Kisah Cinta Si Kembar

Kisah Cinta Si Kembar
bab 13 ungkapan hati Rama


__ADS_3

Menjelang sore. Alyska dan Rakha pun datang menemui keluarga Al. Mereka menyambut kedatangan Alyska dan Rakha. Dengan penuh kerinduan dan kehangatan.


"bagaimana kabar kalian?" tanya Mia menggenggam tangan Alyska dengan senang.


"Alhamdulillah Bu. Kami sehat sehat aja. Ibu bagiamana sekeluarga?" tanya balik Alyska.


"seperti yang kamu lihat. Kami juga baik baik aja" jawab Mia tersenyum senang.


"oh iya kabar ibu dan bapak Rakha gimana? Mereka sehat sehat aja kan?" tanya Mia menanyakan kabar orangtua Rakha


"mereka juga baik baik saja Bu" jawab Rakha pelan.


"ya syukurlah kalau begitu. kenapa ga ikut kesini?" tanya Mia lagi.


"papah masih sibuk dengan kerjaan. Ini juga nitip Salam buat ibu dan bapak disini" jawab Rakha melirik teguh.


"terimakasih Rakha. Salam Kembali ya buat orangtua mu" jawab teguh


"iya pak. Sama sama"


Tiba tiba Delyska keluar kamar dan berlari spontan memeluk Alyska. Melepaskan kerinduannya.


"Al...apa kabar Al..aku kangen banget.." teriak Delyska menubruk badan Al.


Al pun menyambut pelukan Delyska. Mereka tampak melepaskan kerinduan. dan disaksikan oleh orangtua dan Rakha. Ada perasaan sedih dan terharu bahagia. melihat keduanya saling berpelukan.


"kamu tuh ya...mentang mentang udah hidup bahagia. Bersama suami..lupa Ama kita disini..yang selalu merindukan kalian" ucap Delyska melirik Rakha dengan becanda.


"iya Rakha sibuk kerja terus jadi belum sempat untuk kesini" jawab Al.


"ya sudah mari duduk. Ibu mau siapkan makan malam. Kita makan malam bersama ya" ucap Mia melirik mereka.


"iya Bu. Aku bantuin ya" jawab Al.


"emang kamu bisa masak?" tanya Delyska melirik nakal.


" bisalah..." jawab Al.


"em...pasti sejak jadi istri Rakha. Al bisa masak. Jangan jangan di ajari ibu Rakha..iya Kan?" goda Delyska tersenyum lebar.


"iya dong. ibu juga baik kok Ama aku. Mau ngajari aku masak" jawab Alyska menyanjung kebaikan Ratih. walaupun sekarang Ratih berubah sikap terhadap Alyska.


"senangnya punya ibu mertua yang baik heheheh" ucap Delyska menyindir Alyska.


"hus jangan ngomong gitu. Meskipun ibu mertua tetap anggap ibu sendiri." tegur Mia melirik Delyska.


Mia menghargai perasaan Rakha. sebagai anak Ratih.


"iya iya Bu"


"ya udah yu..kita masak dulu" ajak Alyska semangat.


Mereka pun langsung menuju kedapur. Sementara Rakha dan teguh menunggu di sofa ruang keluarga.


"bagiamana dengan perusahaan kamu sekarang?" tanya teguh menatap Rakha.


"Alhamdulillah pak. Lancar dan baik baik aja" jawab Rakha melirik

__ADS_1


"syukurlah...papah juga sedang mengawasi seseorang. Yang baru saja Delyska kenal" ucap teguh


"siapa pak?" tanya Rakha spontan.


"namanya Rama. pemilik restoran. Sepertinya dia lelaki baik" Jawa. Teguh menceritakan kejadian pertemuan Rama dan Delyska.


sementara di dapur para wanita sibuk memasak.


Mia sedang memotong daging ayam. Sedangkan Alyska mengiris bawang. Dan Delyska membersihkan sayuran. mereka membagi tugas masing masing pekerjaan.


sementara Rama yang sedang duduk termenung. Membayangkan wajah Delyska. tersenyum sendirian. hingga seseorang menepuk bahunya. Rama pelan pelan melirik ke arah tangan yang menepuknya. Seorang perempuan muda yaitu ibunya Rama yang bernama Tiara tersenyum kepada Rama.


"apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Bu Tiara.


"ga ada mah" jawab Rama menggelengkan kepala.


"kapan kamu bawa calon istri?" tanya Tiara yang mengharapkan Rama segera menikah.


Rama menunduk diam. Dia bingung harus jawab apa. sedangkan pertemuannya dengan Delyska belum mengenali lebih jauh.


"mamah yang sabar ya..nanti juga Rama bawa calon istri kok. Dikenali ke mamah" jawab Rama meyakinkan Tiara.


"mau sampai kapan. Mamah ingin segera memiliki cucu. Karena mamah tidak mungkin memiliki anak lagi" jawab Tiara bersedih.


"iya mah..tenang aja pasti Rama segera menikah kok" jawab Rama tersenyum.


Tiara mengangguk pelan.


"ya sudah mah..aku keluar dulu ya"ijin Rama


"mau kemana?" tanya Tiara heran


Tiara hanya menatap pasrah melihat Rama pergi.


Diperjalanan Rama bingung entah harus kemana..tiba tiba dia teringat untuk kerumah Delyska. Akhir nya dia memberanikan diri untuk kerumah Delyska.


disaat keluarga Delyska dan Alyska sedang menyiapkan makan malam. Rama memencet tombol bel.


"sepertinya ada tamu?" tanya Mia melirik.


"iya Bu...biar aku aja ya" jawab Alyska beranjak dari tempat duduknya.


Alyska langsung menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


Setelah pintu dibuka Alyska bengong melihat Rama. Rama tersenyum melihat Alyska.


"hai..aku ganggu ga nih?" tanya Rama kepada Alyska. Rama mengira yang membuka pintu adalah Delyska. Rama tidak tau kalau Delyska memiliki saudara kembar.


Alyska celingukan melihat belakang dan pinggir. Alyska bingung dengan pertanyaan Rama yang menyapanya.


"s..saya..." ucap Alyska menunjukkan jarinya Ke diri sendiri.


"iya kamu... emangnya aku nanya ke siapa lagi?" tanya Rama merasa aneh dengan sikap Alyska.


"maaf anda ...."


"Ya ampun..masa kamu lupa dengan ku sih?"Rama langsung memotong ucapan Alyska yang merasa bingung dengan orang aneh dihadapannya.

__ADS_1


Rama tiba tiba memegang tangan Alyska. Sontak saja Alyska terkejut dan bingung.


"setelah aku pikir pikir... aku ingin menjadikan kamu calon istriku" ucapan Rama mebelalakan mata Alyska.


Alyska semakin bingung dengan kedatangan Rama yang menurut dia cowok asing yang tiba tiba mengungkapkan perasaannya. Rama Menatap Mata Alyska yang kebingungan.


"tapi...aku...."


"tapi apa lagi..aku tau..ini terlalu cepat. tapi,.aku ingin segera menikah dan punya istri.." lagi lagi Rama memotong perkataan Alyska yang belum selesai Alyska jelaskan.


Rama masih memegang tangan Alyaska dan menatap wajah Alyska.


Disaat ketegangan itu. Tiba tiba Delyska dan ibunya datang. Menemui mereka.


"siapa Al?" tanya Mia setengah teriak setelah mendekati mereka.


Delyska terkejut melihat Rama memegang tangan Alyska. Begitupun dengan Al dan Rama menoleh spontan kepada mereka. Rama terkejut Melihat Delyska ada dua. Dia semakin bingung. Melirik Alyska dan Delyska. Alyska segera melepaskan pegangan tangan Rama. Lalu, mendekati ibunya dan memegang bahu ibunya.


"Bu...ini ada cowok aneh..siapa dia?" tanya Alyska ketakutan.


"Rama?" tanya Delyska pelan terkejut karena dia sempat melihat Rama memegang tangan Alyska.


Alyska dan Mia melirik Delyska.


"Delyska kok ada dua?" tanya Rama heran dan bingung.


Mereka saling melirik.


"e ..apa yang terjadi sebenarnya? Dia siapa Del?" tanya Mia bingung dan heran.


"Dia Rama Bu. Pemilik restoran. dan Rama ini Alyska saudara kembar aku" jawab Delyska memperkenalkan mereka.


Rama melirik Alyska. Kini dia baru paham ternyata mereka saudara kembar. Rama pun malu karena telah salah mengungkapkan perasaannya kepada Alyska.


"jadi kamu punya suadara kembar?"tanya Rama heran


"iya..." jawab Delyska singkat.


"em ..ya sudah nak Rama mari masuk dulu" ucap Mia membuyarkan suasana.


Rama mengangguk masih dalam kebingungan dan malu terhadap Alyska. Mereka pun duduk di sofa.


Tak lama kemudian, Teguh dan Rakha pun muncul keruang tamu. Mereka melihat Rama. Rama segera menyalami tangan Teguh. Dan Teguh pun menyambutnya. Teguh melirik Rakha.


"perkenalkan ini Rakha suami Alyska saudara kembar Delyska" ucap Teguh memperkenalkan Rakha.


"saya Rama" Rama pun mengulurkan tangan kepada Rakha..Rakha menyambut uluran tangan Rama.


"Rakha suami Alyska" jawab Rakha tegas tanpa tersenyum.


Mereka pun duduk disofa. Rama masih menunduk malu. Karena ternyata Alyska sudah punya suami.


sedangkan kejadian tadi membuat dia kikuk terhadap Alyska.


"Rama mungkin kedatangan kamu kesini mau bertemu dengan Delyska kan?" tanya Teguh menatap Rama.


"iya pak.. Sebenarnya kedatangan saya kesini. untuk mengungkapkan perasaan saya kepada Delyska. Saya ingin melamar anak bapak " jawab Rama memberanikan diri untuk melamar Delyska meskipun kedekatan mereka belum terlalu lama.

__ADS_1


sontak saja mereka terkejut mendengar niat Rama. Mereka saling melirik. Terutama Delyska. Dia tidak menyangka akan secepat ini Rama memiliki perasaan padanya dan ingin melamarnya.


Bersambung...


__ADS_2