
Rakha masih memeluk Alyska yang masih tertidur.
matahari sudah memunculkan sinarnya. Alyska perlahan lahan membuka mata. Dia Spontan terkejut dengan tangan seseorang yang memeluk tubuhnya.
Dia baru Sade kalau dirinya sudah bercinta dengan Rakha. Alyska pelan pelan mengambil pakaiannya yang berceceran di bawah lantai. dengan berselimutkan selimut tebal yang membalut tubuhnya dia mengambil pakaiannya. Lalu, dia mengenakan pakaiannya Kemabli. Lalu, menyelimuti tubuh Rakha yang hanya mengenakan celana pendek. Alyska pergi kekamar mandi. Dia membersihkan diri dari sisa sisa bersetubuh nya. Rakha membuka mata. Dia menyasar tubuh Alyska.namun , dia baru sadar kalau Alyska sudah bangun dan berada dikamar mandi. Rakha pun bangun. Dia membuka gorden kamar hotelnya. Dia sangat menikmati udara pagi.tak lama kemudian Alyska keluar dari kamar mandi. Dia melihat Rakha diluar kamarnya. Alyska segera mengenakan pakaian.lalu menyisir rambut. setelah siap dan rapi Dia menghampiri Rakha..
"Rakha" ucap Alyska pelan.
Rakha menoleh kebelakang. Dia tersenyum melihat Alyska sudah mandi basah.
"jam segini udah mandi. tanggung ah" Goda Rakha mencubit pipi Alyska.
"emang kenapa?" tanya Alyska heran
"nambah dong" jawab Rakha tersenyum nakal.
"apa yang nambah?" Alyska balik nanya dengan kepolosan nya.
Rakha memeluk tubuh mungil itu. Lalu mencium kening.
"bercinta lagi yu.." ajak Rakha.
Alyska mebelalakan mata terkejut. Ada perasaan takut. Kerana dia merasa kesakitan dan perih dibagian tertentu.
"ga ah" tolak Alyska spontan.
"kok ga sih?" tanya Rakha kaget.
"sakit tau!" seru Alyska cemberut.
Rakha tersenyum paham.
"sakit ya ...tapi nanti juga ga sakit lagi kok. Tar juga terbiasa..apalagi nanti kalau melahirkan.." ucap Rakha menggoda.
"melahirkan?"
"iya...aku pingin punya anak dari kamu..." jawab Rakha menarik hidung mancung Alyska pelan.
"ikhs apaan sih!" tegur Alyska mengelus hidungnya.
"kita bikin anak lagi yu..." Rakha sudah tidak sabar ingin menambah kehangatan bersama Alyska. Yang membuat dirinya ketagihan.
"ga ah.." Alyska tetap menolaknya.
tapi, tolakan Alyska tidak membuat Rakha menyerah. Dia ingin menghabiskan masa cutinya dengan menikmati bulan madunya. Momen ini Tidak ingin Rakha lewati untuk terus menggauli istri tercintanya. Rakha memboyong Alyska. Hingga Alyska terkejut. Rakha membawa Alyska kekamar dan membanting kan tubuh Al pelan pelan ke atas kasur. Al Tidak bisa berkutik. karena tubuh Rakha sudah berada diatasnya.
Delyska masih memikirkan saudara kembarnya. dalam pikiran Delyska entah apa yang sedang mereka lakukan. Hari ini Delyska masuk kerja. Dia bekerja dibawah pimpinan papahnya. Yaitu teguh.
__ADS_1
Dia masih tahap belajar. Delyska menghadapi laptop dimeja kerjanya. tak lama kemudian pintu diketuk.
tok tok tok...
"masuk!" sahut Delyska.
Seorang wanita tiada lain sekertaris papahnya masuk keruang kerja Delyska.
"ibu Delyska. Saya minta tanda tangan anda" ucap sekertaris yang bernama Lusi.
"untuk apa?" tanya Delyska penasaran.
"tanda tangan aja" jawab Lusi tanpa memberitahukan berkas itu.
Lusi adalah sekertaris teguh. Dia sudah belasan tahun kerja di perusahaan teguh. Dia juga sempat menggoda teguh. dengan maksud tujuan merebut perusahaan teguh. ternyata Lusi bekerja sama dengan Anton. Yang merupakan musuh bisnis teguh. karena persaingan perusahaan dan berbisnis. Anton dan teguh harus bermusuhan. bagaikan minyak dan air. Mereka tidak bisa bersatu meskipun kantor mereka bersebelahan. Lusi adalah kekasih Anton. Namun, dia berpura-pura membela perusahaan teguh. padahal niat dia ingin mencari titik kelemahan pada teguh. Yang selama ini dia cari dan belum dia temukan. Lusi pun sering menggoda teguh. dengan harapan teguh berlutut kaki luluh kepada Lusi. Namun, teguh seorang lelaki dingin dan cuek terhadap karyawan. Yang dia pikirkan adalah bisnis dan keluarga. Itu sebabnya Lusi kesulitan untuk masuk kedalam kehidupan Teguh. sekaeang pun Lusi meminta tanda tangan Delyska dengan bermaksud mengambil alih perusahaan itu. meskipun Delyska gadis polos. Namun, ia selalu ingat pesan teguh.
"jangan sembarangan memberikan tanda tangan. Kalau Tidak membaca apa isi berkas itu"
sampai saat ini pun pesan itu selalu dia ingat.
"maaf aku tidak bisa memberikan tanda tangan aku sebelum membaca isi berkas itu" ucap Delyska mengejutkan Lusi.
Lusi Tidak menyangka dengan pikirkan Delyska yang tidak bisa di bodohi.
"kenapa harus dibaca dulu. kamu ga percaya dengan saya? Saya ini sekertaris pak teguh. Dan kepercayaan pak teguh" jawab Lusi kesal.
"iya karena pak teguh tidak ada. Dan kamu kan anaknya apa bedanya coba.." Lusi menari alasan yang tepat. Berharap Delyska mau mentanda tangani berkas itu..
"saya sudah bilang saya tidak bisa. nanti saja tunggu papah saya." jawab Delyska tegas.
"ini penting lho. Kalau ga segera ditanda tangani akan menyebabkan efeknya" Lusi tidak mau kalah. Dia terus memaksa Delyska.
"sepenting pentingnya berkas. tidak akan berguna kalau tidak ada tanda tangan dari pak teguh bukan?" pertanyaan Delyska memojokkan Lusi untuk Tidak bisa berkata kata lagi.
"ya sudah kalau itu penting. tinggalkan berkas itu diatas meja saya. Tar pak teguh datang. bisa langsung minta tandatangan kan" pinta Delyska penasaran dengan isi berkas itu yang membuat Lusi memaksa dirinya..
"ga deh nanti saja kalau ada pak teguh" jawab Lusi ketus langsing meninggalkan ruangan itu.
Delyska merasa ada yang aneh dengan sikap sekretaris papahnya. Sangat mencurigakan.
Lusi membantingkan berkas itu ke atas meja.
"sial! bocah ingusan itu tidak bisa di bohongi!" ketus Lusi sewot.
"ternyata anak sama bapak sama saja. Sama sama Tidak bisa dibohongi!" gumam emosi Lusi.
"kalau begini caranya. Aku akan mencari jalan lain." Lusi mencari akal bulus untuk menjatuhkan Delyska dan teguh..tiba tiba dia tersenyum licik. menemukan sebuah ide.
__ADS_1
teguh Kemabli kekantor setelah meeting dengan pebisnis lain. Delyska segera berlari kecil menghampirinya.
"pah...papah" panggil Delyska.
"ada apa?" tanya teguh berhenti melangkah kan kaki
"tadi Lusi sekertaris papah memaksa aku untuk tanda tangan berkas" jawab Delyska jujur.
Teguh bengong memikirkan ucapan Delyska.
"untuk apa?" tanya Teguh mengerutkan kening merasa aneh.
"entahlah pah. Aku minta untuk menyimpan di atas meja kerja aku. tapi, dia ga mau. malah dibawa lagi" jawab. Delyska apa adanya
"oh mungkin karena emang penting" jawaban teguh mencoba berpikir positif.
Delyska hanya diam merasa ada yang aneh.
"ya udah kamu lanjut kerja aja" ucap teguh mencoba menenangkan hati Delyska..
"papah mau kemana?"
"mau keruang kerja Papah lah" Teguh segera pergi meninggalkan Delyska.
Teguh Segera menemui Lusi.
"Lusi masuk keruang kerja saya" perintah teguh.
Lusi terkejut mendengar perintah teguh yang tiba tiba terdengar suaranya saja.
"iya pak" jawab Lusi bengong.
Lusi segera menyusul teguh. Dia masuk kedalam ruangan teguh.
"ada apa kamu memaksa Delyska untuk minta tanda tangan?" tanya teguh menegur Lusi.
"e...ini pak ada berkas yang harus Delyska penuhi syarat nya." jawab Lusi pintar mengalihkan berkas.
Teguh mengambil berkas itu.
"oh iya...aku lupa untuk memberitahu kan kepadamu. Semua syarat untuk Delyska Sudah aku cantumkan. Dia sudah mulai bekerja. Jadi ga perlu pakai persyaratan lagi" jawab teguh yang memang Delyska tidak membutuhkan syarat untuk masuk kerja di perusahaan milik teguh.
"oh baik pak kalau begitu. saya permisi dulu" ucap Lusi berpamitan.
"silahkan kembali kerja" jawab Teguh.
Lusi langsung keluar dari ruang kerja teguh. Dengan mendelik kekesalan dan kejengkelan hati
__ADS_1
Bersambung...