
Hari ini Delyska dijemput Rama untuk makan siang dulu restoran milik Rama. Dari kejauhan Teguh mengawasi mereka. ia pun mengikuti kemana mereka pergi. Setelah mereka sampai di restoran. Teguh pun berhenti tidak jauh dari tempat parkir mereka. Teguh terus mengawasi mereka hingga masuk restoran.Teguh diam diam mengikuti mereka. Dan ia pun memilih tempat duduk dibelakang mereka. Teguh sangat memperhatikan keadaan dan posisi Delyska.. Ia tidak ingin terulang lagi kejadian yang menimpa Delyska sebelumnya. Setelah mereka memesan menu. Rama pun memegang tangan Delyska. Delyska terkejut dan merasa berdebar debar kencang saat tangannya pertama kali dipegang laki laki. Rama mengapa Mata Delyska yang merasa berdebar-debar.
"Del, jujur baru pertama kali ini aku mengenal perempuan. Dan baru pertama ini juga aku menaruh perasaan pada wanita yang baru aku kenal..yaitu kamu..tapi aku ga tau apakah kamu benar benar menyanyangi ku?" tanya Rama membuka pembicaraan.
Delyska bingung entah harus jawab apa. Dia merasa antara bingung dan bergetar.
"Del, aku ingin kita secepatnya menikah" sambung Rama mengejutkan Delyska dan Teguh yang sejak tadi menguping ucapan Rama.
"e..kenapa secepat ini?" tanya Delyska gugup.
"aku ingin segera membawa kamu untuk ke rumahku bersama ibuku. ibu ku mengharapkan aku untuk segera menikah. Dan punya istri secepatnya " jawaban Rama membuat Delyska tercengang. Begitupun dengan Teguh..ia tidak mungkin membiarkan Delyska keluar dari rumah itu meskipun sudah menikah.
Delyska pun bingung. dia harus memilih siapa. Sedangkan dirinya teringat ucapan Teguh untuk tetap tinggal dirumah itu. sementara Rama menginginkan Delyska berada tinggal dirumahnya.
"Del..kenapa diam saja? Ibu aku ingin bertemu dengan calon istriku. apakah kamu bersedia dan siap untuk diperkenalkan dengan ibuku?" pertanyaan Rama mengejutkan Delyska.
"e..aku...aku.." jawab Delyska bingung.
"aku apa? Kamu serius kan dengan hubungan kita?" tanya Rama memastikan hubungan mereka.
Delyska menunduk. Ia tidak bisa menjelaskan untuk saat ini. Karena dia juga tidak ingin kehilangan Rama yang sudah meluluhkan hatinya.
"del...aku paham kok. Mungkin ini terlalu cepat untuk kamu. tapi, oke aku akan tetap menunggu kesiapan kamu. Kapan kamu siap. Aku akan mengikuti keinginan mu" ucap Rama memeras tangan Delyska pelan.
Teguh paham akan perasaan yang dirasakan oleh Delyska. Dia yakin saat ini Delyska butuh untuk memberikan solusi darinya.
sementara Alyska masih sibuk dengan pekerjaan rumahnya. Dia sedang membersihkan gudang. Ratih menghampirinya sambil membawa kipas angin di tangannya.
"setelah ini kita ke dokter kandungan" ucap Ratih mengejutkan Alyska.
Spontan Alyska menoleh.
"buat apa Bu?" tanya Al heran
"masih nanya buat apa? Ya Jelas buat meriksa kandungan mu. Kamu mandul apa ga!" ketus Ratih mendelik.
Alyska terkejut mendengar ucapan Ratih. Ia tidak menyangka akan apa yang dikatakan mertuanya terhadap dirinya.
"Bu...saya ga mandul Bu..mana mungkin saya mandul" bantah Alyska.
"tau darimana kamu? Bahwa kamu tidak mandul? Diperiksa juga belum udah membela diri" ketus Ratih mengipas ngibaskan kipas angin.
Alyska menunduk.
"pokoknya setelah ini kita pergi ke dokter spesialis kandungan" tegas Ratih melotot.
Alyska hanya mengangguk pasrah.
__ADS_1
dia segera mengambil hp yang disaku bajunya. Setelah Ratih pergi meninggalkan dia. Alyska mencoba menghubungi Rakha yang sedang kerja dikantor.
"halo" ucap Rakha mengangkat telepon Alyska.
"ibu mau bawa aku ke spesialis kandungan" jawab Alyska pelan pelan.
"buat apa?" tanya Rakha spontan terkejut.
"untuk memeriksa diriku. apakah aku mandul?" jawab Alyska
"ga Al..kamu harus menolaknya" ucap Rakha yang tidak menyetujui keinginan ibunya.
"tapi ibu memaksa aku" jawab Alyska lirih.
"aduh..ya udah aku pulang dulu" ucap Rakha panik
Dan menutup telepon..
Alyska merasa aneh pada sikap Rakha yang tiba tiba tidak suka mendengar keinginan ibunya.
"heh ayo kenapa bengong!" tegur Ratih melihat Alyska yang terdiam.
"Bu ..ga sebaiknya kita nunggu Rakha dulu" ucap Alyska berharap Rakha segera pulang.
"ngapain nungguin dia.. Dia kan lagi kerja.. pulangnya juga sore. dokternya juga udah tutup!" bentak Ratih.
"baik Bu..saya mandi dulu" jawab Alyska ide nya.
"haduh..lama lagi! udah lah kamu ganti baju aja. ga usah mandi!" bantah Ratih bermuka malas
"tapi Bu...kalau ga mandi bau keringat Bu" jawab Alyska berdalih.
"udahlah.. Ga apa apa bau keringat juga..cepatan ganti baju aja..ah lama banget!" Hardik Ratih
"baik Bu" Alyska langsung menuju kekamar.
Didalam kamar Alyska memilih pakaian disengaja lama. Bagaimanapun dia tidak ingin pergi bersama ibu mertuanya. Dia harus menunggu Rakha.. Biar Rakha yang memutuskan untuk pemeriksaan kandungan.
Ratih membuka pintu keras hingga mengejutkan Alyska.
"ibu.!" tegur Alyska menoleh kaget.
"aduh kok belum ganti baju juga sih! daritadi ngapain aja sih? Kamu sengaja menunggu Rakha? iya!"
"maaf Bu...aku bingung harus milih baju yang mana. Soalnya aku ga mandi jadi gerah Bu" Alyska beralasan.
"aduh kamu ini benar benar bodoh ya! Pilih baju aja ga bisa..yang mana aja deh buruan!" teriak Mia membentak Alyska dan mendorong badan Alyska.
__ADS_1
Hingga Alyska menubruk badan Rakha yang baru datang. Rakha terkejut begitupun dengan Alyska. Mia spontan melotot kan mata terkejut melihat kedatangan Rakha.
"Ra...Rakha" panik Mia.
Rakha menoleh menatap tajam wajah Mia.
"Bu...apa yang ibu lakukan terhadap Alyska?" tanya Rakha yang tidak percaya dengan perbuatan ibunya.
Mia merasa ketakutan dan gemetaran. Karena perbuatannya selama ini telah kepergok oleh Rakha.
"e...istrimu selalu ngeyel kalau dikasih tau..dia ga nurut kemauan ibu...jadi ibu kesal Rakha" jawab Mia membela diri dengan merengek.
"Bu... Alyska itu sudah dewasa. Bukan anak kecil lagi yang harus nurutin kemauan ibu..dia juga seorang istri yang harus minta ijin dulu kepada suaminya. Dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri sebelum ijin dari aku Bu. tapi ,.kenapa ibu memaksa dia tanpa ijin aku dulu" ucap Rakha menyesali perbuatan ibunya.
Alyska terdiam membisu ketakutan dibelakang punggung Rakha. Ratih mendelik tidak suka dengan ucapan Rakha.
"ibu tau Rakha. Tapi, istri kamu itu. Kalau di nasehati atau diberi tahu selalu ngeyel. berani melawan lagi sama ibu. Rakha emang ibu salah harus menyadari perbuatan istrimu kepada ibu?" Ratih terus membela diri dan menghasut pikiran Rakha.
Alyska terkejut mendengar ucapan ibu mertuanya.
"apa benar yang dikatakan ibuku?" tanya Rakha menoleh Alyska.
Tidak diduga begitu mudah Rakha akan percaya dengan ucapan ibunya. Alyska terkejut dengan pertanyaan Rakha. Dan melirik Ratih yang melotot padanya memberi kode. Untuk membenarkan ucapannya. Alyska Kemabli menunduk ketakutan.
"jawab Al!" bentak Rakha keras.
Alyska spontan menatap wajah Rakha.
"e....ga seperti apa yang ibu ucapkan Rakha" jawab Alyska gugup.
mendengar jawaban Alyska..Ratih secepatnya membela diri terus.
"oh sudah berani membohongi suami mu sendiri ya?" ucap Ratih memfitnah Alyska.
Alyska terkejut lagi. Rakha menatap tajam wajah Alyska.
"jawab jujur Al?" tanya Rakha tegas.
Alyska menggelengkan kepalanya gemetaran. hingga membuat Ratih spontan melotot. Rakha semakin bengis.
"ALYSKA! JAWAB JUJUR! Atau aku akan menceraikan kamu!" ancam Rakha mengejutkan Alyska dan Ratih.
tidak bisa dibayangkan dan terpikirkan oleh Alyska.
secepat itu Rakha mudah terpancing emosi.
Alyska hanya bisa menggeleng geleng kan kepala dengan terdiam dan ketakutan. Sementara Ratih tersenyum sinis melihat semua itu. Rakha menatap tajam dan melotot tanda amarah.
__ADS_1
Bersambung...