
Delyska terkejut melihat lelaki asing di sebelahnya.
"hai, jam tangannya sangat cocok untuk gadis secantik kamu" Mario mulai menjalankan aksinya.
Dikejauhan terlihat Lusi mengawasi mereka. Lusi tersenyum licik. setelah tau Mario bisa menjalankan tugas dari Lusi.
"kamu suka jam tangan itu?" tanya Mario tersenyum.
Delyska bingung dengan cowok misterius yang tiba tiba mendekatinya.
"kalau kamu mau yang itu. Aku bayarin deh" sambung Mario tidak putus asa Untuk mendapatkan hati Delyska.
"eh, tidak usah. Biar aku aja yang bayar" tolak Delyska.
"ga apa apa kok. berapa ya mba?" tanya Mario kepada pembeli.
Delyska menatap wajah Mario dengan tatapan aneh.
"baik pak saya bungkus dulu ya" jawab penjual jam tangan.
"baik" Mario tersenyum menatap Delyska yang sejak tadi meliriknya.
setelah melakukan pembayaran Mario memberikan jam tangan itu kepada Delyska.
"spesial buat gadis secantik kamu" ucap Mario mulai meluncurkan rayuannya.
"maaf ya anda siapa?" tanya Delyska merasa ada yang aneh.
"oh iya perkenalkan nama saya Mario " Marioe mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan dengan Delyska.
Delyska melirik tangan Mario.
"saya Delyska..tapi untuk apa kamu belikan jam tangan itu. Kita kan belum saling mengenal?" tanya Delyska bingung.
"maka itu kita saling mengenal dari sekarang kan,?" tanya Mario menarik tangan nya yang Tidak disambut baik oleh Delyska.
"tapi untuk apa?" tanya Delyska merasa aneh
"untuk menambah teman. Kamu mau berteman dengan ku?" tanya Mario Tidak kehabisan akal untuk terus mendekati Delyska.
"berteman? Bagaimana bisa mau berteman denganmu?" tanya Delyska polos.
"bisa saja. Kalau ada niat kamu terima aku sebagai teman. Ya syukur syukur kalau jadi pacar" celetuk Mario yang tidak basa-basi lagi.
"pacar? Maaf tidak semudah itu aku mengenal cowok apalagi untuk pacaran" jawab Delyska menolak ucapan Mario.
"iya emang tidak semudah itu. Tapi, secara tidak langsung, pelan pelan rasa cinta itu akan tumbuh dengan kasih sayang, perhatian dan penuh cinta"
kata manis Mario merayu Delyska
Delyska semakin bingung dengan sosok cowok aneh itu.
"saya tidak bisa menerima jam tangan ini" ucap Delyska memberikan bungkusan plastik yang berisi jam tangan.
"kenapa?" tanya Mario heran dan kecewa.
"aku tidak bisa menerima pemberian dari orang asing" jawab tegas Delyska.
__ADS_1
Mario terkejut. Dia benar benar tidak menyangka akan berhadapan dengan perempuan yang jenius.
"tapi aku sudah mengenal kamu" ucap Mario cemas kehilangan untuk mendekati Delyska.
"Mengenal ku? Darimana?" tanya Delyska bingung.
"media sosial. Aku salah satu fans kamu" Mario menemukan alasan yang tepat. Delyska baru ingat saat kebiasaan dia dengan saudara kembarnya.
"oh iya..aku lupa kalau aku sering bikin konten. jadi kamu mengenal aku dari media sosial?"
"iya benar" spontan Mario senang karena akhirnya dia menemukan kesempatan untuk masuk kehidupan Delyska.
"jadi ga ada salahnya dong aku memberikan kenangan ini untukmu" sambung Mario melirik jam tangan.
Delyska melirik bungkusan yang masih ditangannya.
"iya sih..tapi.."
"jangan malu malu ambil saja. hitung hitung pemberian dari salah satu penggemar kamu" sambung Mario semakin besar peluang mendekati Delyska.
"oke kalau begitu makasih" Delyska pun tidak menyimpan curiga lagi kepada Mario.
Dia percaya dengan ucapan Mario.
"kalau begitu kita temanan?" tanya Mario sambil mengulurkan tangannya kembali.
Delyska melirik tangan Mario.
"boleh.." jawab Delyska menerima jabatan tangan Mario..
Mario tersenyum lebar senang. akhirnya bisa meluluhkan hati Delyska.
Sementara Alyska yang tinggal bersama mertuanya.
Dia sedang belajar memasak dengan ibu mertuanya.
"jadi istri itu harus pintar masak..pintar urus suami..pintar urus anak juga..biar suami Tidak berpaling ke lain hati.." ucap Ratih menasehati Alyska.
Al mendengarkan nasehat Ratih sambil mengiris bawang. Al merasa kepedihan dengan irisan bawang. Dia menyeka air mata. Ratih mendengarkan isakan Al.
"kamu menangis?" tanya Ratih menengok wajah Al.
"ga Bu" jawab Al meringis.
"terus?" tanya Ratih heran
"pedih bawang Bu" jawab Al polos.
Sontak saja Ratih tertawa lepas menertawakan menantunya. Al merasa malu ditertawakan oleh ibu mertuanya.
Delyska menatap jam tangan itu. Dia masih ga nyangka dengan pertemuan yang tidak diduga dengan Mario yang tiba tiba muncul di hadapannya.
"Mario....boleh juga sih" gumam Delyska mulai tertarik dengan tampan dan sikap Mario.
Teguh baru datang dia melihat Delyska duduk disofa ruang keluarga.
"kamu sudah pulang?" tanya teguh
__ADS_1
"iya pah" jawab Delyska menoleh.
"eum...besok pagi mau ada meeting kamu ikut dengan papah" ucap teguh.
"oke pah" jawab Delyska semangat dengan Dunia bisnis.
"ibu kemana?" tanya teguh celingukan mencari Mia.
" pergi arisan pah" jawab Delyska tanpa menoleh . Dia masih menatap jam tangan.
Teguh melirik jam tangan yang dipegang Delyska.
"jam tangan baru ya?" tanya teguh duduk disebelah Delyska.
"iya pah" jawab Delyska menimang Nimang jam tangan.
"oh...ya udah papah mau mandi dulu"
"oke pah"
Tak lama kemudian,.Mia datang menyapa Delyska dan teguh.
"kalian sudah pulang" sapa Mia
Mereka menoleh serentak.
"darimana mah?" tanya teguh.
"arisan pah. Oh iya pah, mamah mau ikutan investasi dong" ucap Mia
"investasi apa?" tanya teguh heran
"itu kumpulan emas pah. di teman mamah..tar uangnya bisa berbunga dari Investasi itu" jawab Mia
"ga deh mah. Papah ga tertarik " jawab teguh menolaknya.
"lah bukan papah yang menjalankan nya. Ini kan mamah pah" rengek Mia.
"ga mah..papah bilang ga ya ga" bantah teguh yang tidak menyetujui keinginan istrinya.
Ternyata Mia telah dihasut oleh Lusi. Dia diam diam menemui Mia Yang sedang menunggu temanya di sebuah cafe shop. Lalu, Lusi menawarkan investasi kepada Mia. itu hanya akan akalan Lusi saja. supaya usaha teguh sedikit sedikit gulung tikar.
Namun, teguh tidak sebodoh dan si ceroboh yang mereka pikirkan. sesuai namanya teguh selalu berteguh pada pendiriannya. tanpa bisa dihasut oleh siapapun.
musuh pun bisa dia hadapi dengan menumbangkan musuh musuh bisnis nya. Hingga membuat semua perusahaan segan kepadanya. Dan tidak berani bermain api dengannya. Hanya Anton dan Lusi yang bermain licik dibelakang teguh. Namun, mereka selalu gagal dengan cara apapun untuk menjatuhkan perusahaan teguh. Mereka tidak sadar.. dengan kekuatan yang dimiliki teguh tanpa bisa digoyahkan yaitu perusahaan nya yang bercabang cabang disetiap daerah. Itulah yang membuat teguh bertahan dan tidak merasa rugi.
Lusi menemui Mario..yang sedang bekerja di rumah sakit.
"ada apa lagi?" tanya Mario kepada Lusi yang menghampirinya.
"bagaimana sudah berhasil?" tanya Lusi pemasaran.
"lihat aja nanti. pasti kamu akan tau jawabannya " jawab Mario yang membuat Lusi penasaran dengan kelanjutannya.
"jangan sampai gagal!" ketus Lusi.
Mario terdiam sejenak. Memikirkan selanjutnya terhadap Delyska.
__ADS_1
Bersambung...