Kisah Cinta Si Kembar

Kisah Cinta Si Kembar
bab 9 jebakan musuh


__ADS_3

Hari ini Delyska menemui Mario. Mereka sudah janjian untuk malam malam bersama..Mario sengaja membuat suasana menjadi romantis. Baru pertama Kali ini Delyska makan malam bareng cowok. Sebelumnya dia tidak pernah pacaran sama halnya dengan saudara kembarnya. Mario memesan makanan yang begitu banyak . Delyska bingung dan heran dengan makanan yang dipesan Mario.


"banyak amat sih..kita kan cuma berdua?" tanya Delyska heran.


"ga apa apa. biar kita menikmatinya secara pelan pelan menikmati sensasi malam yang penuh romantis" jawab Mario yang sengaja memesan makanan banyak.


"iya tapi ini ga akan habis untuk dimakan berdua" jawab Delyska merasa mubajir.


"tenang aja kok tar juga abis" jawab Mario tersenyum.


Delyska tidak menyadari kalau ini semua adalah akal bulus licik Mario. Delyska pasrah saja dengan makanan yang hampir penuh mengisi meja makan. Dengan cemilan cemilan ringan. Meskipun itu berlebihan baginya.


Mario mensuapi Delyska. Dia berharap Delyska akan luluh hatinya dengan sikap yang ditunjukkan Mario kepadanya. mereka pun terlihat romantis.


Setelah setengah nya makanan dimakan. Mario mulai melakukan aksi. Dia sengaja di hubungi Lusi yang sudah bekerja sama untuk menghancurkan isi dompet Delyska malam itu. Lusi menghubungi Mario.


suara hp pun berbunyi, yang sengaja Mario letakkan diatas meja. Delyska melirik hp.


" ada telepon tuh" tunjuk Delyska memonyongkan bibirnya.


"oh iya, aku angkat dulu ya" Mario berpura pura minta ijin untuk mengangkat telepon dari Lusi.


"apa? Iya aku segera kesana!" suara Mario mengejutkan Delyska. Wajah Mario berubah cemas dan panik setelah menutup telepon.


"ada apa?" tanya Delyska kaget.


"e ..ibu ku sakit ..aku harus segera pulang" jawab Mario berbohong kepada Delyska.


sontak Delyska terkejut mendengar jawaban Mario.


"sakit apa?" tanya Delyska panik.


"aku juga ga tau ..tapi ini gawat. Aku pulang dulu ya. Ga apa apakan ditinggalkan dulu" jawab Mario ya emang sengaja itu rencananya.


"aku ikut!" teriak Delyska mengejar Mario.


namun, Mario tidak menggubrisnya dia terus berjalan cepat ke arah mobil.


"Mario aku ikut!" teriak Delyska.


"aduh Del..belum saatnya aku mempertemukan kamu dengan ibuku. Apalagi disaat ibuku sedang genting seperti ini" jawab Mario beralasan.

__ADS_1


Delyska kecewa dengan jawab Mario.


"del, nanti kalau ibuku sudah sembuh aku bawa kamu ya untuk menemui ibuku. Aku janji" ucap Mario berharap Delyska percaya dengan ucapannya.


"tapi .."


"sudahlah del, aku tidak ada waktu lagi. aku harus pulang. Keluarga aku menunggu aku dirumah. nanti aku telepon kamu ya" Mario langsung masuk ke mobil tanpa pedulikan Delyska lagi.


Dia secepatnya pergi dari tempat itu dan meninggalkan Delyska seorang diri.


Delyska berdiri terpaku. Dia ga nyangka dengan sikap Mario yang lebih mementingkan keluarganya dibandingkan dirinya. Tiba tiba seorang pelayan menghampiri Delyska.


"maaf kak..ini nota nya" ucap pelayan itu memberikan nota kepada Delyska. pelayan itu mengejar Delyska yang sedang berdiri dihalaman parkir. Pelayan itu takut Delyska kabur sebelum membayar semua makanan. Delyska mengambil secarik kertas. Ia melotot terkejut melihat nominal harga yang jumlahnya cukup besar.


"sebanyak ini?" spontan Delyska terkejut.


"iya kak.tadi lelaki yang bersama Kaka memesan banyak makanan dan menyewa musik yang ada direstoran kami. Dengan meminta beberapa lagu romantis" jawab pelayan itu menjelaskan.


Delyska merasa dijebak atas perbuatan Mario kepadanya. dia tidak membawa uang sebesar itu. ATM pun dia tinggalkan dirumah. Dia bingung harus minta tolong sama siapa. Dia ga mungkin minta tolong sama papahnya. Yang ada malah di marahi orangtuanya. Dengan kebingungan Delyska menatap kertas itu. Dia mencoba menghubungi Mario. Namun, Mario tidak dapat dihubungi. Dia sengaja tidak mengaktifkan hp nya. Delyska baru sadar selama ini Mario hanya manfaatkan dirinya dan menipunya.


pelayan itu menghampiri Delyska.


"bagaimana kak?" tanya pelayan itu mengejutkan Delyska.


"baik.kami tunggu sampai jam 9..karena jam 9 kami sudah tutup" pelayan itu memberikan peringatan kepada Delyska.


"iya". Jawab Delyska bingung dan merasa dijebak.


sementara Mario tertawa puasa bersama Lusi. Mereka merasa berhasil menjebak Delyska. Lusi berharap besok melihat Delyska dengan wajah murung karena dimarahi teguh.


"hahaha.. akhirnya kita berhasil juga. Aku sudah tidak sabar untuk menunggu wajah murung itu. Pasti teguh akan marah besar terhadap Delyska Karena berani nya menghubungi uang kantor" ucap Lusi senang


"benar kak .tapi, kasian juga ya kak. Dia sekarang ditinggalkan sendirian " kawan Mario yang masih memiliki perasaan bersalah.


"ah biarkan saja. Aku hanya ingin memberikan pelajaran buat dia yang sudah menolak untuk mentanda tangani berkas itu" bantah Lusi geram


"iya sih..tapi kalau dia ketemu denganku bisa bisa memarahi aku kak" jawab Mario ketakutan.


"tenang saja. Kamu tinggal rayu dia..dengan cara mu sendiri. Dia nanti akan luluh lagi. setelah itu kita perlahan-lahan untuk menghancurkan hidupnya" Lusi sangat dendam dan geram.


Sementara Di kejauhan seorang pemilik restoran. melihat Delyska yang masih berada di meja makan seorang diri. pemilik restoran itu segera menanyakan masalah Delyska kepada pelayan.

__ADS_1


"kenapa masih ada pelanggan? Ini udah jam berapa?" tanya pemilik restoran yang bernama Rama.


pelayan melirik Delyska dikejauhan.


"dia belum bayar pak" jawab pelayan itu pelan


"kenapa?" tanya Rama heran


"dia tadi kesini dengan cowok. Tapi, tiba tiba cowoknya pergi meninggalkan dia sendirian. Sampai sekarang belum datang juga. mana pesanannya belum dibayar lagi" jawab pelayan itu menjelaskan.


"mana nota nya?" pinta Rama kepada pelayan.


"ini pak" pelyana itu pun memberikan nota.


Rama langsung menghampiri Delyska yang sedang kebingungan.


"maaf mba apakah anda sedang menunggu seseorang?" tanya Rama pelan menatap Delyska.


Delyska menoleh terkejut dengan ketampanan yang dimiliki Rama. melihat wajah Rama mengingatkan dirinya kepada Rakha suami Alyska.


"i...iya" jawab Delyska gugup.


"maaf mba ..waktunya kami tutup restoran. Mba bisa menunggunya diluar" ucap Rama mengusir secara halus kepada Delyska.


"tapi,...saya belum bayar" jawab Delyska ketir.


"oh, anda belum bayar. dan ini bukan Nota anda?" Rama menunjukkan nota di tangannya.


"iya pak" jawab Delyska Melirik nota itu.


"baik, kalau anda belum bisa bayar. Anda bisa menyimpan jaminan di restoran kami" ucap Rama memberikan kemudahan kepada Delyska.


Delyska terkejut senang mendengar ucapan Rama.


"haa, iya benar. Saya bisa menyimpan kartu indentitas disini. Besok saya tebus dengan membayar nota ini" jawab Delyska sedikit tenang


"boleh . paling lambat besok ya" jawab Rama memberikan kesempatan kepada Delyska.


"iya, pasti besok saya kesini lagi untuk menebusnya" Delyska segera mengeluarkan kartu nama yang di dompetnya.lalu, diberikan kepada Rama.


terlihat sedikit tenang diraut wajah Delyska..Rama membaca kartu nama tersebut. dia terkejut setelah membaca kartu nama yang diberikan Delyska.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2