Kisah Cinta Si Kembar

Kisah Cinta Si Kembar
bab 10 pertemuan Delyska dan Rama


__ADS_3

Rama menatap wajah lugu dan anggun itu.


ia pun tersenyum.


"Delyska namanya?" tanya Rama tersenyum


"iya" jawab Delyska.


"oke kalau begitu. Karena hari sudah malam. restoran kami pun sudah tutup. Anda boleh pulang." ucap Rama memberikan kebijakan kepada Delyska.


Delyska terdiam merasa bingung.


"baik, terimakasih banyak. besok pasti saya kesini" jawab Delyska segera bergegas pergi meninggalkan Rama.


Rama tersenyum dan melihat kepergian Delyska.


Diluar Delyska menunggu taksi lewat. Namun, jalanan sudah sepi. tidak ada taksi yang lewat satupun. hanya kebanyakan mobil pribadi yang berlalu lalang. Delyska hendak memesan taksi online. Di kejauhan tempat parkir Rama melihat Delyska yang masih berdiri di depan halaman restoran. Rama masuk kedalam mobil. Lalu, menghampiri Delyska. Delyska terkejut melihat mobil yang berhenti di depan. Rama membuka kaca mobil dia menoleh ke arah Delyska.


"belum pulang?" tanya Rama menatap Delyska.


"belum, lagi nunggu taksi" jawab Delyska ketir .


Dia takut pulang malam sendirian. Dia juga takut akan ditegur orangtuanya. Karena tidak biasa Delyska keluar malam.


"kalau begitu saya antarkan kamu pulang ya?" Rama menawarkan tumpangan.


Delyska menatap Rama, dia bingung dengan tawaran Rama.


"mari saya antarkan kamu pulang" sambung Rama memaksa


"tidak terimakasih saya ga mau merepotkan kamu" ucap Delyska menolaknya


"ga kok.aku ga merasa direpotkan. masuk aja. Daripada kamu disini sendirian. Bahaya kalau bagi seorang wanita sendirian di pinggir jalan seperti ini" jawab Rama mengingatkan keselamatan Delyska.


"tapi..." Delyska ragu ragu


"udah masuk aja. Saya ikhlas kok tolong kamu. " Rama membuka pintu mobil untuk Delyska.


Delyska celingukan melihat sekitar yang sudah mulai gelap dan sepi. Dengan ragu ragu dia pun masuk ke mobil Rama.


Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam. Teguh masih menunggu kepulangan Delyska. Dia dan Mia duduk disofa dengan hati resah. Karena anak gadisnya belum juga pulang. Di hubungi pun tidak aktif.


Sementara Rama melirik Delyska Yang sejak tadi terdiam membisu.


"kamu tadi sama siapa ke restoran?" tanya Rama memulai pembicaraan.


"teman" jawab Delyska pelan


"cewe apa cowok?" tanya Rama penasaran.


"cowok" jawab Delyska singkat.

__ADS_1


"kok bisa sih ditinggalkan Ama cowok mu?" tanya Rama heran.


"dia bukan cowok aku kok. cuma teman biasa aja" jawab Delyska membantah ucapan Rama


"teman biasa tapi Setega itu yang meninggalkan temannya sendirian. mana harus menanggung pembayaran lagi" ucap Rama merasa aneh.


"iya aku juga baru kenal" jawab Delyska polos.


"baru kenal?" spontan Rama terkejut melirik Delyska.


Delyska mengangguk. Rama menggelengkan kepalanya


"aduh...itu namanya penipuan Dong.. Kok bisa ya cewek secantik kamu dibohongi cowok?" Rama tertawa kesal dan gemas terhadap cowok yang tidak bertanggungjawab terhadap Delyska.


Delyska terdiam menunduk.


"Berarti cowok itu Bu pengecut tidak punya rasa tanggung jawab. dan dia emang niat nya mau menipu setiap wanita. Bahkan bisa jadi dia seorang penipu..kok kamu bisa berteman dengan cowok seperti itu?" tanya panjang lebar Rama menyesali perbuatan Mario.


"ceritanya panjang. Keliatan nya emang kayak cowok baik baik dari awalnya" jawab Delyska


"iya iyalah.. kalau ada maunya pasti dia akan berpura-pura baik. tapi, setelah dia dapatkan apa yang dia mau. Dengan mudah dia bisa meninggalkan kamu" bantah Rama


"kalau aku ketemu dengan cowok seperti itu. aku akan kasih dia pelajaran!" gemas Rama menyimpan kebencian.


Delyska terdiam menunduk. Rama diam diam melirik Delyska. Dia merasa kasian dengannya karena sudah menjadi korban penipuan cowok.


sesampainya di halaman rumah Delyska. Mobil pun berhenti.


"terimakasih banyak atas kebaikanmu hari ini..besok siang aku ke restoran." ucap Delyska melepaskan sabuk pengaman.


"aku tidak bisa menawarkan kamu untuk mampir...." ucap Delyska ragu ragu karena hari sudah malam.


"aku paham kok. lagian ga sopan bertamu malam malam" Jawab Rama memotong pembicaraan Delyska.


"ya udah kamu hati hati ya dijalan" ucap Delyska tersenyum dan membuka pintu mobil.


"oke" jawab Rama.


Rama segera menyetir lagi setelah Delyska turun dari mobil. Rama menyembunyikan klakson tanda pamit. Kedua orangtua Delyska sudah membukakan pintu untuk Delyska. mereka melihat kepergian mobil Rama. Delyska terkejut melihat kedua orangtuanya. Yang sudah berdiri didepan pintu menunggu kepulangan dia. Mereka pun menatap wajah Delyska.


"mah pah" sapa Delyska dengan rasa ketakutan.


"darimana saja kamu? Jam segini baru pulang?".tanya teguh spontan.


Delyska terkejut dengan pertanyaan teguh..dia bingung harus jawab apa.


"Delyska jawab..dari mana saja..terus itu siapa yang mengantarkan kamu pulang?" tanya teguh tegas


Delyska melirik orangtuanya dengan perasaan gemetaran. Karena baru kali ini dia pulang malam. Delyska tidak pernah pulang malam . bahkan makan malam pun bersama keluarganya. Tidak pernah dia menemui temannya atau memiliki teman selain saudara kembarnya. Mia paham dengan kebingungan Delyska.


"pah biarkan Delyska istirahat dulu. lagian ini sudah malam. Yang penting Delyska pulang dengan selamat" ucap Mia berwajah iba.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu. Besok papah tunggu jawaban mu Del! Ya sudah sana istirahat. Tidur udah malam juga. Besok pagi mulai kerja lagi" jawab teguh mengalah.


Teguh tidak pernah malah. Kalau belum menemukan alasan yang membuatnya marah. Teguh tegas dalam bertindak pun dia berpikir dahulu. Sebelum memberikan keputusan dan tindakan.


Delyska merasa lega sedikit setelah ibunya membela dia dari serangan pertanyaan papahnya.


Delyska pun segera masuk kekamar Dan merebahkan badannya ke atas kasur empuknya.


"akhirnya aku sudah ada dirumah dengan aman. Tapi, besok aku harus minta uang kesiapa. Mana uang ku belum cukup lagi! Haduh" gumam Delyska bingung.


Dia tidak bisa tidur. pikiran nya terganggu dan resah.


Apalagi dia sudah berjanji kepada Rama pemilik restoran. Dia mengacak acak rambutnya. Karena kebingungan.


"aduh gimana ini"


"apa yang gimana?" tiba tiba Mia sudah ada di depan pintu kamar. dia daritadi mendengarkan coletahan Delyska.


Delyska menoleh terkejut membelalakkan mata.


"ibu? " spontan Delyska terkejut.


Mia berjalan menghampiri Delyska.


"apa yang membuat kamu seperti kebingungan begitu?" tanya Mia penasaran.


"sejak kapan ibu asa disitu?" tanya Delyska heran


padahal pintu kamar dia tutup rapat rapat.


*kamu aja tidak mendengar ibu membuka pintu kamar kamu" jawab Mia


"kok bisa terbuka sih Bu. perasaan udah dikunci deh" ucap Delyska merasa aneh.


"perasaan kamu udah dikunci kan? padahal pintu buka dikit. Ya udah ibu ngintip kamu dikamar . Ga tau nya kamu seperti ada masalah?" tanya Mia dengan nada heran.


Delyska bingung menjawab pertanyaan Mia. Dia takut dimarahin orangtuanya. Bagaimana pun orangtuanya akan memarahi dia karena perbuatannya sangat merugikan dirinya sendiri.


sedangkan teguh tidak suka dengan penipuan.


"del, kamu ada masalah?" tanya Mia membuyarkan lamunan Delyska.


"mm." Delyska mengangguk.


Mia yang berwajah tegang dan penasaran Mejadi semakin pucat. Mia menatap tajam wajah Delyska. Sedangkan Delyska melirik ragu ragu ibunya. Dia tidak berani menatap wajah ibunya.


"katakanlah Del. Masalah apa yang kamu hadapi?" tanya Mia pelan .


Delyska pun bingung.


"duh gimana ini..kalau Tidka cerita aku bingung aku dapatkan uang darimana. Ga mungkin aku pinjam ke si Al. Dia juga pasti akan memarahi aku dan melaporkan aku kepada mamah dan papah. Tapi , kalau ngomong pasti mamah akan marah besar padaku. Aduh gimana ini" gumam Delyska dalam hati dengan wajah bingung.

__ADS_1


Mia semakin penasaran dengan mimik wajah Delyska yang kebingungan.


bersambung...


__ADS_2