggalkan Kutub.


"Sal, tungguin!" teriak Kutub.


Salju sepanjang jalan merutuki Kutub yang mengejarnya. Ia semakin melajukan langkah kakinya, sampai tak sadar kalau ia memasuki Perpustakaan.


Salju bersembunyi di balik rak-rak buku. Ia mengintip keberadaan Kutub, dan bernafas legah saat tak mendapati bayangan cowok yang bertingkah aneh itu.


"ini tempat baca, bukan tempat sembunyi!" tegur sebuah suara membuat Salju terlonjak kaget.


"ckk! siapa yang sembunyi. Aku juga mau baca kali!" cibir Salju, menutupi kebohongannya.


"Oh yah? sejak kapan seorang Salju si cewek berandalan mau memasuki tempat seperti ini dengan alasan ingin membaca?"

__ADS_1


Salju mendengus mendengar perkataan itu. sehari ini sudah terhitung dua orag yang menanyakan hal yang sama seperti ini? Suka-suka Salju dong? emang apa efeknya dengan mereka kalau Salju berubah? yah.....walaupun yang mereka katakan benar sih! Tapi Salju kan ingin membela diri.


"Sejak kapannya itu bukan urusan kamu! Lagipula, kamu nggak punya hak larang aku di sini kan? Penjaga Perpus aja nggak rempong kayak kamu!" Salju meninggalkan cowok itu dengan kesal. Ah! Bisa-bisa Salju cepat tua, kalau setiap hari menghadapi dua mahluk dingin ini. Untung musuhnya cuma Kutub doang. Tapi nggak tahu sih, setelah ini. Apa Salju akan ikut menambah Banyu ke dalam daftar hitamnya atau enggak, mengingat sikap cowok itu yang mengesalkan.


Salju memilih acak buku di Rak Perpustakaan tersebut. Lalu mencari tempat terpojok, untuknya duduk santai, kalau bisa sampai tertidur.


Ah! Salju menemukannya! dengan langkah riang, gadis itu mendekati tempat tersebut. Kemudian ia memasang gaya senyaman mungkin untuk tidur. Matanya mengantuk, jadi tak salah bukan jika ia tidur di sini? Masalah akan masuk pelajaran nanti, Salju tak perduli. Ia akan membolos lagi hari ini. Salju masih terlalu malas bertemu Kutub.


Sepertinya tempat ini benar-benar adem. Buktinya, gadis itu sudah terlelap dan melayang ke alam mimpi. Tanpa menyadari ada seseorang yang mendekatinya, kemudian mendudukkan diri di sampingnya.


"iya, enggak untuk bersembunyi! Tapi tidur!" cibirnya sambil tersenyum kecil.


Vote, like dan komennya jangan lupa.

__ADS_1


aku akan sering up cerita ini, kalau peminatnya banyak. Jadi, silahkan tinggalkan jejak agar aku tau masih ada yang antusias dengan ceritaku ini😊


__ADS_2