
Setelah Meraka saling terkejut saling melirik. Teguh pun angkat bicara untuk memutuskan sebuah keputusan yang tepat. Karena soal perasaan tidak bisa dipaksakan. Apalagi menyangkut kebahagiaan Delyska.
"bagaimana dengan Delyska. Kamu mau terima lamaran Rama?" tanya Teguh melirik Delyska.
Delyska gugup terkejut. Dia Ragu ragu melirik Rama. ia tidak menyangka secepat ini Rama akan mengungkapkan perasaan nya. Belum satu bulan mereka saling mengenal. Namun, Rama sudah berani mengungkapkan niat baiknya terhadap Delyska. Delyska merasa semua mata tertuju padanya.
"e ... " Delyska bingung harus jawab apa. Baru pertama kali dia mengenal laki laki Dan laki laki itu langsung datang ke rumah untuk melamarnya. Ini sangat membingungkan bagi Delyska.
"Del, kamu baru mengenal dia bukan?" tanya Mia menatap tajam wajah Delyska.
"iya Bu" jawab Delyska melirik.
Rama tegang dengan jawaban Delyska yang di nanti nantikan. Dia sudah siap dengan jawaban apapun yang diberikan Delyska.
"Del,. laki laki yang datang ke rumah langsung melamar kamu tanpa pacaran dulu. Itu namanya laki laki baik dan sejati. Dia tidak akan bermacam macam padamu. Dia langsung meminta kamu. untuk dijadikan istri. Berarti Rama lelaki yang baik untuk mu. dan ibu juga berharap kamu membuktikan kebaikan mu kepada Delyska dan kami. Nak Rama" ucap Mia panjang lebar melirik Rama.
"iya Bu.. pasti saya akan bahagia Delyska. Karena baru pertama kali ini saya mengenal wanita. dan hati saya bisa luluh setelah mengenal Delyska, Bu. Makanya itu saya melamarnya secepatnya. Takutnya Delyska diambil orang" Jawab Rama malu malu menunduk.
Teguh dan Mia tersenyum. Delyska melihat keseriusan pada diri Rama. Sedang Alyska dan Rakha hanya diam menyaksikan percakapan mereka. Suasana pun menjadi tenang kebahagiaan Bagi keluarga Delyska.
"bagaimana Del? kamu mau terima dia?" tanya Teguh serius.
"e..." Delyska mengangguk pelan dan tersenyum malu.
Semua orang tercengang dan merasakan rileks saat Delyska mengangguk.
"maksudnya kamu?" tanya Rama menatap mata Delyska.
"iya aku terima" jawab Delyska malu malu.
semua orang pun tersenyum senang. Apalagi Rama. Ia sangat bahagia dan tidak sia sia melamar Delyska di depan keluarganya.
"Alhamdulillah kalau begitu. ibu jadi tenang. Alyska sudah pulang suami. Sekarang kamu sudah punya calon suami" ucap syukur Mia senang. kedua anaknya sudah ada yang bertanggung jawab. Karena sebagai orangtua mereka takut akan kebebasan kedua putrinya. Terutama Delyska yang sudah tertipu dengan kejahatan Mario. Dia tidak ingin terulang lagi kepada Delyska.
Alyska terdiam menunduk. Mereka tidak tau apa sikap ibu mertua nya yang sudah berubah Padanya. andaikan mereka tau mungkin tidak akan mengambil keputusan secepat itu.
"terimakasih Delyska. Terimakasih ibu dan bapak yang sudah mempercayakan Delyska kepada saya. Insyaallah saya akan membahagiakan dia. Seperti ibu dan bapak bahagia kan dia..akan saya jaga dan lindungi Delyska semampu saya dan sebisa saya" jawaban Rama menyakinkan orangtua Delyska.
"tapi sebelum kalian menikah. kalian jaga jarak dulu ya .jangan kebebasan berpacaran. saya tidak ingin kalian mencoreng nama baik keluarga" tegas Teguh yang selalu menghawatirkan kedua putrinya.
"iya pak." jawab Rama mengangguk tersenyum.
"kalau begitu saya pamit pulang. Hari sudah malam juga. Ibu ,bapak , Delyska dan ..." Rama lupa dengan nama Alyska dan rakha.
"Alyska dan Rakha" potong Mia mengingatkan Rama.
__ADS_1
"iya maaf...kak Alyska dan kak Rakha" ucap Rama.
Mereka tersenyum.
Setelah berpamitan Rama pun menyalami tangan kedua orang tua Delyska.
Rama pun langsung pulang dengan membawa kebahagiaan.
Sementara keluarga Delyska masih ngobrol.
membahas soal hubungan Rama dan Delyska.
"bagaimana bisa secepat itu Rama mengungkapkan perasaan nya kepadamu Del?" Tanya Teguh penasaran.
"mungkin ada penyebab lain pah. Seperti kita aja dulu " jawab Mia.
"iya sih... Tapi kita dulu berapa bulan ya mah?" tanya Teguh mengingat ingat
"entah mamah juga lupa lagi" jawab Mia tersenyum.
Rakha memberi isyarat kepada Alyska untuk segera pulang. Alyska paham dengan isyarat dari Rakha.
"e...mah pah..kami pulang dulu ya..udah malam juga" ucap Alyska melirik kedua orangtuanya.
"lho bukannya kalian mau nginap ya?" tanya Mia tercengang.
"masih lama lah Al" jawab Delyska mendelik.
"iya udah..kalau kalian mau pulang. hati hati dijalan nya. sering sering main ya Al Rakha" ucap Mia berat hati.
"iya Bu " jawab Rakha
Mereka pun segera pulang. Keluarga Alyska melihat kepergian Mereka. Setelah mereka hilang pandang mata. Mia melirik Teguh dengan wajah bersedih. Teguh tercengang melihat wajah Mia yang tiba tiba bersedih.
"ada apa mam?" tanya Teguh heran
"anak kita perempuan semua. pasti mereka akan meninggalkan kita ya pah" jawab Mia bersedih.
Delyska melirik Mia. Dia baru sadar. Suatu hari nanti dia menikah. pasti dia akan pergi meninggalkan kedua orangtuanya dan ikut suaminya.
"jangan bersedih seperti itu mah..kita masih tinggal dengan Delyska dan Rama disini. Karena rumah ini akan jatuh pada Delyska" jawab Teguh.
Delyska terkejut mendengar ucapan Teguh. Bahwa rumah yang dia tempatkan adalah rumah yang akan diwariskan kepadanya. bukan kepada Alyska.
"pah..." ucap Delyska ragu ragu.
__ADS_1
Mia dan teguh saling menoleh ke arah Delyska. mereka keceplosan mengatakan didepan Delyska.
"e ..iya Del" jawab Teguh gugup.
"papah dan mamah tadi mengatakan kalau rumah ini akan diwariskan kepadaku?" tanya Delyska bengong.
"iya.." jawab Teguh yang sudah terlanjur bicara didepan Delyska.
"terus Al gimana?" tanya Delyska teringat dengan Alyska.
"soal itu nanti kita bicarakan. Yang pasti setelah kamu menikah dengan Rama. Kamu tetap tinggal disini bersama Rama. Karena Al sudah dibawa oleh suaminya. Masa kamu mau ninggalin kami juga.. meskipun kamu tau wanita akan dibawa suaminya kelak sudah menikah. Tapi, papah akan bicara kepada Rama. kalau kalian tetap tinggal disini. Karena rumah ini akan dijatuhkan kepada kamu" panjang lebar Teguh menjelaskan.
Delyska menunduk diam. Mia melihat Delyska seperti keberatan dan kebingungan.
"ya sudah ayo kita masuk. mamah sudah ngantuk juga" ajak Mia untuk istirahat.
sementara Rama sudah sampai rumah. Dia sangat bahagia malam ini. Dia merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Dia memegang hpnya. Ingin rasanya dia hubungi Delyska. Hingga dia pun nekad menghubungi Delyska.
Suara hp pun berbunyi. Delyska terkejut mendengar suara hp yang tergeletak diatas meja. Delyska langsung mengambil hp.
Tertera nomor baru. Delyska langsung mengangkat telepon itu.
"halo" ucap Delyska
"udah tidur belum?" tanya Rama tersenyum.
"ini Rama?" tanya Delyska menyakinkan.
"iya siapa lagi?" jawab Rama balik nanya.
"oh iya... kirain nomor siapa? Oh iya kok tau nomor aku ?" tanya Delyska heran.
"aku tau dari nama kartu kamu" jawab Rama keceplosan.
"jadi kamu ngambil nomor aku dari kartu nama aku?" tanya Delyska kaget
"iya..bolehkan?" Rama balik nanya.
"boleh sih..." Jawab Delyska ragu ragu
"oh iya...besok aku jemput kamu ya"
"kemana?"
"makan siang di restoran aku"
__ADS_1
Delyska terdiam sejenak. Dia ingat ucapan Rama yang selalu jaga jarak sebelum menikah. Dan setelah menikah mereka tetap tinggal di rumah Delyska. Itu semua membingungkan Delyska.
bersambung...