Kisah Cinta Si Kembar

Kisah Cinta Si Kembar
bab 11 ada yang berubah


__ADS_3

Akhirnya Delyska pun menceritakan kejadian yang telah menimpanya. Mia terkejut mendengar curahan Delyska. Mia merasakan sakit hati karena anak gadisnya telah di tipu seorang lelaki yang tidak bertanggung jawab.


"ya ampun del, Del. Kok bisa kamu tertipu?" tanya Mia setelah mengetahui sebab kejadian itu.


"iya mah .awalnya dia baik..tapi setelah itu dia ternyata seorang pengecut" jawab Delyska kecewa.


"Delyska... Harusnya kamu jangan mudah percaya dong. dengan ucapan lelaki asing yang baru kamu kenal. Meskipun awalnya baik dan manis. Kalau papah kamu tau pasti dia marah besar. kamu harus belajar lebih dewasa lagi Del" ucap Mia mulai resah.


Delyska terdiam menunduk menyesali apa yang sudah dia lakukan. malam ini adalah malam sial bagi Delyska. setelah Mia mengetahui permasalahan Delyska. Mia pun ikut memikirkan untuk membayar nota Restoran. teguh melihat Mia yang sedang resah.


"ada apa mah?" tanya Teguh heran.


"papah belum tidur?" tanya Mia spontan terkejut.


"belum...masih rebahan aja" jawab teguh memperhatikan wajah Mia yang keliatan murung.


 Mia Tidak bisa menyembunyikan keresahan nya. wajah dia terlihat panik. Dia melirik Teguh. Teguh pun Bangun dari rebahan nya. Dia duduk diatas kasur, lalu menatap wajah Mia.


"kenapa mah? Mamah ada masalah?" tegur teguh mengejutkan Mia.


"pah..." Mia pun mulai menceritakan kejadian yang telah menimpa Delyska.


pagi yang cerah, Mia sudah berada diruang makan. Seperti biasa yang dia lakukan menyiapkan sarapan buat suami dan anaknya. Delyska muncul diruang makan.


"mah.." sapa Delyska menarik kursi untuk duduk.


"Del, kamu sarapan dulu sebelum berangkat kerja" ucap Mia mengaduk susu buat teguh. lalu, meletakkan susu itu di tempat biasa.


Teguh datang dengan pakai Yang sudah rapih dan siap berangkat kerja. Teguh menarik kursi untuk duduk. Dia menatap wajah Delyska setelah duduk. Delyska menunduk menyembunyikan kesalahannya.


"Del..ini ATM buat kamu bayar nota Restoran" ucapan teguh mengejutkan Delyska yang sedang menunduk sambil makan roti. Hingga Delyska tersedak roti. Delyska spontan batuk. Teguh dan Mia kaget melihat Delyska. Mia segera memberikan air putih untuk Delyska.


"aduh, Del..kalau makan itu pelan pelan. Jangan terburu-buru. Tenang aja hari masih pagi" ucap Mia panik.


"iya mah.." jawab Delyska setelah minum air.


Teguh menatap tajam wajah Delyska. Delyska melirik teguh dengan perasaan takut.


"pah..papah...sudah tau.." ucap Delyska ragu-ragu karena takut.


"kenapa kamu sembunyikan dari papah. Dan papah ingin tau. cowok yang berani menipu kamu!" tegas teguh menatap tajam wajah Delyska.


Spontan Delyska menunduk.


"siapa nama cowok itu?" tanya Teguh

__ADS_1


Mia duduk di sebelah Delyska dan melirik Delyska.


"Mario pah" jawab Delyska pelan.


"orang mana?" tanya Teguh menginterogasi Delyska.


"ga tau pah. aku belum sempat nanyain" jawab Delyska polos.


teguh dan Mia menggeleng kan kepala. mereka benar benar tidak menyangka. Delyska yang sudah beranjak gadis dewasa tapi pikirannya belum dewasa.


"Del , Del...lain kali jangan mudah percaya dengan cowok yang baru dikenal. jangan percaya dengan orang asing. Dia baik karena ada maunya. dia sama saja melecehkan harga dirimu. Mempermalukan kamu dihadapan semua orang. papah tidak ingin ini terulang lagi padamu paham!" panjang lebar Teguh menasehati Delyska.


"paham pak" jawab Delyska mengangguk paham.


Mereka pun melanjutkan santapan pagi.


Alyska belajar menjadi seorang istri yang baik. Yang mengurus suaminya. Alyska biasanya tidak pernah melakukan pekerjaan rumah. bahkan bangun pagi pagi. kini setelah menikah. Dia harus bangun pagi. Menyiapkan sarapan untuk Rakha. Bahkan setelah Rakha berangkat kerja. Dia membereskan tempat makan. Membersihkan rumah. semenjak Alyska tinggal bersama suami dan mertuanya dia semakin rajin. Hingga mertuanya sangat menyayangi dia. Dan selalu mendapatkan pujian. namun, Alyska pun merasa risih dan sedih disaat mertuanya menanyakan soal cucu. Alyska mengantarkan Rakha berangkat sampai depan rumah. Dengan wajah yang sedih. Rakha menatap wajah Al yang tidak biasanya bersedih.


"ada apa?" tanya Rakha heran.


"ibu selalu menanyakan. kapan punya cucu...kapan punya anak" jawab Alyska cemberut.


Rakha mengejar nafas.


"sudahlah biarkan saja. Jangan dimasukkan ke hati dan jangan terlalu dipikirkan" jawab Rakha mencoba menenangkan Alyska.


"ya udah sabar aja dulu. aku berangkat dulu ya" ucap Rakha mencium kening Alyska.


Alyska mengangguk sambil tersenyum. Alyska melihat kepergian Rakha. Setelah Rakha menghilang dari pandangan. Alyska pun kembali masuk kerumah. Ratih sudah berdiri sejak tadi diruang tamu. Alyska terkejut melihat Ratih yang menatapnya.


"Bu..."


"kamu ngadu apa sama Rakha?" tanya Ratih tegas.


"e...ga Bu...saya ga ngomong apa apa" jawab Alyska yang merasa heran dengan sikap mertuanya yang tiba-tiba berubah menjadi Suram terhadapnya.


"jangan bohong kamu! Kamu ngadu kan soal aku tiap hari minta cucu. Ngaku kamu!" bentak Ratih yang tiba tiba mendadak galak terhadap Alyska.


Alyska terkejut melihat perubahan mertuanya yang menjadi galak. Ibu mertua yang selalu ramah, baik, lembut kini menjadi galak dan sangar. Hanya karena ingin punya cucu. sungguh aneh diluar dugaan Alyska.


"awas ya jangan berani ngadu apa apa lagi sama anakku. Kalau ingin rumah tangga kamu awet dengan Rakha!" ancam Ratih sembari mata melotot.


"i..iya Bu" jawab Alyska gugup ketakutan.


Alyska tidak habis pikir. hantu apa yang sudah merasuki tubuh Ratih. hingga perubahan sikap pada Ratih 90 persen.

__ADS_1


bagaikan disambar petir itulah pribahasa yang cocok buat Alyska yang saat ini sedang gundah gulana. Memikirkan sikap ibu mertua nya yang tiba tiba ganas kepadanya.


Alyska terdiam termenung. ia sudah lama tidak menghubungi Delyska maupun orangtuanya. Ia sangat merindukan keluarganya. Ia mencoba telepon Rakha untuk meminta ijin bertemu keluarganya.


Rakha yang baru sampai dikantornya dan duduk di tempat kerjanya. Menerima telepon dari Alyska.


"ada apa?" tanya Rakha melalui telepon.


"aku ingin bertemu keluarga ku. boleh kan?" tanya Alyska pelan


Rakha terdiam sejenak.


"bagaimana kha?" tanya Alyska mengejutkan Rakha.


"iya nanti saja denganku temui ibu dan bapak sekalian " jawab Rakha


"kapan?" tanya Alyska sedikit kecewa.


"paling sore pulang aku kerja ya"


"oke .."


"ya udah aku kerja dulu. Kamu hati hati jaga diri baik baik di rumah" ucap Rakha


"iya kha"


percakapan pun diakhiri. Rakha terdiam sejenak. Merenungkan keinginan Alyska.


semenjak mereka pergi dari rumah orangtua Al. Mereka belum pernah menemui ornagtua Alyska. baru kali ini mereka mau menemui keluarga Alyska.


Sementara Delyska berjalan menuju kasir restoran untuk membayar nota yang belum terbayarkan. Www


"selamat pagi Bu..ada yang bisa kami bantu?"tanya kasir restoran menyapa Delyska.


"selamat pagi juga. saya mau menebus kartu nama saya yang kemarin ditahan di restoran..karena belum melakukan pembayaran" jawab Delyska tersenyum.


"maaf atas nama siapa ya Bu?"


"Delyska" jawab Delyska tenang.


"oh maaf Bu sebelumnya kartu nama ibu sudah dibawa Ama bos kami" ucapan kasir membuat Delyska terkejut.


"maksudnya?" tanya Delyska spontan.


"kata bos kami. Ibu sudah bayar. Dan kartu nama ibu juga dibawa beliau"

__ADS_1


Delyska spontan bengong kaget mendengar ucapan kasir itu.


Bersambung...


__ADS_2