
Setelah pulang dari kantor Rakha pun langsung menemui Alyska.
"Al..Alyska" teriak Rakha di ruang keluarga memanggil Alyska.
"kamu sudah pulang?" tanya Ratih menghampiri Rakha.
"iya Bu. Alyska kemana?" tanya Rakha.
"Dia ada dikamar" jawab Ratih Melirik pintu kamar yang tertutup.
"Rakha.. Alyska semakin hari semakin malas. Dia ga mau bekerja membantu ibu. biasanya dia rajin. mengerjakan pekerjaan rumah. tapi, sekarang dia malah malas dan ngelunjak kepada ibu" ucap Ratih memfitnah Alyska.
"masa sih Bu?" tanya Rakha spontan tak percaya.
"sejak kapan ibu bohong" jawab Ratih membela diri berpura pura sedih.
Rakha percaya pada ucapan ibunya. Dia kecewa dengan sikap Alyska terhadap ibunya.
tanpa basa basi lagi Rakha masuk kekamar langsung menemui Alyska.
"Al apa yang kamu lakukan terhadap ibu?" tanya tegas Rakha membuat Alyska terkejut.
Alyska sedang mengenakan pakaian. rambut pun masih dibalut handuk. ternyata Alyska baru selesai mandi.
"maksudnya?" tanya Alyska bingung
"kenapa kamu tidak membantu ibu. Malah ibu kerja sendirian. Kamu mau anggap ibu aku pembantu kamu?" tanya Rakha ketus.
Alyska semakin bingung dengan sikap dan ucapan Rakha.
"apa sih kamu. pulang kerja langsung marah dan ngomong apa sih. Aku ga paham!" bantah Alyska.
"kamu tau tadi ibu bilang. Kamu malas. ga mau bantuin ibu di dapur. Atau mengerjakan pekerjaan rumah. Kenapa Al? Kamu mau anggap ibu aku pembantu di rumah ini?!"
Alyska spontan terkejut mendengar ucapan Rakha.
"ibu bilang begitu?" tanya Alyska terkejut.
"iya! Kenapa kamu tega sih Al. Aku kan sudah bilang kalau kamu mau kerumah keluarga kamu ya sabar. Nanti sama aku. Bukan nya kamu harus memperlakukan ibu aku seperti pembantu " jawab Rakha marah
"Rakha! Kamu percaya dengan ibu mu?" tanya Alyska kecewa
"sudahlah Al ga usah kamu bohongi aku. aku sudah tau semuanya. Ga perlu kamu jelaskan. Al kalau kamu hamil ga kerja ga apa apa. Ibu juga memaklumi. tapi, kalau kamu sehat seperti ini. kenapa kamu malas malasan?" Rakha tidak percaya dengan ucapan alyska.
"Rakha, aku ga malas malasan ya. Aku dari pagi yang mengerjakan semua pekerjaan rumah. Dari MUI masak, nyuci pakaian,piring, sapu, ngepel, lap lap, beres beres bersih-bersih..." Alyska menyebutkan satu persatu pekerjaan yang sudah dia kerjakan.
namun tiba tiba Rakha memotong pembicaraan Alyska.
"sudah cukup Al. ga mungkin ibuku berbohong sama aku!" bantah Rakha
Alyska membelalakkan mata terkejut mendengar ucapan Rakha yang tidak mempercayai dirinya.
sementara Delyska keluar restoran dengan penuh tanda tanya. terhadap Rama yang sudah membayar nota Delyska. Dia menyetir mobil kembali. dengan pikiran yang tertuju pada Rama. setelah di kantor sekertaris teguh menghampiri Delyska.
"Bu.. ada tamu menunggu ibu dari tadi" ucap sekertaris.
__ADS_1
"siapa ya?" tanya Delyska heran.
"namanya pak Rama"
Delyska terkejut mendengar Rama ada dikantornya.
"baik saya segera kesana " Delyska langsung menemui Rama yang sudah menunggunya sejak tadi.
"pak Rama?" sapa Delyska setelah menemui Rama
"hai...maaf aku kesini ga bilang bilang dulu..aku tidak tau kalau peraturan kantor..harus ada perjanjian dulu.. sebelum bertemu..untung aku memiliki alasan yang tepat..kalau Tidak...mungkin aku tidak akan bertemu kamu" panjang lebar Rama menjelaskan bahwa dirinya ingin menemui Delyska awalnya sulit kalau Tidak ada perjanjian dari awal.
"oh iya...apa alasan tepat bapak?" tanya Delyska heran.
"kartu nama. Saya kesini untuk mengembalikan kartu nama kamu" jawab Rama mengembalikan kartu nama Delyska.
Delyska menatap mata yang yang indah,dengan bulu mata panjang jentik. Dan wajah yang kecil berhidung mancung.wajah Rama yang sangat mempesona di mata Delyska. baru pertama kali ini Delyska melihat wajah yang sempurna baginya. Yang hampir meluluhkan hati Delyska. Rama heran dengan tatapan Delyska yang sejak tadi menatapnya.
"halo.." tegur Rama pelan menyadari Delyska yang seperti terhipnotis itu.
sontak saja Delyska buyarkan lamunannya.
"eh...e.." gugup Delyska malu.
"ini" Rama menyodorkan kartu nama pada Delyska.
Delyska mengambil kartu nama itu.
"makasih...owh ea..ini saya bayar nota saya" ucap Delyska sembari ngambil dompet dari tas miliknya.
"ga perlu..sudah lunas kok" jawab Rama menolak.
"iya saya tau. Tapi, anggap saja itu traktiran dari saya. Dan sebagai perkenalan kita " jawab Rama tersenyum.
"maksudnya?" tanya Delyska bingung
"kalau mau kita bisa temanan?" tanya Rama ragu ragu menatap Delyska.
Delyska terkejut senang. Dia berteman dengan pemilik restoran termuda.
"e...iya boleh" gugup Delyska spontan.
Rama berjabatan tangan. Delyska ragu ragu menyambut tangan Rama.
"terimakasih sudah mau jadi teman ku" ucap Rama.
Delyska mengangguk tersenyum senang.
Dari kejauhan teguh tidak sengaja melihat Delyska bersama Rama diruang tamu kantor.
Teguh menghampiri mereka.
"Hem..." tegur teguh menyadari mereka yang saling berjabatan tangan dan memandang satu sama lain.
Delyska dan Rama menoleh ke arah teguh. Mereka sama sama melepaskan jabatan tangannya. Delyska spontan malu.
__ADS_1
"papah..." sapa Delyska gugup
Teguh melirik Rama.
"e ..ini pah perkenalkan. Beliau pemilik restoran. namanya pak Rama" ucap Delyska memperkenalkan Rama kepada Teguh.
Rama mengulur kan tangan kepada teguh dan tersenyum. Teguh berwajah wibawa dan tegas saat melirik Rama. Dia pun menyambut uluran tangan Rama.
"saya Rama pak" ucap Rama tersenyum.
"saya Teguh. papah Delyska" jawab teguh.
Lalu, mereka saling melepaskan jabatan tangan.
"silahkan duduk" ucap teguh kepada Rama.
"terimakasih pak"
Mereka pun duduk di sofa.
"maaf kan anak saya kemarin makan di restoran anda. Malah ga bawa uang dan atm. Sungguh memalukan " ucap Teguh meminta maaf atas perbuatan Delyska.
"tidak apa apa pak. dengan kejadian itu juga. Saya bisa berkenalan dengan Delyska" Jawab Rama ramah.
"maksudnya?" tanya Teguh tidak paham.
"e.. maksud saya. Saya senang bisa menolong Delyska. Dan saya bisa mengenal Delyska pak" jawab Rama keceplosan.
"oh...iya...memangnya anda belum menikah?" tanya Teguh langsung.
"belum pak." jawab Rama
"iya kalau belum menikah saya ijinkan kalian berteman. Tapi, kalau sudah menikah. Maaf saya tidak ijinkan anak saya berteman dengan suami orang lain" ucap Teguh tegas.
"iya pak. Saya paham. kebetulan saya belum menikah. makanya itu. Saya meminta ijin untuk mengenal anak bapak lebih dekat lagi" jawab Rama terus terang tidak bisa menahan rasa gejolak suka sama Delyska.
Teguh yang berwajah serius berubah menjadi rileks dan kaget mendengar niat Rama. Teguh melirik Delyska yang sedang menunduk malu.
"iya silahkan kalau Delyska nya mau" jawab Teguh tersenyum memberikan ijin.
Delyska tidak menyangka papahnya akan mengijinkan kedekatan mereka. Delyska melirik senang kepada Teguh. Begitu pun dengan Rama.
"terimakasih banyak pak. Atas kepercayaan bapak kepada saya" ucap Rama senang.
"jangan senang dulu. Kalian belum punya status hubungan apa apa. Untuk saat ini sekedar berteman dan saling mengenal dulu" ucap Teguh melirik keduanya.
"iya pak " jawab Rama mengangguk tersenyum senang..begitupun dengan Delyska hanya tersenyum senang.
"e...kalau begitu saya pamit dulu pak. Saya harus kekantor dulu" ucap Rama berpamitan.
"silahkan.. Delyska juga harus kerja dulu" jawab Teguh tersenyum.
"terimakasih banyak pak. Saya permisi " ucap Rama.
"sama sama" jawab Teguh
__ADS_1
Rama pun melirik Delyska dengan senyuman yang begitu manis. Delyska mengangguk membalas senyuman Rama. Teguh memperhatikan keduanya. Teguh paham keduanya saling menyukai.
Bersambung...